Dear warneter,

sebelumnya saya permisi dulu dengan bapak-bapak moderator pengelola warnet, 
disini saya ingin sedikit sharing tentang "sistem pengendalian intern" untuk 
warnet agar kinerja warnet dapat terjaga dan terus berkembang. Terus terang 
pengalaman saya membuka warnet memang masih seumur jagung, maklum saja karena 
warnet yang saya dirikan adalah warisan dari kegagalan kerjasama dalam sistem 
franchise.

Untuk memulainya dalam bahasa sederhana, saya coba terangkan dulu tentang apa 
itu "sistem pengendalian intern" merupakan suatu sistem yang dirancang untuk 
menjaga aman harta perusahaan melaui perencanaan dan pengendalian operasi 
perusahaan. Untuk penjelasan lebih rinci lagi silahkan lihat di wikipedia 
supaya lebih memahami teknisnya. Nah sebenarnya sistem itu sendiri sudah bapak 
dan ibu kenali dan lakukan sejak awal mendirikan usaha, bahkan dalam mengelola 
rumah tangga pun sudah ada yang namanya pengendalian intern. Namun demikian, 
sistem ini baru akan meningkat menjadi lebih rumit manakala kegiatan bapak dan 
ibu semakin meningkat pesat, sehingga tidak adalagi ruang dan waktu yang 
tersedia untuk turut mengendalikan jalannya perusahaan secara penuh. Sejak saat 
itu pula sistem mulai berkembang dan menjadi lebih kompleks dan rinci.

sebagaimana diungkapkan dalam berbagai literatur, ternyata sistem pengendalian 
intern itu terdiri dari berbagai pernak-pernik dunia administrasi, akuntansi 
sampai masalah perijinan dan peraturan adalah produk dari pengendalian intern 
itu. Khusus untuk warnet, saya coba menjelaskan komponen-komponen nyata yang 
terkait seperti :
komputer billing (untuk mencatat penerimaan uang)
kasir (petugas yang dipercaya dan diharapkan dapat mencatat semua pemasukan)
kasir-operator (petugas yang mengoperasikan sistem billing)
absensi (peraturan untuk menjamin kehadiran dan jam buka/tutup gerai warnet)
laporan harian (ikhtisar yang dihasilkan dari billing warnet)
laporan bulanan (laporan keuangan yang disusun dengan akuntansi sederhana)
buku kas/buku bank (buku yang mencatat semua penerimaan dan pengeluaran biaya)
daftar aset (buku yang berisi daftar komputer dan peralatannya sampai pada meja 
kursi, ac dan kelengkapan gerai)
rekening bank (untuk menampung pendapatan supaya uang tidak menumpuk di laci 
kasir)
peraturan kepegawaian (ketentuan sederhana yang terkait dengan sistem 
penggajian)
kebijakan operasional (termasuk kebijakan terkait dg target pasar, cara 
marketing, pemilihan paket produk, dsb)
terakhir adalah kontrol rutin (tugas dari pemilik warnet untuk melakukan 
kunjungan atau pengawasan berkala, termasuk menugaskan mistery shoper ataupun 
sidak)
penulisan diatas tidak saya urutkan secara sistematis, agar dapat ditambahkan 
lagi jika ada kekurangan tanpa harus takut salah mengenai urutan ataupun maksud 
dari uraian yang tertulis dalam tanda kurung.
 
Untuk memudahkan saya membagi kelompok pengendalian intern khusus warnet dalam 
3 kelompok fungsi yakni sbb;
 
1. Fungsi Keuangan
Fungsi keuangan meliputi kasir, sistem billing sampai penyetoran kebank dan 
pembayaran biaya operasional termasuk gaji. Didalam fungsi keuangan, saya hanya 
menunjuk satu orang yang dapat dipercaya (tentu saja dan kalo bisa diurus 
sendiri oleh pemilik -- jika ada waktu) khususnya jika skala struktur 
organisasi warnet memang sangat sederhana (maklum untuk warnet kecil dengan 
5-10PC tentu sangat terbatas jumlah orangnya.
 
Pertama
Bedakan antara kasir yang memegang keuangan dengan kasir yang mencatat langsung 
dari sistem billing (ini saya sebut kasir-operator) karena kasir adalah orang 
yang dipercaya, sehingga dia bisa merangkap sebagai kasir-operator tapi 
kasir-operator tidak bisa merangkap kasir. Sampai disini, jangan sampai bingung 
ya, karena fungsi kasir yang saya bicarakan adalah kasir untuk pemegang buku 
kas besar, dan kasir-operator adalah pemegang kas kecil.
 
kedua 
Kasir harus menyetorkan uang pendapatan ke rekening bank yang ditunjuk, agar 
dicatat oleh bank setiap hari atau paling sedikit seminggu 2 kali, yakni pada 
hari jum'at pagi (untuk pendapatan dari senin sampai dengan kamis -- 4 hari) 
dan pada hari senin pagi (untuk pendapatan dari jumat, sabtu dan minggu) -- 
jika hari senin dan jumat jatuh pada hari libur, maka penyetoran harus 
dilakukan pada hari kerja berikutnya. Jika kasir menyetorkan secara tunai, 
langsung kepada pemilik, maka sebaiknya pemilik mempunyai buku penerimaan kas 
tersendiri yang mencatat penerimaan tersebut secara rutin.
 
Tujuan dari cara ini, adalah untuk menghindari penumpukan uang di laci kasir 
(karena itu cara terbaik adalah harus dilakukan setiap hari) sehingga untuk 
selanjutnya jumlah penerimaan tunai ini akan dibandingkan dengan catatan 
pendapatan menurut sistem billing. Pencocokan dilakukan secara berkala, paling 
sedikit seminggu sekali yakni pada hari jumat (atau pilih saja hari yang paling 
senggang, agar tidak mengganggu jalannya operasi)
 
ketiga 
Akses terhadap sistem billing harus dibatasi agar kasir-operator tidak dapat 
melihat jumlah total pendapatan pada hari itu, dalam hal ini, kasir-operator 
hanya diberikan tugas untuk mencatat setiap transaksi kedalam sistem billing, 
dan setiap transaksi dikeluarkan struk belanja. Tugas kasir-operator hanyalah 
mencatat fisik kas yang diterimanya, dan melaporkannya secara harian dalam 
formulir standar yang sudah dibuat, tanpa pernah tahu berapa jumlah diangka 
penerimaan di billing sistem.
 
Maksud dari cara ini, adalah agar kasir tidak cuma mencocokkan penerimaan uang 
dengan billing sistem, dan "kelebihan uang" akibat lupa pendapatan lupa dicatat 
langsung diklaim sebagai pendapatan pribadi. Untuk itu secara periodik, pemilik 
warnet dapat menghitung total jumlah laporan harian kas, dan membandingkannya 
dengan total pendapatan pada periode yang sama yang dicatat dalam billing 
system. Apabila ada perbedaan maka setiap "selisih lebih" adalah pendapatan 
lain2 atau kasir yang sering lupa mencatat pendapatan, jika ada "selisih 
kurang" maka terdapat tamu yang tidak membayar, atau ada pengeluaran yang tidak 
dicatat dalam laporan harian. Jika selisihnya terlalu kecil, tentu saja kita 
terima sebagai selisih uang kecil, karena sistem billing menghitung dalam 
satuan rupiah, sementara mata uang yang tersedia paling kecil adalah Rp50,-
 
keempat
Pengeluaran operasional hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan 
dari pemilik, kecuali untuk pengeluaran rutin yang sudah diketahui oleh pemilik 
secara pasti. Setiap pengeluaran yang dapat dilakukan oleh kasir adalah 
pengeluaran seperti; (a) pembayaran utilities -- listrik, telepon, internet, 
dan atk yang nilainya kecil. (b)pembayaran gaji karyawan -- kalau jumlahnya 
besar harus disiapkan sendiri oleh pemilik. (c) pembayaran maintenance 
peralatan, kerusakan, perbaikan dsb yang nilainya kecil (maksimal sekitar 
Rp500ribu). (d) pengeluaran lain terkait dengan kegiatan operasional seperti 
iuran kebersihan, keamanan, sumbangan hari besar dsb.
 
