Wa'alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh

Berikut ana attachment file tentang bom syahid, karena baru saja mendapatkan
dari milis ini.
Nama ikhwannya Akh Abu Harist (14/9/04)

----- Original Message -----
From: Amin Budi Hartanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, September 15, 2004 7:28 PM
Subject: [assunnah] Tanya : Bom Syahid
> Assalamu'alaikum...
> Afwan... ana memerlukan artikel yang berisi tentang fatwa ulama yang
khusus
> membahas mengenai bom yang oleh harakiyun dinamakan bom jihad/ syahid.
> Klo filenya besar bisa kirim ke ana via japri...
> Jazakumulloh khoiir sebelumnya...
> Wassalamu'alaikum
> Amin Budi Hartanto - Ibnu Isma'il

HUKUM BOM BUNUH DIRI


Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Syaikh rakhimahullah berkata tatkala menerangkan hadist tentang kisah "Ashabul Ukhdud" 
(orang-orang yang membuat parit), ketika menyebutkan faidah-faidah yang terdapat dalam 
kisah tersebut, 'bahwasanya seseorang dibenaran mengorbankan dirinya untuk kepentingan 
otang banyak, karena pemuda ini memberitahukan kepada raja cara membunuhnya yaitu 
dengan mengambil anak panah milik pemuda itu" [1]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : 'Karena hal ini merupakan jihad fi 
sabilillah, yang menyebabkan orang banyak beriman, sedangkan pemuda tadi tidak rugi 
karena ia telah mati, dan memang ia akan mati cepat atau lambat"

Adapun perbuatan sebagian orang yang mengorbankan diri, dengan jalan membawa bom 
kemudian ia datang kepada kaum kuffar lalu meledakkannya merupakan bentuk bunuh diri 
�semoga Allah melindungi kita-. Barangsiapa yang melakukan bunuh diri maka ia kekal di 
Neraka Jahannam selamanya seperti telah disinyalir oleh sebuah hadits Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam [2], karena orang tersebut melakukan bunuh diri bukan untuk 
kemaslahatan agama Islam. Sebab jika ia membunuh dirinya serta membunuh sepuluh, 
seratus atau dua ratus orang, hal itu tidak mendatangkan manfaat bagi Islam dan tidak 
ada orang yang mau masuk Islam, berbeda dengan kisah pemuda tadi. Bahkan boleh jadi 
hal ini akan memunculkan kemarahan di hati para musuh sehingga mereka membinasakan 
kaum muslimin dengan sekuat tenaga.

Contohnya apa yang diperbuat oleh orang-orang Yahudi terhadap orang-orang Palestina. 
Jika di antara penduduk Palestina satu orang yang mengorbankan diri dan ia bisa 
membunuh enam, atau tujuh orang, maka orang-orang Yahudi akan membalasnya dengan 
memakan korban enam puluh orang atau lebih. Hal tersebut tidaklah memberikan manfaat 
bagi kaum muslimin, dan tidak pula orang yang melakukannya.

Oleh sebab itu, kami berpandangan bahwasanya perbuatan yang dilakukan oleh sebagian 
orang dengan mengorbankan dirinya termasuk perbuatan bunuh diri yang tidak sesuai 
dengan kebenaran, dan menyebabkan pelakunya masuk ke dalam neraka �semoga Allah 
melindungi kita-. Pelakunya pun tidak dikatagorikan sebagai syahid. Akan tetapi jika 
pelakunya beranggapan bahwasanya hal itu dbenarkan, maka kami berharap mudah-mudahan 
ia terbebas dari dosa, tetapi tetap saja tidak dikatagorikan sebagai syahid, karena ia 
tidak menempuh jalan orang yang syahid. Dan barangsiapa yang berijtihad lalu ia salah 
maka baginya satu pahala [3].

Pertanyaan.
Bagaimana dengan hukuman syar'i terhadap orang yang membawa bom di tubuhnya kemudian 
meledakkan dirinya di tengah kerumunan orang-orang kafir dengan maksud untuk 
menghancurkan mereka ? Apakah bisa dibenarkan beralasan dengan kisah pemuda yang 
memerintahkan raja untuk membunuh dirinya ?

Jawaban.
Orang yang meletakkan bom di badannya lalu meledakkan dirinya di kerumunan musuh 
merupakan suatu bentuk bunuh diri dan ia akan disiksa di Neraka Jahannam selamanya, 
disebabkan perbuatan tersebut, sebagaimana telah disebutkan dari Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam bahwa orang yang membunuh dirinya dengan sesuatu ia akan disiksa 
karenanya di Neraka Jahannam.

Sungguh aneh orang-orang yang melakukan perbuatan tersebut, sedangkan mereka membaca 
firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya : Dan janganlah kamu membunuh diri ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang 
kepadamu" [An-Nisa' : 29]

Akan tetapi mereka tetap saja melakukannya, apakah mereka mendapatkan sesuatu ? Apakah 
musuh telah kalah ? Ataukah sebaliknya, mereka semakin keras terhadap orang-orang yang 
melakukan pebuatan ini, seperti yang sedang terjadi di negeri Yahudi, di mana 
perbuatan-perbuatan tersebut menjadikan mereka semakin sombong bahkan kami menemukan 
data bahwasanya Negara Yahudi pada pertemuan terakhir golongan kanan menang yaitu 
mereka yang ingin menguasai bangsa arab.

Akan tetapi orang yang berbuat seperti ini yang beranggapan bahwa ini adalah 
perngorbanan di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala kami mohon kepada Allah agar ia tidak 
disiksa karena telah menakwilkan dengan takwil yang salah.

Adapun beralasan dengan kisah pemuda tadi, maka perbuatan pemuda tersebut menjadikan 
orang masuk Islam bukannya menghancurkan musuh. Oleh karena itu, ketika raja 
mengumpulkan orang banyak lalu ia mengambil anak panah dari tempat pemuda itu seraya 
berkata : Dengan nama Allah tuhan pemuda ini, orang-orang pun berteriak : Tuhan adalah 
Tuhannya pemuda ini, sehingga menghasilkan ke-Islaman orang banyak. Apabila terjadi 
seperti kisah pemuda ini maka bolehlah beralasan dengan kisah tersebut. Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan kepada kita agar diambil sebagai pelajaran. 
Akan tetapi orang-orang yang beranggapan bahwasanya boleh membunuh diri mereka jika 
mampu membunuh sepuluh atau seratus dari pihak musuh, hal itu hanyalah menimbulkan 
kemarahan dalam diri musuh serta mereka semakin berpegang dengan keyakinan mereka.

[Disalin dari kitab Fatawa Al-Aimmah Fil An-Nawazil Al-Mudlahimmah edisi Indonesia 
Fatwa-Fatwa Seputar Terorisme, Penyusun Muhammad bin Husain bin Said Ali Sufran 
Al-Qathani, Terbitan Pustaka At-Tazkia]

_________

Foote Note.

[1] Kisah ini dikeluarkan oleh Imam Muslim di kitab Az-Zuhud wa Ar-Raqaiq, bab : Kisah 
Ashabul Ukhdud' hadits no. 3005

[2] Hadits riwayat Al-Bukhari dalam kitab Ath-Thib bab : Larangan minum racun dan 
berobat dengannya serta perkara-perkara yang dikhawaatirkan timbul darinya, hadits no. 
5778
[3] Syarah Riyadush Shalihin 1/165-166

Sumber : http://www.almanhaj.or.id




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke