|
YANG BOLEH DILAKUKAN OLEH ORANG
YANG PUASA
Oleh
Syaikh Salim bin 'Ied
Al-Hilaaly
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul
Hamid
SHIFATI SHAUMIN NABIYII SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM
FII RAMADHAN
Seorang hamba yang taat serta
paham Al-Qur'an dan Sunnah tidak akan ragu bahwa Allah menginginkan kemudahan
bagi hamba-hamba-Nya dan tidak menginginkan kesulitan. Allah dan Rasul-Nya telah
membolehkan beberapa hal bagi orang yang puasa, dan tidak menganggapnya suatu
kesalahan jika mengamalkannya. Inilah perbuatan-pebuatan tersebut beserta
dalil-dalilnya.
1. Memasuki Waktu Subuh Dalam Keadaan
Junub
Di antara perbuatan
Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah masuk fajar dalam keadaan junub karena
jima' dengan isterinya, beliau mandi setelah fajar kemudian shalat.
Dari Aisyah dan Ummu Salamah
Radhiyallahu 'anhuma.
2.
Bersiwak
Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda.
Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam tidak mengkhususkan bersiwak untuk orang yang puasa ataupun
yang lainnya, hal ini sebagai dalil bahwa bersiwak itu diperuntukkan bagi orang
yang puasa dan selainnya ketika wudlu dan shalat. [Inilah pendapat Bukhari
Rahimahullah, demikian pula Ibnu Khuzaimah dan selain keduanya. Lihat Fathul
Bari 4/158, Shahih Ibnu Khuzaimah 3/247, Syarhus Sunnah 6/298]
Demikian pula hal ini umum di
seluruh waktu sebelum zawal (tergelincir matahari) atau setelahnya. Wallahu
'alam.
3.
Berkumur dan Istinsyaq
Karena beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam berkumur dan beristinsyaq (memasukkan air ke hidung) dalam
keadan puasa, tetapi melarang orang yang berpuasa berlebihan ketika
beristinsyaq.
Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda.
4.
Bercengkrama dan Mencium Isteri
Aisyah Radhiyallahu 'anha
pernah berkata.
"Kami pernah berada di
sisi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, datanglah seorang pemuda seraya
berkata, "Ya Rasulullah, bolehkah aku mencium dalam keadaan puasa ?" Beliau
menjawab, "Tidak". Datang pula seorang yang sudah tua dan dia berkata : "Ya
Rasulullah, bolehkah aku mencium dalam keadaan puasa ?". Beliau menjawb : "Ya"
sebagian kami memandang kepada teman-temannya, maka Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya orang tua itu (lebih bisa) menahan
dirinya".[2]
5. Mengeluarkan Darah dan Suntikan Yang Tidak
Mengandung Makanan[3]
Hal ini bukan termasuk
pembatal puasa, lihat pada pembahasan halaman 50.
6.
Berbekam
Dahulu berbekam merupakan
salah satu pembatal puasa, namun kemudian dihapus dan telah ada hadits shahih
dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau berbekam ketika puasa. Hal
ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma.
7.
Mencicipi Makanan
Hal ini dibatasi, yaitu
selama tidak sampai di tenggorokan berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas
Radhiyallahu 'anhuma.
8.
Bercelak, Memakai Tetes Mata dan Lainnya yang Masuk ke
Mata
Benda-benda ini tidak
membatalkan puasa, baik rasanya yang dirasakan di tenggorokan atau tidak. Inilah
yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam risalahnya yang
bermanfaat dengan judul Haqiqatus Shiyam serta murid beliau yaitu Ibnul
Qayim dalam kitabnya Zadul Ma'ad, Imam bukhari berkata dalam
shahhihnya[4] : "Anas bin Malik, Hasan Al-Bashri dan
Ibrahim An-Nakha'i memandang, tidak mengapa bagi yang berpuasa".
9.
Mengguyurkan Air ke Atas Kepala dan Mandi
Bukhari menyatakan dalam
kitab Shahihnya[5] Bab : Mandinya Orang
Yang Puasa, Umar membasahi [6] bajunya kemudian
dia memakainya ketika dalam keadaan puasa. As-Sya'bi masuk kamar mandi dalam
keadaan puasa. Al-Hasan berkata : "Tidak mengapa berkumur-kumur dan memakai air
dingin dalam keadaan puasa".
Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam mengguyurkan air ke kepalanya dalam keadaan puasa karena haus
atau kepanasan. [7]
Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi
Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali
Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak
Ata.
Foote Note.
------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
|
