Nizar Bunyamin wrote:
> 
> 
> Balik ke teori ekonomi dasar ya, yang gak suka teori sih silahkan ikuti kata
> hatinya. Beberapa tahun yang lalu saya pernah menulis di milis ini, yang
> intinya harga bandwith mahal justru adalah keuntungan buat warnet, karena
> itu menjadi capital barrier, tapi dengan situasi harga bandwith mahal mun
> persaingan warnet tetap ketat. Apalagi sekarang dengan munculnya bandwith
> murah, Supply bertambah, sementara Demand market berkurang, bukan hanya
> karena faktor munculnya produk yang menjadi kompetitor langsung ( Speedy,
> Telkomnet dll). Tapi saingan tidak langsung juga, Telepon murah mengurangi
> konsumen chat, acara TV yang menarik, dan produk produk lainya. Belum lagi
> seringkali pemain baru di dunia warnet muncul dengan Jurus Pendekar mabuk
> sempoyongan banting harga sana sini. Saya sangat tidak percaya jika ada yang
> bilang kondisi ini tidak berpengaruh ke dunia warnet. Di jaringan warnet
> saya sendiri omset boleh dikatakan turun, namun karena saya mengikuti trend
> pasar alhamdulilah dari sisi margin malah naik :)
> 
> Memang untuk antisipasi supply yang bertambah dan demand yang berkurang ada
> banyak cara, yang paling mendasar adalah optimalisasi di Layanan dan Harga.
> Atau Diferensiasi dalam layanan atau kenyamanan, atau apapun. Dan tentu saja
> semua ada konsekuensinya, entah di kapital yang naik.
> 
> Untuk yang mampu bertahan untung bersyukurlah. Namun tolong diantisipasi,
> bahwa tidak terbantahkan kondisi saat ini adalah begitu. *Demand turun,
> Supply naik. *konsekuensinya persaingan naik. Inti Thread ini menurut saya
> adalah disitu. Bisa bertahan atau tidak ya tergantung diri kita
> masing-masing
> 
>  >
>  >
> 

"demand turun, supply naik..." sampai berapa lama?

Koreksi dikit, kompetitor langsung masih lah sesama warnet dalam range 5 
km (saya mengacu pada tolok ukur di dunia bisnis properti dan retail). 
Sedangkan kompetitor tidak langsung (dengan jualannya yang bersifat 
subtitusi atau pengganti) adalah speedy, telkomnet, atau ISP lain yang 
bisa jualan retail ke end user. Sedangkan acara TV atau produk lain 
adalah "noise" yang mengganggu perhatian customer bersifat sementara. 
Dan "noise" itu justru merupakan peluang bagi warnet. Bikin aja milis 
Indonesian Idol, undang salah satu peserta utk ikut di milis, sebagai 
bagian jumpa fans. he.he.

Optimalisasi layanan dan harga, saya setuju, kalau caranya tepat, bisa 
mempengaruhi persepsi dan preferensi (alasan seseorang memilih warnet) 
customer. Itu juga merupakan Entry barrier (hambatan masuk bagi 
warnet-warnet yang niatnya cuman setengah-setengah berbsnis). Contoh di 
malang, warnet-warnet hampir sebagian besar memberikan pelayanan 
fasilitas yang lengkap (webcam, headset, operator ramah, LCD, dll.) yang 
itu cost nya gede. bikin calon pendiri warnet, mikir-mikir dulu.

Kalau Entry Barrier nya cukup ideal, berarti hanya beberapa warnet yang 
serius saja yang bersaing, saya kira itu lebh sehat, daripada ada 
buanyakkk warnet, tapi saling banting-banting harga, karena rebutan 
pasar yang terbatas.

Hasanuddin
Torajanet


Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke