|
Afwan ana mau tanya
… Kalau ana kutip pernyataan dari artikel di
bawah ini : >> Saya mengatakan :
"Ucapannya itu mengandung isyarat yang kuat bahwa beliau lebih memilih
sebelas raka'at dan menolak riwayat yang 20 raka'at dari Ibnu Abbas karena
terlalu lemah, coba renungkan". APAKAH ini berarti kita tidak boleh melaksanakan
atau ini merupakan larangan (Bid’ah) sholat tarawih melebihi 11 (sebelas)
rakaat ? Bagaimana kalo mesjid di dekat rumah
melaksanakan 23 rakaat ? apakah
keluar dari jama’ah shalat setelah
rakaat 8 (delapan) juga di contohkan oleh Rasulullah Salallahu ‘Alaihi
Wassalam ?? seperti yg banyak dilakukan ikwan2 di
mesjid yg melaksanakan tarawih 23 rakaat…! Atau bagaimana dengan shalat tarawih yg
dilakukan di Masjidil Haram, setahu ana 23 raka’at (..
afwan kalo ana salah) ? Terima kasih atas penjelasannya untuk ana
yang masih awam, semoga ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala
memberikan kemudahan kepada kita untuk selalu mendapatkan kebenaran. Jazakullah. -----Original Message----- NABI
SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM TIDAK PERNAH
SHALAT TARAWIH MELEBIHI SEBELAS RAKA'AT Oleh Syaikh
Muhammad Nashiruddin Al-Albani ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
|
