mantab Pak Budhi,
beberapa point sudah ada yang sama diterapkan di warnet saya. cuma nanti akan 
saya beri tulisan di tembok seperti dilarang membuka situs porno, dilarang 
merokok dll.
Perlu menambahkan juga berupa tulisan yang sifatnya mengingatkan agar jangan 
pernah menuruti orang yg tak di kenal didalam facebook untuk bertemu dll. dan 
jangan pernah menulis pesan kata-kata yg sifatnya sara dan berbau pencemaran 
nama baik.

Thanks and regard,
Nana Icklas



________________________________
From: Satya Budhi PRamana <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, March 14, 2012 7:02 PM
Subject: RE: [asosiasi-warnet] Kekerasan Pada Anak Dibawah Umur


  
Dear rekan rekan,
 
Warnet saya banyak diatur oleh saya sendiri, sehingga baik dan buruknya saya 
lihat dari kaidah yg ada dalam lingkungan itu. Warnet saya di dalam komplek 
perumahan, sehingga ada aturan seperti ini:
 
-          Tidak merokok karena ber AC
-          Di tembok ditulis dilarang membuka Situs Porno
-          Posisi Komputer selalu menghadap keluar tanpa sekat, sehingga setiap 
orang bisa lihat, mengurangi untuk membuka situs situs yang dilarang
-          Setiap Jumat waktunya jumatan, saya stop semua kegiatan agar yg 
nyewa pada sholat.
-          Penjaga operatornya Wanita berjilbab lagi, sehingga Customer yang 
ingin menyewa juga cukup segan berlaku tidak sopan.
-          Game online yang ada di seleksi agar tidak membuat si penyewa 
terpengaruh hal-hal yang buruk
-          Warnet lebih banyak berurusan dengan orang-orang yg Browsing untuk 
urusan tugas kantor dan sekolah, sehingga menjadi Business Center, sibuk dengan 
mencetak Foto, Tulisan skripsi browsing.
-          Game labih banyak disewa pada saat weekend.
 
Semua dijalankan, Alhamdulillah tidak mengurangi peminatnya, karena saling 
melengkapi, pada saat yang main game lagi sepi, tetap ada yang menyewa untuk 
tugas-tugas sekolah dan kantor. Sehingga boleh dibilang jadi agak Female Warnet 
saya, karena yang menyewa kebanyakan Wanita, mereka merasa nyaman, bebas asap 
rokok, dan konsumennya sopan. Ini suatu peluang yang harus dipikirkan, karena 
konsumen wanita ternyata lebih banyak dibandingkan laki-laki yang bermain game.
 
Demikian share dari saya.
 
Salam
 
Satya Budhi Pramana
Ganetro
From:[email protected] [mailto:[email protected]] 
On Behalf Of Irwin Day
Sent: Sunday, March 11, 2012 10:53 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [asosiasi-warnet] Kekerasan Pada Anak Dibawah Umur
 
  
Belum ada penelitian resmi soal ini, tapi kalo melihat lebih dalam para 
pengusaha warnet/game memang tidak peduli apakah game yg dimainkan sudah sesuai 
dgn batasan umur pelanggan.

Pertanyaan sederhana, kalau nanti aturan soal batasan umur (rating) diterapkan, 
sudah siap belum? Pemerintah juga sama tidak pedulinya, sudah berkali-kali 
Awari mengusulkan perlunya sgera diatur batasan umur pada beberapa jenis game 
terutama yg mengandung unsur kekerasan. Jawabannya: belum menjadi prioritas. 

Nunggu korban ada korban dulu kali, baru sibuk lagi jumpa pers.
Sent from Old BlackBerry® smartphone

________________________________

From: Nana Icklas <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Wed, 29 Feb 2012 22:10:01 -0800 (PST)
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [asosiasi-warnet] Kekerasan Pada Anak Dibawah Umur
 
  
Dear rekan,
masih ingat kasus beberapa hari yang lau mengenai kekerasan pada anak dibawah 
umur sampai terjadi penusukan. Ternyata sedikit berpengaruh pada warnet di 
daerah saya. Karena alasan si anak tersebut sering bermaik games online di 
warnet. kita tau warnet tanpa games online tidak mungkin jalan atau bertahan 
lama. Dda games online lengkap saja banyak yang mulai gulung tikar.
 
Pak Irwin dan rekan sekalian, gimana menanggapi masalah ini bilamana ada orang 
tua si anak yang sering main di warnet kita mengomentari masalah diatas. 
gara-gara games online di warnet anak kita jadi terbiasa main kekerasa atau 
terinpirasi berbuat kekerasan karena kebiasaan maen games online tersebut.
 
thanks sebelumnya.
 

Kirim email ke