On Saturday 04 August 2007, Nuniek Nucifera wrote: > Pak Pataka, saya di sumenep madura yg sangat minim infrastruktur. jadi saya > tidak punya pilihan lain.
Memang benar. Untuk daerah rural, pilihan infrastrukturnya terbatas dan masih harus memperhatikan daya beli. Solusi VSAT terutama jenis DVB RCS (sharing) memang banyak ditawarkan untuk daerah rural karena jauh lebih murah dibanding jenis SCPC (dedicated). Untuk WARNET, menggunakan SCPC akan sangat mahal investasi dan operasionalnya. Namun, khusus untuk pangsa pasar WARNET, ada perkecualian. Karena sifat akses pengguna WARNET sangat berbeda dengan pangsa pasar VSAT DVB RCS yang lainnya. Sehingga kalaupun WARNET terpaksa harus menggunakan layanan ini, maka harus menurunkan ekspektasi (harapan) terhadap kualitas akses. Jangan sampai WARNET kecewa dan menyesal. Harus disadari, bahwa itu adalah pilihan terpaksa karena tidak ada alternatif. > tempat lain yang menggunakan vsat (tapi bukan M2) malah cepat alias kenceng. Bisa jadi. Kalau slot sharing-nya masih kosong, tentu aksesnya bisa maksimal. Namun nanti ketika slot sharing-nya mulai terisi (oleh remote lainnya) atau sudah mencapai rasio maksimal, maka performanya akan menurun drastis. > alasan2 apa saja yg mendasari rekomen pak pataka tadi? Saya akan ulang sedikit posting saya ketika menanggapi Sdr. Eko pada minggu lalu. Seharusnya anda bisa menelusurinya sendiri, karena masalah ini sudah beberapa kali dibahas dan berulang-ulang: Bagi komunitas warnet, yang perlu menjadi PERHATIAN ketika hendak menggunakan atau sedang mendapat penawaran akses VSAT baik Ku Band dan juga C Band, bahwa umumnya penawaran ini memakai teknologi DVB RCS berbasis TDMA atau advanced TDMA - yang pada dasarnya bersifat shared access (berbagi pakai) berdasarkan pembagian kanal frekuensi (bandwidth) dan time slot (waktu). Artinya setiap koneksi akan mendapatkan alokasi carrier link (saluran) secara bergantian. Layanan ini walaupun dapat digunakan untuk akses Internet (dan umumnya memang sudah berbasis IP), akan tetapi ditujukan untuk segment pasar personal, SOHO, point of sales, reservation, video call/teleconference, remote office dlsb. yang perilaku aksesnya bersifat : on demand, transactional dan non dedicated. Karena itu, SLA dan SLG yang diberikan provider, biasanya adalah shared CIR. Ini bertolak belakang dengan perilaku akses warnet yang sifatnya: concurrent (terus menerus) dan excessive karena digunakan secara massal pada saat yang bersamaan. Sehingga seharusnya warnet menggunakan layanan akses yang bersifat dedicated. Dengan kata lain, layanan DVB RCS (Ku Band maupun C Band) tidaklah tepat untuk segment warnet. Seperti kata salah satu petinggi provider VSAT. Kerancuan di lapangan terjadi akibat marketing provider, salah menterjemahkan klasifikasi segment pasar SOHO. Dimana warnet, SECARA BISNIS memang tergolong SOHO (Small Office Home Office), akan tetapi secara TEKNIS perilaku aksesnya BERBEDA dengan perilaku akses pada SOHO. Provider seringkali beralasan bahwa para marketing bukanlah orang teknis yang memahami masalah akses, akan tetapi SEHARUSNYA pihak provider memberikan pengetahuan TEKNIS yang CUKUP kepada si marketing. Kalau pengetahuan ini tidak diberikan, maka provider bisa dianggap sengaja melakukan mislead menjerumuskan pelanggan yang juga kurang paham. Nah, oleh karena itu, pihak WARNETTERS sendiri juga harus mau membekali diri dengan pengetahuan teknis untuk setiap produk yang ditawarkan oleh provider. Supaya jangan terjebak dan menyesal di kemudian hari. -- Regards, Pataka Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

