Jawaban singkat .... tahun 2008 ini umur saya belum 50 tahun .... jadi belum boleh dibilang Golden Age .... kekekekekek
Opa At 02:25 AM 12/29/2007 -0800, you wrote: >Wah.... nggak enak nih terus "disebut-sebut" Opa, akhirnya jadi "terpaksa" >berkomentar. > >Saya coba iseng hitung, berapa kali nama saya disebut, Wah.... ternyata >sampai 5X, ini adalah posting Opa yang terbanyak sebut nama saya . > >Saya jadi inget 4 -5 tahun lalu ketika sempat menjadi pelanggan ISP Opa, >dan tanya umur Opa, kalo tidak salah sekitar 46 Tahun, berarti Opa >sekarang sudah sekitar 50 - 51 Tahun ya :) > >Jadi wajar kalo ke "dunia" IT dimana-mana pasti ketemu nama Opa, apa itu >di Harco, wireless atau per-internet-an..... > >Jadi dari dulu sampai sekarang, saya masih terus "demen" tuh baca >komentar2 atau pun tulisan Opa, baik di Media Cetak (Kompas, Majalah, dll) >atau pun komentar2 di milis, jadi supaya sedikit-sedikit bisa serap ilmu >Opa, dan di umur Opa sekarang, sudah pasti "memberikan pelajaran" pada >orang lain, memberikan kepuasan tersendiri, karena sudah dari umur 18 >Tahun sampai 45 Tahun Belajar terus, jadi saatnya memang untuk >"penyaluran", he...he.... > >Saya baru "ngeh" juga tentang "struggle for life" dan "hoki", kalo >dipikir-pikir memang benar juga, jadi saya konsentrasi di Warnet karena >"belum ada" pilihan lain, sedangkan Opa tidak perlu "struggle for life" di >warnet, karena "sudah banyak" pilihan lain-lain, he...he... > >Kalo buat warnet, saya masih belum ada apa-apanya kok.... >Di Jakarta aja ada banyak sekali yang jago, mulai dari Multiplus, Snappy, >The Patch, Winet, dll, belum lagi kota-kota lain..... > >At the end..... Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Opa yang sudah >memberikan "celah" pada yang muda-muda untuk sedikit berkembang :) > >Dan sekalian juga saya ucapin "Merry Christmas and Happy New Year 2008". > >Salam dari Bogor, >Sahala Doloksaribu > >----- Original Message ---- >From: Michael S. Sunggiardi <[EMAIL PROTECTED]> >To: [email protected] >Sent: Friday, December 28, 2007 1:25:49 AM >Subject: [asosiasi-warnet] Kilas Balik Usaha Warnet : apakah masih prospek? > >Menarik sekali perbincangan prospek warnet dengan berbagai sanggahan dan > >pengalaman pribadinya. > >Opa-pun jadi tergelitik untuk nulis sekitar bisnis warnet ini, karena > >kemungkinan besar, bisnis warnet Opa di Bogor termasuk yang paling tua di > >Indonesia yah, berdiri sejak 1996 (persis kayak pepatah nyonya Meneer .... > >kekekekekekek) . > >Bayangin saja, berdiri terus tanpa duduk-duduk selama 11 tahun, dan akan > >jalan dua belas tahun di tahun Tikus 2008 nanti ! > >Kuncinya sebetulnya adalah "struggle for life" ditambah lagi "hoki", karena > >tanpa keduanya, biar bagaimana jago-pun kita, yah pasti akan kolaps, > >apalagi kalau cuma ngikut-ngikut saja. > >Pada saat saya dan Wak Haji Onno berkeinginan untuk "menjual" konsep warnet > >ini ke seluruh nusantara di tahun 1999, bisnis warnet pada saat itu sedang > >boom - semua mau bikin warnet, dan saya ingat sekali, di Bogor, kota > >kelahiran Opa, ada sekitar 200-an (betul ... dua ratus) warnet yang > >terdaftar ke ISP Opa, termasuk beberapa ke "pesaing"-nya. > >Tapi begitu "mainan" chatting sudah tidak populer lagi, berangsur-angsur > >warnet rontok dengan otomatis, termasuk warnet-warnet yang tadinya jago-an, > >di tahun 2004/2005 hanya sekitar 40-an warnet kali yang maju dan mundur > >bergantian. > >Sekarang, di Bogor yang jadi jagoannya adalah warnet-nya Bang Sahala, > >dimana-mana ada warnet dia dan ramai pula. > >Jadi kan aneh juga kalau dimana-mana bisnis warnet tenggelam, tapi > >tiba-tiba Bang Sahala bisa membuktikan bahwa bisnis warnet itu hebat, > >dengan mengakuisisi puluhan warnet dibawah benderanya. > >Sekali lagi kita lihat, bahwa faktor "struggle for life" plus "hoki" > >membuat Bang Sahala menjadi begitu maju, dalam keadaan dimana bisnis warnet > >pas-pas-an. > >Definisi "struggle for life" adalah kalau si pengusaha-nya betul-betul > >mengandalkan bisnis warnet ini sebagai dapur ngebul sehari-harinya, > >sehingga dia tidak akan bisa mengantisipasi kesalahan kecil-pun yang bakal > >menyebabkan usahanya melemah. > >Definisi "hoki" adalah kalau Tuhan merestui kita dan kita dijalan yang pas, > >timing dan kesempatannya pas, yah kita bisa melaju dengan cepat. > >Nah ... terus mungkin pembaca bertanya .... koq Opa nggak mau "menyaingi" > >Bang Sahala, padahal kalau kemampuan sih kagak ketinggalan. > >Jawabannya ..... bisnis warnet itu bukan bisnis yang harus di "struggle for > >life"-kan oleh Opa, jadi yah silakan saja Bang Sahala dan kawan-kawan maju > >untuk nantinya pasar pengguna Internet akan semakin membesar dan pada