Semua jenis pengeluaran harus dicatat dalam buku kas secara jelas, dimana dalam 
catatan tersebut setidaknya dibuat kolom-kolom untuk mengelompokkan pengeluaran 
tersebut dengan detil sbb; (a) tanggal (b) keterangan (c) jenis pengeluaran (d) 
jumlah rupiah -- (pengelompokan ini sifatnya sederhana dan dapat diperluas atau 
ditambah lagi dengan informasi lain sesuai kebutuhan masing-masing, misalnya 
“referensi nomor bukti”; “nama operator/orang yang belanja”; atau “informasi 
lain” yang mungkin diperlukan.
 
Pencatatan ini, harus didukung oleh bukti-bukti pengeluaran, sehingga jangan 
lupa untuk menugaskan pegawai menyusun dan menempelkan bukti-bukti pengeluaran 
dalam satu lembar kerta A4 yang sudah bekas, berdasarkan tanggal transaksi. 
(biasanya satu halaman A4 cukup untuk mencatat seluruh transaksi tersebut). 
Jika bukti tidak ada, tapi pemilik yakin bahwa pengeluaran tersebut memang 
terjadi, maka bisa ditulis langsung pada lembar A4 tersebut mengenai rincian 
biaya yang dikeluarkan. Hal ini biasanya terjadi pada pembayaran secara 
elektronik, seperti telpon, dan listrik.
 
Kelima
Pengeluaran investasi, seperti pembelian komputer baru, renovasi, pembelian ac, 
pembelian perabotan dan peralatan lain yang masa pakainya lebih dari satu 
tahun, dan atau memperpanjang umur aktiva. Kurang lebihnya semua pengeluaran 
ini adalah investasi yang harus dikembalikan kepada pemilik warnet. Oleh karena 
itu harus dicatat dengan baik, dan diperhitungkan umur penyusutannya. Cara 
menghitungnya adalah dengan (a) “memperkirakan masa pakai efektif“ (bisa umur 
ekonomis bisa umur teknis, tergantung kebutuhan, karena biasanya usaha warnet 
yang sewa selama 5 tahun, tentu saja memperhitungkan umur asetnya selama 5 
tahun juga, atau mengikuti ketentuan standar akuntansi yang berlaku atau 
ketentuan penyusutan menurut pajak) (b)“memperkirakan nilai sisa“ (ini Cuma 
estimasi harga jual seandainya investasi itu dijual pada akhir masa pakai 
efektif-nya) (c) “nilai perolehan“ dari investasi bapak-ibu. Selanjutnya 
dilakukan perhitungan sbb;
 
(d) biaya penyusutan = [(c)-(b)]/(a)
 
Jadi biaya penyusutan adalah semacam upaya pengembalian modal yang sudah 
ditanamkan saat pendirian warnet bapak-ibu sekalian, dan umurnya dibatasi pada 
seberapa lama warnet bapak ibu dapat dipertahankan operasinya. Kalo menurut 
prinsip akuntansinya sih “going concern” artinya sepanjang masa tidak boleh 
direncanakan untuk ditutup, tapi dalam prakteknya, paling panjang umur warnet 
yang tempatnya sewa, ya selama masa sewa itu masih ada, dan setelah ada 
kenaikan maka tidak layak lagi untuk diteruskan, kecuali skala ekonomisnya 
memungkinkan. 
 
Biaya penyusutan ini adalah biaya yang tidak memerlukan pembayaran kas, jadi 
sifatnya administratif sehingga disebut “non-cash expenditure”, tapi uangnya 
bisa bapak ibu tabung untuk melakukan peremajaan warnet, atau persiapan buka 
warnet ditempat lain.
 
Keenam
Sewa ruko, merupakan pengeluaran dimuka yang terkait dengan operasi warnet. 
Pengeluaran semacam ini memang makin hari makin tinggi, dan tidak terjangkau, 
sehingga cenderung biaya sewa ruko dibayarkan untuk periode 5 tahun, atau 
paling sedikit dalam periode dimana tercapai satu titik break-even (titik impas 
– tidak rugi tidak untung).
 
Biaya sewa, mirip dengan biaya penyusutan, tapi tidak punya nilai sisa, yang 
ada juga security deposit (dan deposit ini biasanya dikembalikan setelah 
penyewa menyerahkan kunci properti kepada pemiliknya). Perhitungan biaya sewa 
dilakukan dengan cara sebagai berikut;
 
(a)    masa sewa dalam hitungan bulan
(b)   besarnya uang sewa
(c)    amortisasi = (b)/(a)
 
Jadi disini, amortisasi adalah pembebanan biaya dibayar dimuka yang harus 
dikumpulkan atau dikembalikan kepada pemilik warnet, guna menyiapkan tabungan 
untuk memperpanjang sewa atau mencari tempat sewa baru. Ini juga termasuk 
“non-cash expenditure”.
 
 
2. Fungsi Administratif/akuntansi
 Nah sekarang kita lanjutkan untuk fungsi administrasi atau akuntansi, sehingga 
apa yang sudah dijelaskan pada fungsi keuangan dapat dicatat dalam satu sistem 
administrasi yang tertib dan bisa memberikan gambaran kinerja warnet bapak ibu 
sekalian.
 
Untuk itu saya akan coba memberikan gambaran tentang formula akuntansi neraca, 
dimana (x) = aset ; (y) = hutang ; (z) modal maka (x) = (y)+(z), jadi jika (y) 
= 0 (berarti semua investasi pake modal sendiri) maka (x)=(z), nah jika (z) =0 
(ini namanya bikin warnet dengan modal dengkul alias ngutang semuanya 
he…he..he..) maka (x)=(y)
 
Sampai disitu masih ada lagi kelanjutannya yakni, yakni formula akuntansi 
rugi/laba, dimana strukturnya dapat saya rinci sbb;
 
(a)    Pendapatan (biasanya saya pisahkan antara pendapatan murni dari warnet 
dan pendapatan lain-lain seperti makanan, minuman, printing dsb.
(b)   Harga pokok (ini adalah biaya internet yang dibayarkan kepada ISP, dan 
Harga Pokok Lain yang terkait dengan produk yang dijual, seperti makanan, 
minuman, toner, tinta dll).
(c)    Biaya administrasi (yang meliputi : Gaji Pegawai, Biaya listrik, 
telepon, PAM, ATK, iuran sampah, keamanan, dan biaya lain yang tidak secara 
langsung menunjang operasi warnet)
(d)   Biaya amortisasi dan penyusutan (ini biaya amortisasi sewa tempat, dan 
biaya penyusutan perabotan, AC, komputer, dan renovasi)
 
(a)-(b) = (e) Pendapatan Kotor
 
(e)-(c) = (f) Pendapatan sebelum amortisasi dan penyusutan
 
(f)-(d) = (g) Pendapatan bersih sebelum pajak (untuk pajak saya tidak jelaskan 
lebih lanjut, karena nanti bikin pusing... he..he..he..)
 
Selanjutnya (g) tadi jika ditambahkan dengan (z) modal, maka akan menambah aset 
warnet bapak ibu sekalian, sehingga total formula neraca yang tadi 
(x)=(y)+(z)+(g)
 
Demikian sedikit tentang teori akuntansinya sebelum saya lanjutkan pada tahapan 
berikutnya, dimana fungsi keuangan dari urutan kesatu, kedua dan ketiga harus 
dicatat dan dilaporkan secara harian untuk selanjutnya dibukukan sebagai 
(A)PENDAPATAN, dan fungsi keuangan keempat dicatat sebagai (B) HARGA POKOK dan 
(C)BIAYA ADMINISTRASI, terakhir fungsi keuangan yang kelima dan keenam akan 
dicatat sebagai (D) BIAYA AMORTISASI DAN PENYUSUTAN.
 
Atau saya ulang dengan ringkas jadi sbb;
1,2,3 = pendapatan
4=harga pokok dan biaya administrasi
5,6 = biaya amortisasi dan penyusutan
 
Dengan cara pencatatan seperti ini, kunci utamanya terletak pada buku kas dan 
buku bank yang bapak ibu miliki, karena dari situ, semua transaksi bisa 
dicocokkan dan direkonstruksi secara sistematis menjadi laporan keuangan dan 
rugi laba. Sementara itu, kinerja keuangan akan terlihat apakah usaha bapak ibu 
sudah cukup menguntungkan, atau hanya ada keuntungan tunai, karena tidak lagi 
“nombok” dan sudah bisa operasional secara mandiri, namun tingkat pengembalian 
investasinya masih rendah, sehingga saat tiba waktunya bayar sewa atau 
peremajaan komputer, kantong kita kebobolan lagi ….
 
 
 
3. Fungsi Pengawasan
 
Sekarang tiba saat melakukan pengawasan. Disini saya coba untuk menjelaskan 
teknik pengawasan dengan cara melihat dulu skenario kecurangan yang mungkin 
terjadi dalam pengelolaan warnet, sehingga bapak ibu dapat langsung 
mempraktekkan sistem pengendalian intern seperti apa yang tepat.
 
pendapatan tidak disetorkan
untuk masalah ini, hanya perlu dilakukan rekonsiliasi antara catatan pendapatan 
menurut billing dengan catatan penerimaan kas/bank, dan setiap terdapat selisih 
harus cocok dengan catatan biaya yang sudah dikeluarkan. Teknik ini, hampir 
pasti biasa dilakukan oleh semua pemilik warnet dan terlalu mudah diketahui 
oleh pegawai warnet, sehingga kalaupun terjadi, biasanya akibat jarangnya 
pemilik warnet melakukan pengawasan. Untuk itu disarankan untuk melakukan 
rekonsiliasi semacam ini, setidaknya sebulan sekali, atau lebih baik lagi jika 
dilakukan setiap minggu.
 
perangkat dan peralatan  sering rusak dan perlu biaya perbaikan yang tinggi
Seringkali kerusakan tersebut tidak benar-benar terjadi, tapi sekedar untuk 
menciptakan transaksi kas keluar. Jika ini terjadi, maka sebaiknya bapak ibu 
memberlakukan ketentuan untuk minta ijin atas setiap perbaikan atau kerusakan 
sebelum di servis, dan usahakan untuk menentukan sendiri tempat service yang 
dianggap jujur dan baik. Jika perlu lakukan maintenance contract service dengan 
mereka yang bapak ibu sukai. Jika hal ini tidak juga aman, maka cari vendor 
lain yang lebih baik dan sesuai dengan harapan bapak ibu.
 
pemakaian kertas, toner atau tinta cetak yang tinggi
Praktek ini, seringkali terjadi dan sangat sulit dikontrol, sehingga pegawai 
yang nakal sangat betah untuk bekerja pada jam-jam ramai. Ini sama dengan buka 
toko didalam warnet kita, sehingga biaya-biaya operasional dibebankan kepada 
warnet, sementara pendapatan di kantongin oleh pegawai nakal tersebut. Solusi 
atas praktek ini adalah dengan mengirimkan “mistery shopper” yang tugasnya sama 
seperti pelanggan biasa, tapi akan melaporkan semua kelakuan pegawai nakal. 
Cara lain untuk menanggulanginya adalah dengan menggunakan teknologi yang lebih 
mahal, mulai dari kamera, software printer control, sampai mesin printer baru 
yang ditawarkan oleh perusahaan FX yang punya software auditron, sehingga bisa 
mengontrol pemakaian cetak warna, hitam putih, dan usernya. Ini barang baru dan 
mahal, sehingga tidak cukup layak untuk warnet yang skala produksi cetakannya 
terlalu kecil. Jika berbagai cara tidak juga berhasil, maka lakukan pengawasan 
khusus dengan
 menggantikan fungsi pegawai tersebut untuk kurun waktu tertentu misalnya satu 
minggu dengan pegawai lain yang dipercaya, sehingga ditemukan perbedaannya.
 
pelanggan warnet tidak membayar
Karena kasir-operator tidak bisa melihat total jumlah penjualan di akhir hari, 
maka jumlah tunai yang dilaporkan bisa saja lebih kecil dari jumlah pendapatan 
menurut billing sistem. Jika hal ini terjadi, maka biasanya pegawai akan 
mengatakan bahwa ada pelanggan yang lari tidak membayar. Untuk warnet yang 
berada dilingkungan perumahan, hal seperti ini terkadang terjadi, dengan alasan 
ada pelanggan yang berhutang. Hal-hal semacam ini hanya bisa ditetapkan dengan 
kebijakan, bahwa selisih kas tersebut harus dibayar oleh pegawai yang 
bersangkutan dan dipotong pada gaji bulan depan.
 
permainan tarip cetakan warna dilaporkan hitam putih
Ini juga praktek yang sama dengan poin (c ) di atas, solusinya pun bisa dilihat 
diatas.
 
penjualan makanan minuman menurun
Sepanjang penurunan penjualan makanan dan minuman disebabkan karena sedang 
bulan puasa, tentu saja ini adalah hal yang wajar, tapi jika penurunannya tidak 
proporsional terhadap kinerja warnet secara keseluruhan, maka bisa dipastikan 
terdapat penggelapan seperti pada poin (c) dan (e), jadi solusinya bisa dilihat 
di atas. Namun untuk memudahkan analisisnya, bapak ibu bisa melakukan 
pengecekan pada perbandingan antara Penjualan Lain-lain dengan Penjualan 
Warnet, begitu juga pada Harga Pokok Warnet dibandingkan dengan Harga Pokok 
Lain-lain. Lakukan perbandingan ini dengan periode lain yang telah lalu, 
misalnya sekarang bulan februari, maka lakukan dengan periode januari, atau 
desember. Jika terjadi perbedaan yang mencolok, tentu ini ada indikasi 
kecurangan, tapi jika penjualan keseluruhan juga sedang lesu maka hal ini 
sifatnya alamiah dan berdampak pada penurunan penjualan makanan dan minuman.
 
pemakaian listrik/telepon meningkat
pemakaian listrik dan telepon yang meningkat harusnya merupakan pertanda baik 
jika diikuti dengan peningkatan pendapatan, namun jika tidak diikutin dengan 
peningkatan pendapatan, maka ada indikasi kecurangan, misalnya warnet digunakan 
saat sedang tutup, atau telepon digunakan untuk kepentingan pribadi secara 
berlebihan. Solusinya adalah buat peraturannya, dan lakukan kunjungan rutin 
atau dengan mistery shopper, sehingga pegawai tidak bisa lagi sembarangan 
melakukan kecurangan yang merugikan pemilik.
 
dsb.
Terakhir, saya harus mengatakan bahwa internal kontrol warnet ini tidak mudah 
untuk diterapkan, karena pemahaman karyawan pelaksana dan perbedaan kebutuhan 
atau varian jenis usaha yang digeluti dalam bisnis warnet. Misalnya untuk 
warnet-café dan, warnet-percetakan, sudah tentu punya cara tersendiri.
 
Sedangkan untuk bapak ibu yang merupakan karyawan warnet, internal control ini, 
bisa menunjukkan kinerja karyawan dengan jelas, sehingga jika warnet yang 
dikelola mengalami kemajuan, sudah tentu karyawan juga berhak untuk menikmati 
sukses ini dengan mendapatkan fasilitas atau kenaikan gaji. Hal ini sudah saya 
praktekkan, pada karyawan saya, sehingga saat ini jika mereka bisa 
mempertahankan kinerjanya dengan baik maka saya akan memberikan bonus, bila 
kinerja tersebut terus meningkat melebihi target selama 3 bulan berturut-turut, 
saya akan menaikan gaji mereka.
 
Buat bapak ibu yang merasa kurang memahami atau ingin lebih menguasai masalah 
administrasi dan akuntansi dapat menghubungi saya melalui email 
herusidik(ad)yahoo(dot)com.
 
Catatan: Email ini akan lebih baik jika dicetak dan dibaca sambil minum teh 
manis, sore hari, saat sedang santai, karena jika dibaca sambil bekerja, dapat 
menimbulkan efek mual pening, letih dan lesu… he..he..h.e…  Selamat berkarya …..
 
 
 
Salam,
Heru Muara Sidik


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke