|
Assalamualaikum ikhwan
fiillah..
Berkenaan dg Shalat Tarawih. Bahwa tdk dipungkiri
masih banyak Masjid di sekitar rumah kita yg menyelenggarakan Shalat Tarawih
sebanyak 23 Rakaat (dg Witir). Bagaimana hukum yg syar'i (juga ijma/ para Ulama)
jika kita bermakmum kepada Imam sebanyak 10 Rakaat (sesuai ketentuan di bawah)
dan melakukan witir munfarid di rumah sehingga jumlah Shalat Lail kita menjadi
11?
Apakah pernah ada contohnya?
Syukron, jazakumullahu
khairan....
F a i z a l W M
----- Original Message -----
Sent: Saturday, September 25, 2004 8:00
AM
Subject: [assunnah] QIYAMUL'LAIL [3]
RAKAAT QIYAMUL-LAIL
RAKAAT
QIYAMUL-LAIL
Bilangan rakaat
Qiyamul-lail yang pernah dikerjakan oleh Rasulullah itu tidak lebih dari 13
rakaat; terdiri dari shalat iftitah, shalat lail dan shalat witir. Adapaun
yang paling sedikit beliau kerjakan tidak kurang dari 7 rakaat; terdiri dari
shalat lail dan shalat witir. Untuk
lebih jelasnya, marilah kita memperhatikan hadits-hadits berikut ini.
"Dari Ibnu Abbas, ia berkata: shalat Nabi
saw tiga belas rakaat, yaitu shalat pada waktu malam" (HR Muslim)
"Dari Masruq, ia berkata: aku bertanya
kepada Aisyah tentang shalat Rasulullah saw pada waktu malam hari. jawabnya:
(Adakalanya) tujuh (rakaat) atau sembilan (rakaat) atau sebelas (rakaat)
selain dua rakaat fajar" (HR. BUkhari).
"Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah tidak pernah menambah shalatnya
pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan yang lain dari sebelas rakaat"
(HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan tiga riwayat di atas dapat disimpulkan bahwa Rasulullah saw
tidak pernah mengerjakan qiyamul-lail lebih dari 11 rakkat, kecuali apabila
beliau memulai shalatnya dengan 2 rakaat shalat iftitah. Ada juga yang berpendapat bahwa Rasulullah saw pernah
mengerjakan qiyamul lail 21 rakaat. Pendapat ini berdasarkan hadits
berikut:
"Dari Ibnu Abbas, ia
berkata: Rasulullah saw pernah shalat pada bulan Ramadhan dua puluh rakaat dan
shalat witir" (HR. Ibnu Abi Syaibah).
Hadits ini tidak dapat dijadikan dalil, karena dha'if (lemah). Ibnu
Hajar dalam kitab Fat-hul Bari IV/254 menerangkan bahwa hadits yang
diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Abbas itu sanadnya dha'if. Sebelumnya
Imam Az-Zaila'i juga telah menyatakan pernyataan yang sama dalam kitabnya
Nashbur Rayah II: 153.
Syaikh M. Nashiruddin Al-Albani berkata: Hadits Ibnu Abbas lemah sekali,
sebagaimana telah disebutkan dalam kitabnya shalatul Tarawih: 22.
Imam as-Suyuthi dalam kitabnya
al-Hawi lil Fatawa II: 73 juga mengatakan bahwa hadits tersebut ada kelemahan
dalam sanadnya. Imam
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya At-Taqrib menyatakan bahwa rawi dalam
sanad hadits tersebut yang namanya Abu Syaiban Ibrahim bin Utsman itu
Matrukul hadits; yaitu orang yang ditinggalkan atau tidak diambil hadits yang
diriwayatkan olehnya.
