Sebelum saya menyampaikan ide saya di email sebelumnya, saya berdiskusi dengan 
beberapa praktisi di industri/bisnis tertentu. Mereka mulai takut dengan adanya 
isue razia pembajakan di perusahaan-perushaaan. 

Saya tanyakan, "mengapa tidak migrasi ke FOSS", 
alasannya "kuatirnya mengganggu operasional perusahaan..." 
Saya tanya, "maksudnya?"
dia jawab, "karyawan banyak yang tidak tau menjalankan FOSS..."

ehm...

lapangan pekerjaan tidak bisa FOSS ada dua faktor:
1) Tidak ada waktu untuk belajar FOSS. Alasan ini bisa dipahami, khususnya 
karyawan di Jakarta, waktu habis di Bus dan kereta api.
2) Telah menjadi habit utk menggunakan windows, karena itu dulu yang diajarkan 
waktu di sekolah. Saya lulusan SMA 1993 di Malang. Di sekolah kami pas angkatan 
saya, tidak diajarkan  tentang  FOSS. he.he. wajar lah  waktu itu belum ada 
FOSS.  Setidaknya itu menggambarkan, bahwa  orang2 yang  umurnya  diatas  30 
tahun, sangat jarang mengetahui FOSS. Hanya orang IT dan orang-orang yang punya 
inisiatif untuk belajar yang mengenal FOSS.

Mensosialisasikan be Legal dengan FOSS, harus melihat segmentasi 
(pengelompokan, pemilahan) pasarnya. metode segmentasi ada banyak cara, salah 
satunya berdasarkan tingkat umur, lokasi, jenis pekerjaan, dll. 

Saya fokus pada segmentasi bersadasarkan tingkatan umur dan lokasi. kesimpulan 
analisa saya, FOSS akan berjalan efektif di lingkungan dimana produk 
proprietary belum menjadi "budaya".

Memang, dampak treatment FOSS ke sekolah2 akan belum terasa dalam waktu dekat 
ini, tapi tunggu lah 5-6 tahun kemudian, dampaknya akan terasa di banyak 
industri... Tapi kalo kita tidak melakukan perubahan, 5-6 tahun kemudian, 
kondisinya akan sama dengan kondisi saat ini... no change...

Untuk memudahkan pemahaman, saya mengutip email dari abah Onno:

--- "Onno W. Purbo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 
 >
 >
 > On Fri, 20 Jul 2007, Hasanuddin Hasanudin wrote:
 >
 > >
 > > Menurut saya, justru di daerah terpencil lah yang
 > lebih mudah edukasinya, maksud saya edukasi OS
 > Linux. Mereka kan belum tergantung pada OS Windows,
 > jadi lebih mudah tentunya.
 > >
 > > Hasanuddin
 >
 >
 >
 >
 > betul ..
 > yang mudah daerah yang masih perawan
 > & juga anak-anak SD, SMP ..
 > anak saya yang SD gampang tu pindah ke Linux
 > ibu-nya anak-anak setengah mati pindah ke Linux
 >

Seorang pakar pemerhati Linux aja sulit men-treatment bini nya hi..hi..hi..  
tapi anak beliau yang masih SD, malah gampang diajari Linux. Itu pesan tersirat 
dari abah Onno yang perlu kita cermati...

Saya dengar dari mas Taufiq dan mas Bill, Awari punya rencana tersebut. kalo 
anda setuju, ayo kita dukung. Kita tunggu action plan dari Awari...

Sambil menunggu, kita yang pakai Windows, mulai sekarang kita pelajari aplikasi 
FOSS secara mendetil, kita belajar menulis dan kasih kontribusi ke buku panduan 
FOSS (kalo ada) yang dipake acuan pengajaran di Sekolah (SMP). Yang jago Linux, 
juga demikian.

Di tempat kami, Admin kami akan mengajarkan Linux, dan saya akan belajar (baru 
belajar juga sih hii...hi.. aku kenal FOSS beberapa bulan ini) dan mengajarkan 
Open Office di TPA mesjid dekat tempat kita. he..he. kalo sekolah kita belum 
berani, takut malah orang sekolahan minta duit.. hi..hi.. Insya  Allah Awal 
tahun depan kita mulai. Fasilitas Komputer? Boyong 1 komputer dari warnet 
he.he..

Jika modul2 kami sudah siap, kami kirim filenya di milis ini, mohon masukan, 
kritik dan saran.

Terima kasih.

Hasanuddin
Toraja.Net







AkuRek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  On Friday 27 
July 2007, Xaviero 1412 wrote:
 
 > IMHO yah, justru kebalik mas, karena kalo dipelajarin di sekolah adalah
 > FOSS tapi ga bisa dipakai di lapangan kerja , buat apa coba? yang ada juga,
 > kantoran, industri, rumah sakit, apotik dan lain sebagainya, itu yang di
 > edukasi ke FOSS. kalo lapangan kerja dah menggunakan FOSS, mau ga mau, siswa
 > juga ikutan belajar FOSS. ga usah muluk lah, cukup 50% lapangan kerja untuk
 > menggunakan FOSS
 
 Tergantung sudut pandang :)
 
 Dunia kerja, sangat tergantung kepada aplikasinya. Kalau pasokan SDM yang ada 
 (dari dunia pendidikan), mereka ketahui masih dicekoki dengan proprietary, ya 
 tentu saja mereka akan sulit melakukan migrasi. Karena tidak didukung pasokan 
 SDM yang menguasai FOSS.
 
 Kalau saja dunia pendidikan memasok SDM yang menguasai FOSS dengan sendirinya 
 dunia bisnis akan beramai-ramai beralih, migrasi ke FOSS. Kenapa? Karena jadi 
 yakin akan ketersediaan SDM yang dibutuhkan. Sekarang ini, masih sedikit SDM 
 yang mempelajari FOSS secara formal. Kebanyakan otodidak, karena itu dianggap 
 hobi saja, berkesan tidak profesional. Itulah sebabnya kenapa kalangan bisnis 
 seringkali meragukan FOSS.
 
 Padahal, kalau dari segi kehandalan, keamanan dan tentu saja investasi, biaya 
 implementasi, bisa jauh lebih murah dibandingkan proprietary. Dan yang lebih 
 penting lagi, MERDEKA, bebas dari ketergantungan terhadap suatu produk. Salah 
 satu kendala migrasi, selain soal budaya, ketersediaan SDM, adalah karena ada 
 ketergantungan yang tinggi.
 
 FOSS juga menawarkan standar yang serba terbuka dengan interoperabilitas yang 
 sangat tinggi sehingga kompatibel dengan berbagai macam produk dan solusi dan 
 sangat banyak pula pilihan dan alternatifnya. Dalam banyak hal, akan tersedia 
 jaminan kelangsungan bisnis.
 
 Apalagi bila kalangan Pemerintahan memilih platform FOSS. Dengan serta merta, 
 sebagian besar dunia bisnis akan mengikutinya. Kenapa? Sederhana saja, karena 
 Pemerintahan adalah trendsetter. Kalau Pemerintah menggunakan platform FOSS, 
 maka seluruh sektor publik akan terdorong untuk menyesuaikan. Termasuk dunia 
 Pendidikan sendiri, minimal karena harus memasok SDM yang dibutuhkan kalangan 
 Pemerintahan dan juga bisnis.
 
 Karena itu SANGAT PENTING dan STRATEGIS memigrasikan terlebih dahulu dunia 
 Pemerintahan dan Pendidikan.
 
 -- 
 Regards,
 
 Pataka
 
     
             __._,_



 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke