Wa 'alaikumus Salaamu wa rahmatullahi wa barakaatuh
Al-Hamdu Lillah, Nas'tainuhu wa Nastaghfiruh.
 
[Ana katakan] Sepanjang pengetahuan ana, tidak ada yang perlu dilakukan bila pindah rumah dalam hal-hal yang berkaitan dengan 'ibadah.
Tasyakuran, ini dimaksud bersyukur kepada Allah. Ada beberapa caranya, seorang ustadz waktu itu pernah membacakan kitab Syaikh Jaarullah rahimahullah, ana lupa judulnya.
Cara bersyukur adalah harus syar'iy, karena kita tidak tahu, apakah amal ini diterima atau tidak oleh Allah. Beberapa di antaranya adalah :
Mengucapkan Al-Hamdu Lillah, melakukan sujud syukur, melakukan perintah-perintah Allah semampunya, menjauhi larangan-larangan-Nya dan mendekatkan diri kepada Allah dengan mengamalkan 'ibadah-'ibadah sunnah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Semuanya ini memiliki dalil yang shahih dari As-Sunnah.
 
Asal Hukum mengundang untuk makan atau memberi makan kepada manusia adalah dihukumi Mubah (boleh) bahkan Mustahabb atau Sunnah apabila kepada fakir miskin. Namun yang sering dilakukan oleh sebagian saudara-saudara kita dengan sebab dan alasan Syukuran mereka mengadakan juga ritual-ritual yang diingkari oleh Syari'at (membaca surat Yasin saja dan doa-doa bersama, Selamatan rumah dengan melakukan penyembelihan, memandikannya dll), dan ini menjadi BID'AH MUNKARAH.
 
[Ana sarankan] Jikalau tidak khawatir mereka beranggapan ini HARUS, maka ana berpandangan tidak mengapa kita mengundang orang untuk makan dengan asalan perkenalan dan menjamu teman-teman yang datang. Akan tetapi karena hal ini sering dilazimkan HARUS, maka hendaklah antum tidak usah melakukannya.
Ustadz 'Abdul-Hakim ibnu Amir Abdat Hafizhahullah menulis dalam Kitabnya - Risalah Bid'ah Cet.1/84, Dibawah sub judul - Bid'ah-bid'ah Dalam Selamatan/Peringatan. Bid'ah no.404. Selamatan pindah rumah atau rumah baru.
Bid'ah no.405. Selamatan syukuran.
----------------------------
Tentang me-Ruqyah rumah?
[Ana katakan] Afwan, ana kurang tahu, setahu ana ruqyah itu hanya ada dalilnya bagi orang sakit saja. Wallahu a'lam. Lebih baik jangan dilakukan dahulu, karena lafazh ruqyahnya tidak kita ketahui bagaimana, syirik atau tidak, haram atau tidak.
[Ana informasikan] Telah sampai beberapa riwayat Salafush-Shalih tentang adab memasuki rumah kita yang tidak ada seorang pun di dalamnya (kosong) atau rumah yang tidak berpenghuni sbb :
 
Riwayat-1
�Abdur-razzaq Ash-Shan�aniy meriwayatkan dari Ma�mar, dari seseorang, dari Mujahid dan dari Qatadah, keduanya berkata,
�Apabila engkau masuk suatu rumah yang tidak ada seorang pun di dalamnya, maka ucapkanlah olehmu � As-Salaamu �alaina Wa �Ala �Ibadillahish-Shalihiin, artinya, Semoga kesejahteraan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih � Karena sesungguhnya para Malaikat membalas salam kalian.�
R. �Abdir-razzaq, Al-Jami� Lima�mar ibnu Rasyid Al-Uzdiy (1/389), Inqitha' - terputus sanadnya. Ibnu Katsir dalam Tafsirnya (3/306-307)
 
Atsar ini tidak shahih, karena 'seseorang' yang meriwayatkan kepada Ma'mar tidak diketahui, namun riwayat ini memilliki pendukung, sbb :
Riwayat-2
Al-Baihaqi berkata � mengabarkan kepada kami Abu �Abdillah Al-Hafizh,  katanya menceritakan kepada kami Abul-�Abbas, katanya, menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu �Ali ibnu �Affan, katanya, menceritakan kepada kami Abu Umamah, dari Sufyan (Ats-Tsauriy), dari �Abdil-Karim Al-Jadzariy, dari Mujahid, katanya,
�Apabila engkau memasuki suatu rumah yang tidak ada seorang pun di dalamnya, hendaklah katakan � Bismillah Wal-Hamdu Lillah, As-Salaamu �Alaina Min Rabbina, As-Salaamu �Alaina Wa �Ala �Ibaadillahish-Shaalihiin � Dengan menyebut nama Allah, dan segala puji bagi Allah, semoga kesejahteraan atas kami dari Rabb kami, semoga kesejahteraan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang Shalih.�
R. Al-Baihaqi, Syu�abul Iman no.8839 (6/446); Tasir Ibnu Katsir (3/306)
-------------------------
[Ana katakan] Ana juga diberitahukan beberapa referensi dari para Salaf yang senada -
Riwayat-3
Riwayat 'Abdul-Malik ibnu 'Atha (Tabi'in), �Apabila engkau memasuki suatu rumah yang tidak ada seorang pun di dalamnya, ucapkanlah As-Salaamu �Alaina Min Rabbina.�(R. Al-Baihaqi, Syu'abul Iman no.8841 (6/447)
Riwayat-4
Riwayat Abu Malik Ghazwan (Tabi'in), �Apabila engkau memasuki suatu rumah yang tidak ada seorang pun di dalamnya, ucapkanlah As-Salaamu �Alaina Min Rabbina, As-Salaamu �alaina wa �ala �Ibaadillahish-Shaalihiin.�(R. Al-Baihaqi, Syu'abul Iman no.8842 (6/447)
Riwayat-5
Riwayat 'Ikrimah (Tabi'in), �Apabila engkau memasuki suatu rumah yang tidak ada seorang pun di dalamnya, ucapkanlah As-Salaamu �alaina wa �ala �Ibaadillahish-Shaalihiin.�(R. Al-Baihaqi, Syu'abul Iman no.8843 (6/447)
Riwayat-6
Riwayat Ibrahim ibnu Yazid ibnu Qais (Tabi'in), katanya, "Apabila engkau masuk ke masjid, sampaikanlah Salam (shalawat) kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila engkau masuk atas ahlimu (keluargamu) katakanlah As-Salamu 'alaikum. Dan Apabila engkau memasuki rumah yang tidak ada seorang pun di dalamnya ucapkanlah - As-Salaamu �alaina wa �ala �Ibaadillahish-Shaalihiin.�
R. 'Abdur-razzaq, Al-Mushannaf no.1668 (1/427)
----------------------
[Ana katakan] dan masih ada lagi beberapa yang senada, namun ana khawatir menjadikannya tidak perlu karena terlalu panjang. Dan mereka melakukan ini karena asal firman Allah Tabaraka wa Ta'ala -
�...Lalu apabila kamu memasuki suatu rumah, hendaklah memberi salam atas diri kalian...� (QS.An-Nur 24:61).
 
[Ana simpulkan] Bila antum memasuki rumah baru, hendaklah ucapkan ini - As-Salaamu 'alaina wa 'ala 'Ibaadillahish-Shaalihiin". Dan hendaklah jangan antum lakukan (tanpa mengharamkan), mengundang tasyakuran, karena bukan demikian cara bersyukur yang syar'iy. Atau ana tidak tahu kalau ada 'ulama yang membolehkan dengan dalil. Wallahu a'lam. Hanya ini yang ana sanggup sampaikan. Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat. Was-Salaamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.
[EMAIL PROTECTED]
 
Arif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh
 
Saya mau menanyakan, apa yang harus dilakukan pada saat satu keluarga
mau menempati rumah kontrakan baru. Bolehkan mengadakan tasyakuran
dengan mengundang tetangga ataupun teman-teman dekat?
dan apakah dianjurkan untuk melakukan ruqyah terhadap rumah itu?
 
Jazaakallahu atas penjelasannya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh
 
Arif



------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke