pujo mulyono wrote: > > btw, percumah dikasih jempol kalo gak bisa makan dari linux. Yang > sekarang sedang dicari solusinya > adalah bagaimana agar linux bisa diterima oleh user warnet. > > cobalah sebulan dua bulan pake linux deh, biar gak hanya bicara :)) > > regards, > Pudjo Mulyono > Malang, Indonesia >
ha.ha.ha.ha. sependapat mas pudjo. warnet saya dual OS. 1 bulan pertama..... ubuntu (lnux) ku nggak laku!!! mo nangis rasanya, yang lebih sedih adminku, karena dia yang menginstallkan OS ubuntu di semua client ubuntu kamu. Saya berpikir, ini tidak bisa dibiarkan.... harus dicarikan solusi. Penyebab: 1. Resistensi dari user yang tinggi karena persepsi mereka bahwa Linux itu sulit. Padahal saat kita tanya, distro mana yang pernah digunakan dirasa sulit (untuk ngetest user), mereka jawab, "pokoknya sulit" kesimpulan, mungkin sebelumnya mereka pernah melihat dan mencoba sekali tampilan linux jaman dulu, yang berbeda dengan tampilan windows yang biasa mereka pergunakan keseharian. 2. Operator yang tidak melayani dengan baik atau tidak tahu bagaimana melayani, lah operator sendiri tidak bisa pakai linux kok, lantas apa yang mau dibantu :p 3. Desain desktop yang tidak user friendly, rumit dan tidak menarik. Menurut saya pribadi, dekstop yang user friendly dan menarik, tidak harus mirip dengan dekstop windows, kan. Solusi (review dari evaluasi dari warnet kami): 1. yang utama adalah membentuk dan meningkatkan kemampuan operator dalam menggunakan linux. Operator harus.... harus....harus... yang menginstallkan linux di kompter client linux. Apa sih sulitnya menginstall linux? (untuk ubuntu sih sangat mudah, nggak tahu deh distro lain :p). Tentunya, liat-lat dulu operatornya. kalau operatornya lulusan SMEA sih.... yahh... agak berat ngajarinya. alias kerja keras mati2an. cape deh... Operator juga wajib pakai komputer client linux. Kalau operator menolak? gampang, pecat!!! operator digaji bukan untuk chatting gratis. Kita kan pengelolah, punya kuasa penuh untuk mengeluarkan orang-orang yang mempengaruhi stabilitas warnet kita. Buatkan pelatihan yang berkesinambungan. setiap pelatihan ada topik yang menarik bagi operator. evaluasi mereka setiap bulan, dalam satu rapat evaluasi diakhir bulan bersamaan dengan gajian misalnya. Jadi jangan kasih gaji nya kalo tidak ikut rapat evaluasi. he.he.he. jahatnya..... sometimes kita perlu menjalankan bisnis dengan tangan besi, bukan dengan tangan pendeta, karena kita sebagai pengelolah punya beban resiko dan tanggung jawab penuh terhadap kelangsungan bisnis kita. 2. Evaluasi lagi desktop linuxnya. pilih desktop yang menarik, mudah dan user friendly, khususnya masalah pemilihan themes. Sebelumnya, client kami diinstallkan oleh admin kami, yang notabene persepsi terpengaruh kuat oleh wawasan IT nya yang sudah matang. Sehingga desain nya "rasa" selera orang-orang IT (yang notabene rumit), bukan "rasa" orang awam. Menurutnya, desain dekstopnya sudah mudah, tapi belum tentu bagi orang awam demikian :). Saya pribadi, awalnya menggunakan KDE.... (karena berpikir biar mirip-mirip dengan OS biasa mereka pakai) tapi kok lama-lama aku liat... KDE agak "ndeso" yah.... kayak Windows 98. kami coba blint test di warnet kami, user kami bilang tidak suka. Berdsasarkan intuisi saya, saya nekat terapkan Gnome. alasannya: sederhana, simple. Dan saya maunya unik!!! harus ada pembeda can ciri dibandingkan dekstop windows. Biar terlihat lebih manis, saya lebih banyak main di themes. Effeck glass!!! sehingga setelah saya perlihatkan kepada user-user kami, mereka berpendapat, Gnome lebih modern dari pada KDE he.he.he. Libatkan operator dalam keputusan pemilihan dekstop dan software terpilih. karena operator lah orang yang paling tahu mengenai apa yang dibutuhkan dan disukai user selama ini (dengan asumsi operator kerjaannya tidak hanya chatting). Dengan melibatkan mereka ke dalam desain desktop, mereka menjadi ada kerjaan yaitu belajar hal-hal baru, mereka akan mencari melalui brower, sehingga memgurangi kebiasaan chatting mereka. he.he.he. Berhasil..!!! 6-7 komputer ubuntu yang produktif (3-4 komputer belum optimal terpakai karena akupansi kami belum optimal) kami mulai sering dipakai. based on data billing, akupansi rata2 dari masing-masing komputer client ubuntu: 10 jam. BAndingkan saat 1-2 bulan pertama kali kami buka warnet, hanya 2-3 jam (dari 1-2 komputer yang produktif). itu pun kebetulan, ada user kami yang "tersesat" wakakakakkak.... 3. Pemilihan software yang tepat juga sangat berpengaruh, karena pada intinya mereka ke warnet adalah dengan tujuan tertentu, yang bisa diselesaikan dengan solusi aplikasi yang tepat. Mereka ingin chatting dengan fasilitas voice dan webcam ,tentunya tidak tepat menggunakan pidgin. solusinya, ganti dengan yang bisa fasilitas voice dan webcam. Player mplayer terlalu rumit, ganti yang mirip winamp, misalnya xmms atau vlc. ubah themes player tersebut mirip dengan winamp atau windows media player. 4. Komunikasikan kerja keras kita dalam melatih operator, mendesain desktop kita, serta memilih aplikasi yang tepat, melalui poster, brosur, leaflet dll. 5. maintain hubungan antara operator dengan user, dengan cara, operator melayani user sambil membukakan aplikasi dan menjelaskan fungsi-fungsiya. 6. control respon user saat menggunakan komputer client maupun setelah mereka membayar. Masukkan ke dalam log. database user mengenai respon mereka. Siapkan juga log masalah, yang dihadapi operator terhadap komputer linux. log tersebut berguna saat rapat evaluasi, dan itu merupakan masukan berarti untruk pengembangan kemampuan operator dalam melayani user. Namun, dari semua solusi diatas, terpenting dan terberat adalah masalah operator. Boleh dibilang, operator adalah key success factor dalam bisnis warnet. Hasanuddin Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

