>From: "Abdillah" <[EMAIL PROTECTED]> >Date: Wed Nov 3, 2004 11:40 am >Subject: Benarkah berita ini (tentang Syekh Maliki)? >----------------delete ----------------------------------------- >Sayid Muhammad Alawy Al Maliki adalah ulama besar. Dia tergolong tokoh >kontroversial di Arab Saudi. Dia merupakan ulama Sunni masa kini yang berani >melawan dan berdebat secara terbuka dengan para ulama Wahabi. Sunni adalah >aliran dalam Islam yang diikuti sebagian besar muslim di dunia. Disebut >kontroversial karena yang dominan di Arab Saudi adalah paham Wahabi. >Pemerintahnya juga merupakan penganut paham itu.
>Namun, karena kepandaian dan pengaruhnya, ulama berusia 57 tahun tersebut >juga disegani pemerintahan Raja Fahd dan para ulama Wahabi setempat. Tahun >lalu, dia memenangkan perdebatan tentang agama dengan para ulama Wahabi. >Perdebatan tersebut disiarkan langsung televisi di Arab Saudi. Karena itu, >pemerintah Arab lantas memperbolehkan dirinya mengaji kembali di >Masjidilharam. >--------------------------deleted------------------------------------ Yang benar adalah... seperti yang tertulis dalam buku "Hiwar Ma'a Al-Maliki fii Raddi Munkaratihi wa Dhalalatihi" edisi Indonesi "Dialog Bersama Al-Maliki Bantahan Tuntas Terhadap Penyimpangan dan Kesesatan Al-Maliki", Penulis Abdullah Bin Sulaiman Bin Mani'. Salinannya adalah sebagai berikut. Pertemuan yang ditunggu-tunggu pun terealisir dan Muhammad Al-Maliki hadir di kantor Majlis Tinggi Pengadilan, hari Kamis 17/10/1400H. Pertemuan tersebut berisi jawaban balik Al-Maliki tentang isi bukunya dan pertanyaan-pertanyaan para Syaikh seputar isi buku. Al-Maliki mengakui buku "Adz-Dzakahir Al-Muhammadiyah dan Ash-Shalawat Al-Matsuraah" memang benar karangannya. Sedang buku Ad'iyah wa Shalawat bukan karangannya. Tentang orang Sufi Mesir, Al-Maliki menyatakan ia memang benar mengunjunginya dan ratusan orang Mesir semisalnya, namun ia bukan pengikutnya. AL-Maliki bersumpah bhawa dia bukan anggotanaya alirannya, ia tidak menyampaikan ceramah di Mesir, dan ia mengingkari orang sufi tersebut dan para pengikutnya. Di depan para Syaikh ia menyebutkan, bahwa ia punya pandangan berbeda dalam beberapa masalah. Sedang hal-hal syirik, Al-Maliki berkata bahwa ia menukilnya dari orang lain dan bahwa hal-hal itu adalah kesalahan yang sempat terkoreksi. Ketika dewan mendengar penjelasannya, mendapatkan kepastian kedua buku tersebut memang karangan Al-Maliki, dan mengetahui pengakuannya bahwa ia memang memuat hal-hal mungkar di buku tersebut, maka mereka berdiskusi membahas masalah Al-Maliki dan sikap yang harus diambil. Dewan berpendapat sebaiknya dikumpulkan seluruh hal syirik dan bid'ah di bukunya, Adz-Dzakhair Al-Muhammadiyah, yang ia akui salah tanpa sempat terkorksi, lalu ditulis di memo rapat dan ditulis pula pernyataan rujuk dari hal-hal mungkar tersebut yang ditulis secara resmi, dan ia diminta tanda tangan di atasnya. Setelah itu dipublikasikan di media massa, diperdengarkan dengan suaranya sendiri di radio dan TV. Jika ia mau melaksanakannya, maka masalahnya dianggap selesai. Jika tidak, masalahnya dilimpahkan kepda pihak berwenang, agar ia dicekal dari melakukan aktivitas di Masjidil Haram, radio, TV, dan media massa lainnya. Ia juga dicekal bepergian ke luar negeri, agar tidak menyebarkan kebatilan di dunia Islam dan menjadi biang terfitnahnya banyak kaum muslimin. Komite riset dan fatwa secara intens membaca dua buku yang diakui Al-Maliki sebagai karangannya, mengumpulkan hal-hal syirik dan bid'ah didalamnya, menyiapkan ralat yang perlu diberikan kepda Al-Maliki, dan memintanya menyiarkan ralat di radio dengan suaranya sendiri. Selain itu, surat Ketua Umum Idarah Al-Buhuts Al-Ilmiyah Wa Al-Ifta Wa Ad-Da'wah Wa Al-Irsyad nomor 788/2, tanggal 12/11/1400H dikirm kepadanya melalui Ketua Umum Syu'un Al-Haramain. Al-Maliki menolak melaksanakan permintaan dewan. Sebagai gantinya, ia menulis surat memuat pendapatnya. Surat tersebut sampai ketangan Ketua Umum Idarah Al-Buhuts Al-Ilmiyah wa Al-Ifta wa Ad-Da'wah wa Al-Irsyad, plus surat yang mulia Ketua Umum Syu'un Al-Haramain Asy-Syarifatain nomor 2053/29, tanggal 26/11/1400H. Di surat Ketua Umum Syu'un Al-Haramain Asy-Syarifatain disebutkan, ia bertemu dua kali dengan Al-Maliki, memperlihatkan kepadanya surat Syaikh Abdul Aziz, dan tulisan para Syaikh. Namun, Al-Maliki memperlihatkan ketidaksetujuannya atas masukan para syaikh. Ketua Syu'un Al-Haramain Asy-Syarifatain berupaya memberi penjelasan yang lebih memuaskan, tapi Al-Maliki bersikukuh pada pedapatnya. Ia tulis jawaban atas permintaan dewan kepadanya. Di jawabnya, ia secara tegas menolak mempublikasikan statemen taubatnya. ["Hiwar Ma'a Al-Maliki fii Raddi Munkaratihi wa Dhalalatihi" edisi Indonesi "Dialog Bersama Al-Maliki Bantahan Tuntas Terhadap Penyimpangan dan Kesesatan Al-Maliki", Penulis Abdullah Bin Sulaiman Bin Mani', hal 8-9, Penerbit Nashirul Haq] _________________________________________________________________ FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! http://toolbar.msn.com/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
