Assalamu 'alaikum warahmatullah

Ana dan beberapa ikhwan di Bandung sebenarnya gak masalah ustadz diundang ke
luar kota, bahkan ke luar negeri. Asal itu bermanfaat dan berguna bagi
kemajuan dakwah salafiyah. Hendaknya kita semua sadar, dan tidak hanya
memikirkan diri sendiri. Tapi berpikirlah lebih luas.

Dan kita semua punya tanggung jawab dan amanah untuk bersama-sama memajukan
dakwah salafiyah di manapun adanya. Dan untuk itu kita dituntut untuk lebih
kreatif dan kerja keras untuk membuat program-program dan menajamkannya
untuk mewujudkannya.

Misalnya, ketika seorang ustadz pergi dari kotanya untuk berdakwah di tempat
lain, yah baiknya kita kreatif lah bikin acara atau program.

Ustadz ke luar negeri insya Allah banyak manfaatnya. Seperti kata Al-Akh Abu
Azzamy, di mana kehadiran seorang ustadz dengan kapitas ilmu yg memadai,
kemampuan mengatasi audiens, kemampuan berdakwah dengan penuh hikmah,
sungguh dibutuhkan di tempat yg mustami'nya masih sangat awam dan belum
terbina seperti di Berlin sana. Dan harus kita akui, itu ada pada Ustadz Abu
Haidar. Dan sebetulnya, bisa jadi apa yang beliau sampaikan di Berlin itu
bisa bermanfaat buat kita-kita ketika kita harus berdakwah kepada orang
awam. Karena tentunya materi yang disampaikan di Berlin tentu akan berbeda
dengan materi yang disampaikan oleh ustadz ketika daurah di Bandung. Karena
jelas mad'u-nya berbeda.

Dan dari materi yang disampaikan kita bisa belajar kepada ustadz Abu Haidar
bagaimana menghadapi orang awam, seperti ketika ditanya soal hukum
bersalaman setelah shalat, atau bagaimana menghadapi orang yang keukeuh,
bersikeras dalam masalah pengertian bid'ah, dan sebagainya.

Ana bisa mengatakan ini semua karena ana telah mendengar rekaman kajian
ustadz Abu Haidar ketika bulan Ramadhan tahun yang lalu di Berlin. Dan antum
semua bisa dengar itu dari CD yang sudah diedit oleh salah seorang partner
ana.

Jujur saja, dari sejak tahun yang lalu sejak hasil rekaman CD yang ana
dapatkan dari ustadz Abu Haidar diperbaiki dan diperbagus, ana sudah berniat
untuk memperbanyaknya. Tidak sekedar memperbanyak ala kadarnya, tapi
inginnya CD tersebut juga beredar di kalangan umum dengan cover yang bagus
seperti VCD Syaikh Utsaimin. Jadi, tidak hanya tersebar di kalangan yang
sudah mengaji saja.

Cuma untuk mewujudkan itu butuh dana yang tidak sedikit. Dan maunya ana
penjualan CD itu memberikan manfaat berupa materi, baik bagi yang
memperbaiki rekamannya, bagi yang memproduksi, bagi yang menjualkannya,
bahkan harusnya ustadznya juga kecipratan. Cuma kadang-kadang ana harus
ketemu orang-orang yang kadang tidak peduli terhadap itu semua. Maunya
terima bersih, tanpa mau urun rembug untuk kemajuan dakwah. Khan, kalau ada
imbalan sedikit bagi yang memperbaiki rekamannya, serta pihak-pihak terkait
lainnya, tentunya menambah semangat pihak-pihak tersebut. Jangan hanya
menuntut orang lain ikhlas dalam berdakwah, tapi dirinya tidak mau ikhlas
dalam menginfaqkan sedikit hartanya yang yah, gak banyak kok hanya untuk
beli sekeping CD [masak maunya ngopy saja].

Dulu sempat ada bapak-bapak yang mau invest dana untuk itu, cuma keburu dana
beliau harus terpakai. Mudah-mudahan Allah melapangkan rezekinya kembali.
Memang sih, bisnis CD MP3 atau lainya yang berkaitan dengan dakwah yang
murni, prospek bisnisnya gak bagus-bagus amat. Ditunjang dengan banyaknya
plagiat dan TUKOCI [Tukang Kopi CD]. Yah, siapa sih yang mau investasi di
bisnis yang rugi???

Ana sih sempat dapat dana, cuma yah itu gak cukup untuk bikin semodel VCD
Syaikh Ali atau lainnya. Mudah-mudahan Allah mengetuk hati orang-orang yang
masih peduli terhadap tersebarnya dakwah yang haq ini.

Afwan, kalau komentarnya terpaksa kepanjangan lagi. Mohon maaf kalau ada
kata-kata yang tidak berkenan. Terutama email ana yang pertama.