Mengingat Rasulullah saw tidak pernah shalat lebih dari 11 rakaat selain
shalat iftitah, bahkan justru pernah kurang, dapat diambil kesimpulan bahwa
qiyamul-lail itu paling banyak 11 rakaat atau 13 rakaat dengan shalat
iftitah. Adapaun
bilangan shalat lail Rasulullah saw paling banyak 10 rakaat dan paling
sedikitnya 2 rakaat. Ini dapat
diketahui dari riwayat berikut:
"Dari al-Qasim bin Muhammad, ia berkata: Aku mendengar Aisyah berkata:
Shalat Rasulullah saw pada waktu malam sepuluh rakaat dan beliau berwitir satu
rakaat" (HR. Muslim).
Ketika Sa'ad
bin Hisyam bertanya kepada Aisyah, beliau diantaranya menerangkan :
" Maka tatkala Rasullah saw sudah
mencapai usia tua dan menjadi gemuk beliau shalat witir tujuh rakaat, beliau
tidak duduk melainkan pada rakaat keenam dan ke tujuh dan tidak memberi salam
melainkan pada rakaat yang ketujuh.Sesudah itu beliau shalat dua rakaat dengan
duduk, maka bilangan rakaat yang dikerjakan beliau itu sembilan rakaat wahai
nakku" (HR Abu Dawud).
Berdasarkan
riwayat di atas, maka shalat-lail yang pernah dikerjakan Rasulullah saw itu 10
rakaat, 8 rakaat, 6 rakaat. 4 rakaat dan 2 rakaat. Jadi shalat lail yang dikerjakan Rasulullah saw
terbanyak 10 rakaat dan paling sedikit 2 rakaat. Setelah kita mengetahui
bilangan shalat lail yang pernah dikerjakan Rasulullah, maka tinggallah
bilangan shalat witir yang pernah beliau kerjakan. Sekarang perhatikanlah riwayat berikut, disamping
beberapa hadits yang sudah disebut-sebut sebelumnya.
" Dari Aisyah ia berkata, Rasulullah saw shalat malam
sebelas rakaat, dari bilangan rakaat-rakaat itu beliau shalat witir satu
rakaat" (HR. Muslim).
"Sa'ad bin
Hisyam bertanya kepada Aisyah: Kabarkan kepadaku tentang shalat witir
Rasulullah saw. Aisyah menjawab: Kami biasanya menyediakan alat penggosok gigi
(siwak) dan air untuk bersuci beliau, lalu belaiau bangun pada waktu yang
Allah kehendaki waktu malam, kemudian beliau bersiwak, berwudhu dan shalat
sembilan rakaat, belaiu tidak duduk pada rakaat-rakaat itu melainkan pada
rakaat kedelapan (duduk tashyahud), lalu berd-dzikirlah, bertahmid dan berdoa
kepada Allah sesudah itu belaiu bangkit, tidak memberi salam, kemudian beliau
berdiri lalu shalat rakaat kesembilan, kemudian duduk (tasyahud) berdzikir,
bertahmid dan berdoa kepada Allah lalu memberi salam sehingga kedengaran
kepada kami. Sesudah itu beliau shalat dua rakaat (shalat lail) dengan duduk.
Yang demikian itu jadi sebelas rakaat hai anakku." (HR Muslim dan
Ahmad).
Dua hadits di atas
menerangkan bahwa shalat witir Rasulullah saw minimalnya 1 rakaat dan
maksimalnya 9 rakaat. Dan hadits-hadits pada pembahasan sebelumnya juga telah
menerangkan bahwa Rasulullah saw juga pernah shalat witir 3 rakaat, 5 rakaat
dan 7 rakaat. Maka dengan ini disimpulkan : 1. Qiyamul-lail yang dikerjakan Rasulullah saw paling
banyak (maksimalnya) 11 rakaat atau 13 rakaat dengan shalat iftitah
dan paling sedikit (minimalnya) 7 rakaat. 2. Shalat lail itu maksimalnya 10 rakaat dan
minimalnya 2 rakaat. 3.
Shalat witir itu maksimalnya 9 rakaat dan minimalnya 1 rakaat.
Bersambung : Kaifiyat qiyamul-lail
.....
Disalin dari buku
SHIFAT DAN KAIFIYAT QIYAMUL-LAIL oleh Aliga Ramli, Lc
------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|