BAHTERA DAKWAH SALAFIYYAH

DI LAUTAN INDONESIA ( 2/3 )

 

Disusun Oleh :

Muhammad Arifin Badri, Lc, MA
( Alumni S-2 Universitas Islam Madinah, KSA 
dan Mahasiswa S-3 Universitas Islam Madinah, KSA )
-------------------------------------------------------------------------------
 

Kedudukan uang transportasi bagi seorang da�i

            Pada permasalahan ini, kita dihadapkan kepada sebuah tradisi dan 
budaya yang bersenggolan dengan prinsip paling besar dalam agama Islam, yaitu 
keikhlasan dalam setiap aktifitas kita, prinsip hanya mengharapkan balasan 
bagi segala amalan kita hanya darri Allah Ta�ala. Pada kesempatan ini, saya 
tidak ingin membahas tentang kewajiban ikhlas; karena hal itu sudah diketahui 
bersama. Yang ingin saya serukan dalam kesempatan ini, adalah ajakan kepada 
seluruh du�at dan asatidzah, agar mengkaji ulang hukum kebiasaan yang berlaku 
ditengah-tengah kita, yaitu kebiasaan menerima uang transportasi.

            Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang hukumnya, mari kita 
koreksi, apakah uang transportasi yang kita terima, setelah kita memberikan 
pengajian/ceramah/dauroh dll, benar-benar uang transportasi? Ataukah uang 
transportasi? Ataukah uang transportasi yang telah digelembungkan berlipat 
ganda, dan meneurut yang saya bketahui- alternatif inilah yang terjadi, 
transportasi inilah yang terjadi, transportasi pulang pergi yang seharusnya 
hanya- misalnya Rp. 50.000,- akan ttp amplop yang diterima berisikan- minimal 
Rp. 100.000,-

            Hal kedua yang harus kita kaji ulang adalah hukum menerima uang 
tersebut, sebab para ulama� semenjak dahulu kala sudah berbeda pendapat dalam 
menghukumi hal ini, ada yang menghalalkan, dan ada yang memakruhkan, dan ada 
yang mengharamkannya, dan pendapat ketiga inilah yang dirajihkan (dikuatkan) 
oleh Syekh Muhammad Nashirddin Al Albani rahimahullah.

            Sebagai contoh dari kisah-kisah yang sampai kepada saya: Ada 
beberapa ustadz yang-  Alhamdulillah �telah berhasil mendirikan Pondok 
Pesantren, dan -Alhamdulillah pula- telah memilki santri yang cukup banyak, 
lebih mementingkan untuk memenuhi undangan pengajian diluar pesantren �
terlebih-lebih undangan dari luar kota- dibandingkan  mengajar di pesantren 
yang telah ia dirikan, akibatnya santri pesantrennya sering tidak mendapatkan 
pengajaran. Bahkan seringkali, Ustadz tersebut, bila sudah keluar kota untuk 
berdakwah, tidaklah kembali ke pesantrenya, kecuali bla sudah kecapekan, dan 
sudah mulai merasakan gejala akan jatuh sakit.

            Apakah ustadz yang bertindak seperti ini, tidak ingat, bahwa 
kewajiban mengajar diesantrennya lebih besar dibanding berdakwah di luar kota? 
Bukankah para santri telah �walaupun sedikit- membayar SPP, sehingga telah 
menjadi hak mereka untuk menerima pengajaran yang telah dicanangkan oleh pesantren?

            Lalu, apakah yang memotivasi ustadz tersebut untuk keluar kota? 
Bukankah keluar kota lebih melelahkan? Membutuhkan transportasi? Bukankah 
kewajiban berdakwah bisa dilaksanakan tanpa itu semua? Yaitu mengajar di 
pesantren yang telah ia dirikan, dan berdakwah di masyarakat sekitar lokasi 
pesantren?

            Diantara kisah yang sampai kepada saya : Bahwa daerah-daerah yang 
masyakatnya (orang-orang yang telah kenal dan mengikuti kajian salaf) 
berperekonomian / berpenghasilan rendah / tidak memiliki donatur yang kuat, 
kesusahan untuk mendatangkan ustadz yang siap mengisi pengajian di tempat-
tempat tersebut, terlebih-lebih pengajian rutin.

pernah saya dengar sampai kepada 

            Diantara kisah yang pernah saya dengar : Ada seorang Ustadz (A) 
bermusuhan dengan Ustadz (B), si (A) telah mentahdzir si (B), dengan berbagai 
alasan. Pada suatu saat, ada salah seorang murid Ustadz (A) �dikarenakan 
beberapa hal- menghadiri pengajian Ustadz (B) dan enggan menghadiri pengajian 
Ustadz (A), maka Ustadz (A) berang seakan sedang kebakaran kumis, lalu 
mengatakan bahwa Ustadz (B) telah mencuri muridnya.. Usut punya usut, ternyata 
dahulunya anak murid tersebut biasanya selalu memberikan sumbangan kepada 
Ustadz (A), dan setelah menghadiri pengajian Ustadz (B), ia tidak lagi 
mengucurkan sumbangan tersebut.

Pemahaman dan sikap warisan dari berbagai firqoh-firqoh (aliran-aliran) yang 
bersebrangan dengan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah

            Tidak mungkin kita pungkiri, bahwa banyak dari kita, sebelum 
mengenal dakwah salaf, manhaj salaf, mengikuti berbagai firqoh-firqoh yang 
memiliki  manhaj yang bersebrangan dengan manhaj salaf. Ada darin kita yang 
dahulunya seorang ikhwani, dan ada juga yang tablighi, dan ada pula yang sufi, 
dan ada pula yang takfiri (hizbut tahrir), dan ada pula yang mu�tazili dll.

            Hal ini adalah kenyataan yang tidak boleh kita lupakan, sebab 
selain agar kita bisa selalu bersyukur kepada Allah Ta�ala, yang telah memberi 
hidayah kepada kita, sehingga kenal dengan manhaj salaf, juga agar kita selalu 
berhati-hati, dan selalu mengoreksi setiap pemahaman dan sikap kita, jangan 
sampai pemahaman dan sikap kita yang sekarang ini, masih terpengaruh dengan 
pemahaman dan kebiasaan kita semasa bergabung dengan firqoh-firqoh tersebut.

Diantara manfaat kita mengingat kenyataan ini, kita akan bisa lebih sabar dan 
bersikap lembut kepada orang yang memiliki kesalahan, karena kita akan selalu 
berkata kepada diri sendiri, bahwa dahulu �karena kebodohan- saya juga telah 
berbuat kesalahan. Sehingga kita akan merasa iba, dan kasihan terhadap orang 
tersebut, akibatnya, kita akan lebih gigih untuk menjalankan segala daya dan 
upaya agar orang tersebut bisa mendapatkan hidayah, sebagaimana kita telah 
mendapatkan hidayah.

            Marilah kita renungkan bersama ayat berikut :

�Hai orang-orang yang beriman, apabila engkau pergi (berperang) di jalan 
Allah, maka telitilah, dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang 
mengucapkan �salam� kpdmu : �Kamu bukan seorang mu�min� (lalu kamu 
membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di 
sisi Allah ada harta yang banyak. Begitulah keadaan kamu dahulu, lalu Allah 
menganugerahkan ni�mat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha 
Mengetahui apa yang kamu kerjakan� ( QS. An Nisaa� : 94 )

            Pada ayat ini Allah melarang orang-orang Muhajirin �ketika dalam 
keadaan peperangan- dari mengatakan kepada seorang musuh yang menampakkan 
keislaman dengan cara mengucapkan salam kepada kaum muslimin, : �Engkau 
bukanlah seoarang muslim, engkau mengucapkan salam hanya sekedar takut 
dibunuh� lalu dibunuh, karena sangat dimungkinkan bahwa orang tersebut adalah 
orang yang benar-benar telah masuk Islam, akan tetapi takut untuk menampakkan 
keislamannya. Kemudian Allah mengingatkan orang-orang Muhajirin akan keadaan 
mereka sebelum berhijrah, dimana didapatkan dari mereka banyak orang yang 
telah masuk Islam, akan tetapi takut untuk menampakkan keislamannya.

            Nah...pada kesempatan ini, saya mengingatkan para da�i, dan 
ustadz, bahwasannya dahulu kita seperti mereka, berbuat kesalahan, salah 
pemahaman, dan rusak aqidahnya, kenapa kita tidak bersabar dan lebih lembut 
mensikapi saudara kita yang memiliki kesalahan, terlebih-lebih bila terlihat 
darinya ketulusan dan keseriusan dalam mencari kebenaran.  

bersambung...
-------------------------------------------------------------------------------
 

ditulis ulang dari sebuah makalah 11 lembar
yang berjudul
�Bahtera Dakwah Salafiyah di Lautan Indonesia�
yang disusun oleh
Al Akh Muhammad Arifun Badri, Lc, MA
( Madinah ,08 Sya�ban 1424 H / 04 Okt 2004) 
dan disebarkan oleh
�Tasjilat dan Maktabah Ibnu Taimiyah�
Jl. Kresna No. 24, Pulosari Rt. 02 / Rw. 04
Keluaran Gayam, Kec/Kab. Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, Indonesia
                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Express yourself with Y! Messenger! Free. Download now.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke