On Sunday 29 July 2007, eko kepet wrote: > kalo nggak salah KU Band umumnya bekerja pada Freq. Range 10.7 - 12.75 RX, > 13.75 - 14.5 TX
Betul. > kalo menurut saya dengan freq seegitu kan emang rentan cuaca, dan emang > perilaku freq segitu seperti itu, apa dnegna ada nya AGC bisa menjamin untuk > mengatasi kerentanan terhadap cuaca, dan seberapa besar kemapmpuan AGC unutk > mengenjot gain TX maupun RX? Memang rentan cuaca. Karena itu, teknologi transmisi VSAT Ku Band dilengkapi teknologi Automatic Gain Control (AGC) & Site Reference (istilahnya beda-beda tiap operator/vendor teknologi). Yang intinya, bila kondisi cuaca buruk maka Hub (sentral) akan mengkoordinasikan mekanisme fighting dengan cara melakukan adjustment (penyesuaian) power berdasarkan referensi dari remote lain yang berada di lokasi terdekat dengan remote yang sedang mengalami cuaca buruk. Berdasarkan referensi ini, maka secara bertahap Hub akan memerintahkan remote yang sedang mengalami gangguan untuk mengatur, menambah, mengurangi power TX secara periodik sampai gangguan dapat diatasi. Sebaliknya, Hub juga menambah power TX-nya untuk 'menolong' remote tsb di sisi RX-nya. Apabila masalah ini (signal strenght) sudah dapat diatasi, maka untuk meningkatkan kualitas link dan transmisi, modem juga akan menurunkan modulasi dan transfer rate secara bertahap. Sehingga koneksi tetap dapat berlangsung dalam mode minimum. Akan tetapi, penurunan modulasi dan transfer rate ini hanya terjadi dalam kondisi yang benar-benar ekstrim. Untuk wilayah sekitar khatulistiwa, syarat yang cukup penting dalam mengatasi masalah rain fade pada transmisi VSAT Ku Band adalah: sudut elevasi antara remote dan satelit harus mendekati angka 90 degree agar pengaruh rain fade dapat ditekan seminimal mungkin. Satelit yang digunakan juga tidak boleh terlalu jauh (misalnya di atas pasifik). Kalau tidak salah, untuk transmisi Ku Band di wilayah Indonesia, power strenght dari satelit sedikitnya dibutuhkan 40 db. Sedangkan untuk C-band 36 db. > misal penurunan SNR sampe 10dB apakah AGC bisa mengenjot sampe segitu? Bahkan di C-band sekalipun, penurunan SNR sampai 10 db tentu tidak tertolong lagi, dengan teknologi apapun :) Pengaruh rain fade (curah hujan) tak sampai menurunkan SNR sampai serendah itu kok. > dan di katakan diatas untuk mengatur TX power, bagaimana dengan RXnya? Kalau sudut elevasi dari remote ke satelit mendekati 90 degree, tidak masalah untuk RX-nya, karena power dari satelit cukup besar untuk menembus rain fade dan biasanya dibantu penambahan power di sisi Hub (baca penjelasan di atas). Bagi komunitas warnet, yang perlu menjadi PERHATIAN ketika hendak menggunakan atau sedang mendapat penawaran akses VSAT baik Ku Band dan juga C Band, bahwa umumnya penawaran ini memakai teknologi DVB RCS berbasis TDMA atau advanced TDMA - yang pada dasarnya bersifat shared access (berbagi pakai) berdasarkan pembagian kanal frekuensi (bandwidth) dan time slot (waktu). Artinya setiap koneksi akan mendapatkan alokasi carrier link (saluran) secara bergantian. Layanan ini walaupun dapat digunakan untuk akses Internet (dan umumnya memang sudah berbasis IP), akan tetapi ditujukan untuk segment pasar personal, SOHO, point of sales, reservation, video call/teleconference, remote office dlsb. yang perilaku aksesnya bersifat : on demand, transactional dan non dedicated. Karena itu, SLA dan SLG yang diberikan provider, biasanya adalah shared CIR. Ini bertolak belakang dengan perilaku akses warnet yang sifatnya: concurrent (terus menerus) dan excessive karena digunakan secara massal pada saat yang bersamaan. Sehingga seharusnya warnet menggunakan layanan akses yang bersifat dedicated. Dengan kata lain, layanan DVB RCS (Ku Band maupun C Band) tidaklah tepat untuk segment warnet. Seperti kata salah satu petinggi provider VSAT. Kerancuan di lapangan terjadi akibat marketing provider, salah menterjemahkan klasifikasi segment pasar SOHO. Dimana warnet, SECARA BISNIS memang tergolong SOHO (Small Office Home Office), akan tetapi secara TEKNIS perilaku aksesnya BERBEDA dengan perilaku akses pada SOHO. Provider seringkali beralasan bahwa para marketing bukanlah orang teknis yang memahami masalah akses, akan tetapi SEHARUSNYA pihak provider memberikan pengetahuan TEKNIS yang CUKUP kepada si marketing. Kalau pengetahuan ini tidak diberikan, maka provider bisa dianggap sengaja melakukan mislead menjerumuskan pelanggan yang juga kurang paham. Nah, oleh karena itu, pihak WARNETTERS sendiri juga harus mau membekali diri dengan pengetahuan teknis untuk setiap produk yang ditawarkan oleh provider. Supaya jangan terjebak dan menyesal di kemudian hari. -- Regards, Pataka Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