saat > >itu, Opa pasti kena beleberan pelanggannya. > >Konsep ini pula yang dilakukan Opa selama lebih dari 7 tahun, bersama Wak > >Haji Onno muter-muter Indonesia untuk sharing knowledge, padahal > >menyelenggarakan suatu event semacam roadshow itu, hasilnya hanya capek saja. > >Namun, inti dari semua usaha ini sepertinya tidak sia-sia, karena minimal > >Opa sudah mendapat banyak kawan dan sedikit sekali "musuh", walaupun di > >bisnis yang sama. Dan yang paling penting, Opa bisa mengisi waktu yang > >semestinya berisi keluh kesah dan muka mengkerut karena belum waktunya > >Internet datang ke Indonesia, seperti yang di iklan-kan oleh operator besar. > >Internet belum bisa banyak berkiprah di Indonesia, karena sistem pendidikan > >kita tidak mendukung, sehingga akhirnya, kebutuhan akan penambahan > >pengetahuan dan mau nyari informasi hanya setengah-setengah, kalah dengan > >isu pornografi, politik dan sosial. > >Muter-muter, bisnis warnet akan jadi sesuatu yang bisa diharapkan kalau > >saja kita konsisten dan berfungsi seperti "struggle for life" dan > >mudah-mudahan, pemerintah dengan program Jardiknas-nya bisa menghasilkan > >anak-anak muda berjiwa Internet, sehingga lima atau sepuluh tahun lagi akan > >buaaanyyak pemakai Internet dan akhirnya membuat Internet itu jadi murah. > >Pada saat itu, warnet dimanfaatkan untuk kumpul-kumpul komunitas atau orang > >kefefet di kota lain saja, karena semuanya kan sudah menggenggam OPLC-nya > >Nicholas Negroponte dan akses Internet yang nyaris gratis, bisa > >menggantikan langganan koran atau majalah ! > >At 05:18 PM 12/27/2007 +0000, you wrote: > > >Business model untuk warnet itu sedikit spesifik. Berhasil di satu > > >tempat belum tentu di tempat lain. Follower itulah yang dicontohkan > > >oleh Wadi sebagai pemain yang silih berganti datang. Mereka yang > > >berhasil diandaikan sebagi pilot project yang sukses dan direplikasi > > >begitu saja oleh follower tanpa melakukan analisa pasar. Learning by > > >doing menjadi ciri khas padahal rentang investasi yang pendek > > >mengharamkan ini. Untuk apa bergerombol di ceruk yang semakin sempit > > >jika hanya menjadi follower? Kuras kreatifitas jika ingin bermain di > > >ceruk yang sama atau buka relung, celah, pangsa di tempat lain, desa > > >misalnya. Prospek warnet ada di sana. > > > > > >tabik, > > > > > >Yamin > > >eks follower > > > > > >--- In asosiasi-warnet@ yahoogroups. com, "Nizar Bunyamin" <[EMAIL > >PROTECTED]> > > >wrote: > > > > > > > > Apapun jenis bisnisnya menurut saya bukan di masalah prospektif atau > > >tidak > > > > prospektifnya, melainkan dari sisi bisnis modelnya, Air ASia berdiri > > >dimasa > > > > keruntuhan airlines tapi mampu menjadi entitas bisnis yang taking profit > > > > from day one of operation. Menanyakan apakah suatu bisnis prospektif > > >atau > > > > tidak sama saja dengan berniat menjadi follower, di semua jenis bisnis > > > > akan selalu ada yang berjaya dan ada yang runtuh, walau di bisnis yang > > > > sifatnya konsesi seperti minyak, ataupun di bisnis yang persainganya > > >secara > > > > regulasi diatur untuk sedikit, tetap saja selalu ada yang jatuh. Jadi > > > > menurut saya feeling dan hitungan pribadi lah yang akan menjawab > > >pertanyaan > > > > ini. > > > > > > > > On Dec 27, 2007 10:46 PM, wadi wijaya <warnetbignet@ ...> wrote: > > > > > > > > > secara prospek target pasar memang menjanjikan. > > > > > negara berpenduduk banyak seperti Indonesia memang lahan bisnis yg > > >sangat > > > > > bagus, apapun itu industri dan produknya. > > > > > opini saya, yg perlu lebih mendapat perhatian adalah iklim bisnisnya. > > > > > Kayaknya sich persaingan makin lama makin ketat, ada persaingan yg > > >kurang > > > > > sehat pula. Juga ini adalah kecenderungan bisnis UKM, bukan skala > > > > > raksasa-internasion al macam telko dan airline, di mana struktur > > > > > permodalannya bisa dapat suntikan dari mana-mana. > > > > > > > > > > salam sukses > > > > > -wadi- > > > > > > > > > > Irwin Day <[EMAIL PROTECTED] .. <irwin.day%40gmail. com>> wrote: Mengapa > > > > > warnet masih prospek? > > > > > > > > > > silahkan dipikirkan sendiri angka-angka di bawah: > > > > > > > > > > 1. Jumlah pendudu 250 juta > > > > > 2. Jumlah pengakses internet 20 juta > > > > > 3. Jumlah komputer di indonesia kurang lebih 6 juta > > > > > 4. Tingkat penghasilan yang rendah menyebabkan komputer masih menjadi > > > > > "barang mewah" > > > > > 5. Walaupun dibeberapa kota harga akses internet sudah ada di kelas > > > > > 200ribu/bln, tapi disebagian besar wilayah Indonesia harga akses masih > > > > > terhitung (sangat) mahal. Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