Wassalamu 'alaikum

Abunya Atikah dan Partners-nya

----- Original Message -----
From: "Faishal Azzamy" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, October 27, 2004 7:27 PM
Subject: Re: [assunnah] tanggapan Komplain dari Berlin


>
>
> Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh,
>
> Ikhwah fillah yg berada di Bandung, sebelumnya kami di Berlin minta maaf
kalau
> sekiranya keberangkatan ustadz Abu Haidar ke Berlin untuk berdakwah dalam
> bulan Ramadhan ini dianggap telah merusak program dakwah di Bandung.
Maksud
> kami mengundang ustadz kembali ke Berlin tahun ini adalah untuk mengatasi
> kemiskinan ilmu di kalangan kaum muslimin di Berlin tentang hal-hal yang
pokok
> dan mendasar dalam agama.  Ghiroh untuk mempelajari agama di kalangan kaum
> muslimin Indonesia di Berlin sebetulnya cukup besar, jadi sungguh sayang
kalau
> ghiroh yg besar tsb dimanfaatkan oleh kalangan yg hendak mengeduk
keuntungan
> duniawi semata.
>
> Kehadiran seorang ustadz dengan kapitas ilmu yg memadai, kemampuan
mengatasi
> audiens, kemampuan berdakwah dengan penuh hikmah, sungguh dibutuhkan di
tempat
> yg mustami'nya masih sangat awam dan belum terbina seperti di Berlin ini.
> Mungkin keadaannya sudah berbeda dgn di Bandung.  Mustami'nya sedikit
banyak
> sudah terbina dan sudah ada pula "kader-kader" yg bisa sedikit2 belajar
> mengganti keberadaan ustadz.
>
> Oleh karena itu saya atas nama panitia Ramadhan di Berlin, sekali lagi
mohon
> pengertian dari ikhwah di Bandung, kiranya dapat merelakan Ustadz Abu
Haidar
> bersama kami selama Ramadhan tahun ini.  Semoga Allah membalas kerelaan
antum
> tersebut dengan pahala yang berlipat ganda, krn telah membantu tersebarnya
> ilmu yg haq di kalangan orang-orang yg masih sangat minim ilmunya.
>
> Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh
> Abunya Azzamy, Ihsan dan Farhan
>
>
> > Terima kasih kepada akhi yang telah memberitahu tentang ust Abu
> > Haidar. Saya baru tahu  beliau ke Jerman lagi.  saya bersyukur ust
> > bisa menyebarkan da'wah salafiyah di Eropa, semoga sinar kebenaran
> > bisa memancar juga disana. Tapi  saya prihatin juga dengan keadaan
> > Bandung. Di tinggal ust Abu Haidar bagaikan anak-anak ayam kehlangan
> > induknya.  saya ingin komplain ke ust Abu Haidar dan ke fihak yang
> > sering mengundang beliau ke luar Bdg, karena beliau banyak
> > meninggalkan Bandung disaat kami amat membutuhkannya. Memang ada
> > pengganti yang ngisi, tapi tentu saja rasa dan bobotnya berbeda.
> > Ibarat selama ini makan dengan daging dan lauk bergizi lalu diganti
> > jadi  makan dengan kangkung. Maaf Bukannya saya meremehkan ustadz
> > pengganti, mereka juga memang berilmu dan jazaahullah atas da'wahnya,
> > tapi begitulah yang terasa. Itu hanya perasaan saya aja, mungkin
> > ikhwan lain tidak demikian
> > Saya dengar juga dari ikhwan belakangan ini setiap ahad ustadz selalu
> > pergi keluar kota, padahal hari Ahad  paling banyak mustami'nya di
> > Bandung, bahkan masyarakat sekitarpun ikut mendengarkan di rumah atau
> > di luar. Banyak khwan yang bekerja di luar kota dan sengaja pulang ke
> > Bdg hari Ahad untuk ngaji, tapi....? Yah kecewa deh ! Saya usul,
> > gimana kalau hari Ahad ustadz di tahan aja di Bandung jangan sampai
> > keluar kota. Dan ikhwan dari kota lainkalau mau mengundang ustadz
> > harus pada hari lain. saya yakin semua orang Bdg setuju ! Apa lagi di
> > kota lain yang didatangi ustadz Abu Haidar ustadznya lebih banyak !
> > Kenapa harus mendatangkan ustad Bandung yang satu-satunya ?
> > juga untuk Ramadhan. Sebaiknya ustadz tidak pergi ke luar negeri
> > terus. Pertama kasian beliau dan keluarganya harus berpisah lama.
> > Kedua, banyak ustadz lain yang bisa diundang. Ketiga, agar ustad Abu
> > Haidar bisa membina full di Bandung. Saya dengar ustad dulu selalu
> > mengadakan madrasah Ramadhan di Selacau selama sebulan hingga
> > i'tikaf. Dan dari madrasah ini telah melahirkan beberapa ustad muda
> > yang potensial sebagai da'i penerus. Saya ingin dibina langsung
> > secara khusus oelh beliau. Kalau setiap Ramadhan ustadz pergi maka
> > Bandung akan mandul tak akan lagi bisa melahirkan ustad baru !
> >  ikhwan Bandung tidak boleh berdiam diri dengan keadaan begini tapi
> > harus punya inisiatif agar Bandung bisa lebih semarak bukan tambah
> > sepi karena terlalu membiarkan ustadnya di 'bajak' orang lain (Maaf
> > mungkin istilah ini terlalu kasar). Mohon pendapat dan komentar.
> > Mudah-mudahan ustadnya nggak marah kalau tahu omongan saya. Kalau
> > marah maaaaaf banget. Terima kasih-
> > assalamualaiakum
> ---------------------------------------------
> Yahoo! Groups Links http://www.almanhaj.or.id
>
>
>
>
>
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------------
> Website Islam pilihan anda.
> http://www.assunnah.or.id
> http://www.almanhaj.or.id
> Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
> Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
> Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
> ------------------------------------------------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke