Nizar Bunyamin wrote:
 >
 >
 > Mulai dari pembelajaran metode surveynya aja dulu din. Kenapa musti 
begini
 > kenapa musti begitu. Terus apa yang harus dilakukan supaya surveynya
 > objektif. Dan bagaimana caranya supaya rekan rekan warneter bisa menjadi
 > surveyor yang objektif. Ini penting, supaya hasil akhir survey bisa 
memiliki
 > error margin yang rendah.
 >
 > Survey awal dimulai dari yang gampang dulu aja, data-data dasar yang kita
 > ingin tahu. Seperti : apakah anda memiliki komputer, berapa anggaran
 > internet anda per bulan. disamping tentu saja data demografis dasar :)
 >
 >  >
 >  >

Jujur aja, saya bukan pakar ilmu survey pasar. :) Saya mungkin bukan 
orang yang tepat dalam sharing metode survey. Jam terbang mensurvey pun 
masih sangat minim.

Tapi, saya adalah orang yang mempunyai pemahaman bahwa hasil survey itu 
punya manfaat yang sangat berarti. Ibaratnya peta bagi kalangan militer. 
Bisa dibayangkan, kalangan militer tanpa peta, bagaimana mereka bisa 
menyusun strategi.

Meskipun survey bukan lah penentu keberhasilan. tapi orang yang memiliki 
hasil survey dan  mampu membaca survey lah, dan membuatnya terinspirasi 
dari hasil survey lah yang menentukan keberhasilan. Sering kita mendapat 
ide setelah membaca hasil survei. TING!! kira-kira begitu lah.

Sebelum memutuskan utk melakukan survei, alangkah baikya jika ditetap 
dulu pertanyaan-pertanyaan sederhana dan pokok yang ingin dijawab. Apa 
yang ingin diketahui, baru di cari tahu, hal-hal apa saja yang 
berhubungan dengan pertanyaan itu.

nah, hal-hal tersebut sering disebut dengan faktor-faktor. faktor 
tersebut perlu dicari tahu keterkaitannya dan saling pengaruhnya, karena 
informasi itu mungkin akan mengarah ke jawaban atas pertanyaan tersebut. 
Umumnya faktor-faktor tersebut membentuk pola tertentu.

faktor tersebut dikembangkan ke beberapa pertanyaan yang lebih detil 
(butir-butir), dan nanti akan diproses melalui "tools" alat analisis 
yang diciptakan ilmuwan untuk menganalisa data-data tersebut. yah, boleh 
dibilang processornya lah. "processor" yang tepat akan mempengaruhi 
hasil analisis.

Maka keluarlah data angka statistik... Yang sangat terpenting adalah, 
bagaimana "membaca"nya dan menginterpretasikan data, sehingga kita 
terinspirasi, lalu tergerak melakukan sesuatu hal yang unik dan 
menguntungkan.

nah, mengenai survey yang obyektif... surveyor harus punya wawasan dan 
skill yang cukup. obyektifitas tergantung juga pada metode pengumpulan 
datanya. ada beberapa cara: observasi, dokumentasi, dan wawancara. 
Semakin besar keterlibatan surveyor dengan responden (orang yang ditanya 
atau mengisi questionnaire), maka semakin besar peluang 
subyektifitasnya. Misalnya sebagai pemilik warnet, melakukan survey 
secara observasi dan wawancara saja, mengamati pengujung warnetnya, ada 
kemungkinan dia menilai secara subyektif, karena batasan lingkup 
wawasan, responden sungkan dengan pemilik, dan menjawab yang bagus2.

Melakukan penilaian ke warnet kita, harus menilai berdasarkan 
perkembangan dari tahun ke tahun (time series) lalu dianalisa prosentase 
peningkatannya, dan kalau memungkinkan, diperbandingkan (cross section) 
dengan beberapa warnet yang punya karakter yang sama misalnya faktor 
kedekatan (proximity). Biasanya warnet2 yang berada dalam radius 3-5 km. 
Perbandingan dengan warnet yang berada di luar range tersebut, sulit 
dilakukan, kuatirnya informasinya bias. Meskipun informasi tersebut 
masih dibutuhkan sebagai wawasan.

Saya setuju jika kita memulai melakukan survey kecil2an. tapi saya 
menyarankan menggunakan metode questionnaire. karena pertimbangan 
keterbatasan customer, kalau mereka diwawancarai tentunya mereka merasa 
terganggu. kalau observasi, agak sulit, karena mereka banyak diemnya.... 
tidak tahu apa yang dikerjain dalam bilik komputer client hihihihih....

buat kuis diskon 10 menit jika menjawab 5 pertanyaan. jika mereka mau 
nambah bonus 10 menit lagi, jawab lagi 5 pertanyaan. bisa juga dengan 
syarat mendaftar member harus mengisi questionnaire. Saya kita metode 
quesionnaire lebih obyektif.

Mungkin itu saja uraian saya, maaf pak Nizar, mungkin saya tidak 
memberikan sharing yang seperti yang diharapkan, hal yang lebih teknis. 
karena saya tidak punya kapasitas kemampuan untuk itu. Tapi tujuan saya, 
untuk memotivasi rekan-rekan untuk menggunakan tools survey sebagai alat
dalam manajemennya.

Mohon masukan, kritik dan saran.

Hasanuddin
torajanet







Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke