Masalah kecantikan sih relatif, bagaimana kita menikmati dan mau
mencoba berkali-kali. Saya pernah coba Linux Xp, tidak detect di PC
saya, apa mungkin saat saya mencoba, PC Linux belum update driver
peripral2 terbaru, yah? Saya coba 5 bulan yang lalu.

tapi uBuntu, bisa detect semua periperal, kecuali printer (Epson C-58
dan Epson R-270), sampai sekarang masih utak-atik. Pelajaran, beli
printer yang sudah ada di database driver printer ubuntu :)

> Kalo gak salah Linux XP itu gak gratis (CMIIW), dia berbayar, tapi gak
> semahal microsoft. Tampilan memang mirip banget dengan microsoft
punya. kalo
> support hardware saya kurang tau, karena belom pernah nyoba langsung.

> nyampe, gratis, gak ada ongkos kirim.
> Kalo support hardware, bagus. karena dah nyoba sendiri di warnetku.
> kemudahan pake lumayanlah. kalo tampilan jauh dari windows, malah lebih
> berasa macintosh.(walaupun belon make macintosh langsung, hanya liat
doang).
> Sekedar saran, siapin fisik dan mental untuk membantu pelanggan memakai
> linux, karena arsitektur sistem sedikit berbeda dengan windows. sehingga
> user sedikit bingung. tapi gak masalah sih.

> walaupun aku pake desktop effectnya, performance tetep ok2 aja.
> Sudah jadi rahasia umum, bahwa waktu loading satu halaman web di
linux jauh
> lebih cepet dari windows, jadi ada nilai tambah kalo menggunakan linux,
> dengan bandwith yang sama, kata orang, warnetku lebih cepet :).
> Tapi ya itu lagi, siapin mental aja, dengan akan beragamnya respon
> pelanggan, juga sepinya warnet (mungkin, tergantung strategi
marketing kita

> 
> Salam
> -- 
> Widy Thayf
> Zenith Internet Cafe
> Makassar
> 

Siapin mental? he.he.he. kayak mau perang aja... Tapi memang iya,
godaan untuk "menyimpang" selalu ada, kecuali kalau punya komitmen
yang kuat.

Siap-siap memperkerjakan operator untuk bisa menginstall ubuntu, HARUS
BISA!!! Tinggal bagaimana kita memotivasi mereka. Kalau kita sebagai
pemilik, terlalu sering melayani user, saya kira kurang bagus juga,
satu, waktu kita akan terbuang (padahal ada hal lain yang jauh lebih
penting yang harus kita kerjakan, apalagi saya telah berkeluarga
he.he.), kedua, tidak mendidik operator untuk menguasai ubuntu. 

Di tempat saya, Saya larang keras operator untuk menggunakan Windows
(meskipun mereka juga yang menginstall windows), kecuali mereka bayar.
Sangsinya langsung Pecat!!! Namun jika mereka menguasai ubuntu, jatah
shift mereka saya tambah, konsekuensinya, pemasukan mereka pun
bertambah. Suasana yang timbul (setelah 3 operator kami berhenti,
diganti beberapa operator baru), mereka berkompetisi, tapi saling bantu.

Di warnet kami, kami bentuk 3 team work yang saling terkait fungsinya.
Team ubuntu: ngurusin oprek ubuntu, team open office: ngurusin oprek
open office, dan team ad-print: yang promote ubuntu, windows, KM
(knowledge management) base kami. Mereka terotimasi karena ada yang di
"dapat" dengan terlibat dalam team work tersebut. 

Kunci: motivasi mereka, dan bentuk sistem leadership di warnet kita,
diawali di diri kita sendiri sebagai pimpinan.
Saran: Jangan merasa lebih tahu segala-galanya... mengenai ubuntu. Di
tempat kami, kami menyediakan workgroup (mirip-mirip intranet lah),
agar operator, saya, admin, staf administrasi bisa bekerja sama. Semua
kita anggap baru belajar!!! termasuk admin kami, meski admin kami
sudah pengalaman asam garamnya buanyak di linux, tapi dia pun belajar
dari operator dalam mendesain desktop. 

oh iya, menurut saya, kunci terpasarkan ubuntu: open office, desain
dektop ubuntu (termasuk pemilihan aplikasi yang tepat dan setting
secara menyeluruh), teaching manual, pelayanan pro aktif (ingat lho
proaktif tidak berarti hanya mengantarkan user terus dibiarkan user
bingung sendiri, tapi operator sebaiknya melayani sambil membukakan
semua aplikasi kunci, sambil menjelaskan kepada operator fungsi
aplikasi tersebut, dan operasional teknis seperti save file dan
mounting flashdisk.

Itu saya ambil pelajaran saya ambil saat beberapa bulan yang lalu,
saya saat masuk ke warnet linux, saya dibiarkan bingung dengan PC,
saya bertanya, malah kesannya menggurui. User tidak suka digurui...
tapi lebih suka diberi masukan.... bagaimana lah kita menciptakan
kesan tersebut, pintar-pintarnya kita berdiplomasi he.he.he.

Saran yang lain dan bagus, coba searhcing posting beberapa waktu yang
lalu mengenai cara memasarkan linux, posting oleh mas pataka. bagus
banget idenya. saya benar-benar terinspirasi olehnya. Great Ideas!!!

itu masukan dari saya yang juga sedang belajar menggunakan ubuntu.

Hasanuddin
Torajanet
Internet Mudah dengan Be Legal!!!





Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke