Assalamu'alaykum

ini ada penjelasan dalam artikel, tentang SIKAP MUSLIM TERHADAP HARI RAYA 
ORANG KAFIR, Insya Alloh bisa membantu agar memahami...
 
====== delete =====
(Disarikan dari: Fatwa Komisi Tetap untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan 
Arab Saudi tentang Perayaan Milenium Baru tahun 2000. Ketua: Syaikh Abdul Aziz 
bin Abdullah Alu Syaikh, Anggota: Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al-Ghadyan, 
Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid, Syakh Shalih bin Fauzan Al Fauzan. ([Dept 
Ilmiah])

6. Tidak diperbolehkan kaum muslimin memberikan respon di dalam bentuk apapun 
yang intinya ada unsur dukungan, membantu atau
memeriahkan perayaan orang kafir, seperti : iklan dan himbauan; menulis ucapan 
pada jam dinding atau fandel; menyablon/membuat baju bertuliskan perayaan yang 
dimaksud; membuat cinderamata dan kenang-kenangan; membuat dan mengirimkan 
kartu ucapan selamat; membuat buku tulis;memberi keistimewaan seperti hadiah 
/diskon khusus di dalam perdagangan, ataupun(yang banyak terjadi) yaitu 
mengadakan lomba olah raga di dalam rangka memperingati hari raya mereka. 
Kesemua ini termasuk di dalam rangka membantu syiar mereka.

7.....

8. Dilarang bagi umat Islam untuk mengucapkan selamat atas hari raya orang 
kafir, karena ini menunjukkan sikap rela terhadapnya di samping memberikan rasa 
gembira di hati mereka.Berkaitan dengan ini Ibnul Qayim rahimahullah pernah 
berkata, "Mengucapkan selamat terhadap syiar dan simbol khusus orang kafir 
sudah disepakati kaharamannya seperti memberi ucapan selamat atas hari raya 
mereka, puasa mereka dengan mengucapkan, "Selamat hari raya (dan yang 
semisalnya), meskipun pengucapnya tidak terjerumus ke dalam kekufuran, namun ia 
telah melakukan keharaman yang besar, karena sama saja kedudukannya dengan 
mengucapkan selamat atas sujudnya mereka kepada salib. Bahkan di hadapan Allah, 
hal ini lebih besar dosanya daripada orang yang memberi ucapan selamat kapada 
peminum khamar, pembunuh, pezina dan sebagainya. Dan banyak sekali orang Islam 
yang tidak memahami ajaran agamanya, akhirnya terjerumus ke dalam hal ini, ia 
tidak menyadari betapa besar keburukan yang telah ia lakukan. Dengan demikian, 
barang siapa memberi ucapan selamat atas kemaksiatan, kebid'ahan dan 
lebih-lebih kekufuran, maka ia akan berhadapan dengan murka Allah". Demikian 
ucapan beliau rahimahullah!

====== delete =====
wassalamu'alaykum

Abu Abdirrahman

NB : selengkapnya ada di bawah ini....

-----Original Message-----
From: Ibnu Hamim [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, December 09, 2003 3:59 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [assunnah] Mengucapkan selamat natal kepada umat nasrani


SIKAP MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG KAFIR 

Sesungguhnya nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah Subhannahu wa 
Ta'ala kepada hamba-Nya adalah nikmat Islam dan iman serta istiqomah 
di atas jalan yang lurus. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah 
memberitahukan bahwa yang dimaksud jalan yang lurus adalah jalan yang 
ditempuh oleh hamba-hamba-Nya yang telah diberi nikmat dari kalangan 
para nabi, shiddiqin, syuhadaa dan sholihin (Qs. An Nisaa :69). 
Jika diperhatikan dengan teliti, maka kita dapati bahwa musuh-musuh 
Islam sangat gigih  berusaha mema-damkan cahaya Islam, menjauhkan dan 
menyimpangkan ummat Islam dari jalan yang lurus, sehingga tidak lagi 
istiqomah.Hal ini diberitahukan sendiri oleh Allah Ta'ala di dalam 
firman-Nya, diantaranya, yang artinya: 

"Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat 
mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena 
dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi 
mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai 
Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesung-guh-Nya Allah Maha Kuasa atas 
segala sesuatu." (QS. 2:109)
 
Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala yang lain, artinya: Katakanlah: 
"Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah 
orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi beng-kok, 
padahal kamu menyaksikan". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa 
yang kamu kerjakan. (QS. 3:99) 

Artinya : " Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta'ati orang-
orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu kebelakang 
(kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi". (QS. 
3:149) 

Salah satu cara mereka untuk menjauhkan umat Islam dari agama (jalan 
yang lurus)yakni dengan menyeru dan mempublikasikan hari-hari besar 
mereka ke seluruh lapisan masyara-kat serta dibuat kesan seolah-oleh 
hal itu merupakan  hari besar yang sifatnya umum dan bisa diperingati 
oleh siapa saja. Oleh karena itu, Komisi Tetap Urusan Penelitian 
Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi telah memberikan fatwa 
berkenaan dengan sikap yang seharusnya dipegang oleh setiap muslim 
terhadap hari-hari besar orang kafir.Secara garis besar fatwa yang 
dimaksud adalah: 
1. Sesungguhnya kaum Yahudi dan Nashara menghubungkan hari-hari 
besar mereka dengan peristiwa-peritiwa yang terjadi dan menjadikannya 
sebagai harapan baru yang dapat memberikan keselamatan, dan ini 
sangat tampak di dalam perayaan milenium baru (tahun 2000 lalu), dan 
sebagian besar orang sangat sibuk memperangatinya, tak terkecuali 
sebagian saudara kita -kaum muslimin- yang terjebak di dalamnya. 
Padahal setiap muslim seharusnya menjauhi hari besar mereka dan tak 
perlu menghiraukannya.
2. Perayaan yang mereka adakan tidak lain adalah kebatilan 
semata yang dikemas sedemikian rupa, sehingga kelihatan menarik. Di 
dalamnya berisikan pesan ajakan kepada kekufuran, kesesatan dan 
kemungkaran secara syar'i seperti: Seruan ke arah persatuan agama dan 
persamaan antara Islam dengan agama lain. Juga tak dapat dihindari 
adanya simbul-simbul keagamaan mereka, baik berupa benda, ucapan 
ataupun perbuatan yang tujuannya bisa jadi untuk menampakkan syiar 
dan syariat Yahudi atau Nasrani yang telah terhapus dengan datangnya 
Islam atau kalau tidak agar orang menganggap baik terhadap syariat 
mereka, sehingga biasnya menyeret kepada kekufuran. Ini merupakan 
salah satu cara dan siasat untuk menjauhkan umat Islam dari tuntunan 
agamanya, sehingga akhirnya merasa asing dengan agamanya sendiri.
3. Telah jelas sekali dalil-dalil dari Al Quran, Sunnah dan 
atsar yang shahih tentang larangan meniru sikap dan perilaku orang 
kafir yang jelas-jelas itu merupakan ciri khas dan kekhususan dari 
agama mereka, termasuk di dalam hal ini adalah Ied atau hari besar 
mereka.Ied di sini mencakup segala sesuatu baik hari atau tempat yang 
diagung-agungkan secara rutin oleh orang kafir, tempat di situ mereka 
berkumpul untuk mengadakan acara keagamaan, termasuk juga di dalam 
hal ini adalah amalan-amalan yang mereka lakukan. Keseluruhan waktu 
dan tempat yang diagungkan oleh orang kafir yang tidak ada 
tuntunannya di dalam Islam, maka haram bagi setiap muslim untuk ikut 
mengagungkannya.
4. Larangan untuk meniru dan memeriahkan hari besar orang kafir 
selain karena adanya dalil yang jelas juga dikarenakan akan memberi 
dampak negatif, antara lain: 
o Orang-orang kafir itu akan merasa senang dan lega dikarenakan 
sikap mendukung umat Islam atas kebatilan yang mereka lakukan. 
o Dukungan dan peran serta secara lahir akan membawa pengaruh 
ke dalam batin yakni akan merusak akidah yang bersangkutan secara 
bertahap tanpa terasa. 
o Yang paling berbahaya ialah sikap mendukung dan ikut-ikutan 
terhadap hari raya mereka akan menumbuhkan rasa cinta dan ikatan 
batin terhadap orang kafir yang bisa menghapuskan keimanan.Ini 
sebagaimana yang difirmankan Allah Ta'ala, artinya: "Hai orang-orang 
yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani 
menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi 
sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka 
menjadi pemimpin, maka sesungguhnya o-rang itu termasuk golongan 
mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang 
yang zalim". (QS. 5:51)
5. Dari uraian di atas, maka tidak diperbolehkan bagi setiap 
muslim yang mengakui Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan 
Muhammad sebagai nabi dan rasul, untuk ikut merayakan hari besar yang 
tidak ada asalnya di dalam Islam, tidak boleh menghadiri, bergabung 
dan membantu terselenggaranya acara tersebut.Karena hal ini termasuk 
dosa dan melanggar batasan Allah.Dia telah melarang kita untuk tolong-
menolong di dalam dosa dan pelanggaran, sebagaimana firman Allah, 
artinya: "Dan tolong-menolonglah kamu di dalam (mengerjakan) 
kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa 
dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya 
Allah amat berat siksa-Nya." (QS. 5:2)
6. Tidak diperbolehkan kaum muslimin memberikan respon di dalam 
bentuk apapun yang intinya ada unsur dukungan, membantu atau 
memeriahkan perayaan orang kafir, seperti : iklan dan himbauan; 
menulis ucapan pada jam dinding atau fandel; menyablon/membuat baju 
bertuliskan perayaan yang dimaksud; membuat cinderamata dan kenang-
kenangan; membuat dan mengirimkan kartu ucapan selamat; membuat buku 
tulis;memberi keistimewaan seperti hadiah /diskon khusus di dalam 
perdagangan, ataupun(yang banyak terjadi) yaitu mengadakan lomba olah 
raga di dalam rangka memperingati hari raya mereka. Kesemua ini 
termasuk di dalam rangka membantu syiar mereka.
7. Kaum muslimin tidak diperbolehkan beranggapan bahwa hari raya 
orang kafir seperti tahun baru (masehi), atau milenium baru sebagai 
waktu penuh berkah (hari baik) yang tepat untuk memulai babak baru di 
dalam langkah hidup dan bekerja, di antaranya adalah seperti 
melakukan akad nikah, memulai bisnis, pembukaan proyek-proyek baru 
dan lain-lain. Keyakinan seperti ini adalah batil dan hari tersebut 
sama sekali tidak memiliki kelebihan dan ke-istimewaan di atas hari-
hari yang lain.
8. Dilarang bagi umat Islam untuk mengucapkan selamat atas hari 
raya orang kafir, karena ini menunjukkan sikap rela terhadapnya di 
samping memberikan rasa gembira di hati mereka.Berkaitan dengan ini 
Ibnul Qayim rahimahullah pernah berkata, "Mengucapkan selamat 
terhadap syiar dan simbol khusus orang kafir sudah disepakati kaha-
ramannya seperti memberi ucapan selamat atas hari raya mereka, puasa 
mereka dengan mengucapkan, "Selamat hari raya (dan yang semisalnya), 
meskipun pengucapnya tidak terjeru-mus ke dalam kekufuran, namun ia 
telah melakukan keharaman yang besar, karena sama saja kedudukannya 
dengan mengucapkan selamat atas sujudnya mereka kepada salib. Bahkan 
di hadapan Allah, hal ini lebih besar dosanya daripada orang yang 
memberi ucapan selamat kapada peminum khamar, pembunuh, pezina dan 
sebagainya. Dan banyak sekali orang Islam yang tidak memahami ajaran 
agamanya, akhirnya terjerumus ke dalam hal ini, ia tidak menyadari 
betapa besar keburukan yang telah ia lakukan. Dengan demikian, barang 
siapa memberi ucapan selamat atas kemaksiatan, kebid'ahan dan lebih-
lebih kekufuran, maka ia akan berhadapan dengan murka Allah". 
Demikian ucapan beliau rahimahullah!
9. Setiap muslim harus merasa bangga dan mulia dengan hari 
rayanya sendiri termasuk di dalam hal ini adalah kalender dan 
penanggalan hijriyah yang telah disepakati oleh para shahabat 
Radhiallaahu anhu, sebisa mungkin kita pertahan kan penggunaannya, 
walau mungkin lingkungan belum mendukung. Kaum muslimin sepeninggal 
shahabat hingga sekarang (sudah 14 abad), selalu menggunakannya dan 
setiap pergantian tahun baru hijriyah ini, tidak perlu dengan 
mangadakan perayaan-perayaan tertentu. 
Demikianlah sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap mukmin, 
hendaknya ia selalu menasehati dirinya sendiri dan berusaha sekuat 
tenaga menyelamatkan diri dari apa-apa yang menyebabkan kemurkaan 
Allah dan laknatNya. Hendaknya ia mengambil petunjuk hanya dari Allah 
dan menjadikan Dia sebagai penolong. 
 
(Disarikan dari: Fatwa Komisi Tetap untuk Penelitian Ilmiyah dan 
Fatwa Kerajaan Arab Saudi tentang Perayaan Milenium Baru tahun 2000. 
Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh, Anggota: Syaikh 
Abdullah bin Abdur Rahman Al-Ghadyan, Syaikh Bakr bin Abdullah Abu 
Zaid, Syakh Shalih bin Fauzan Al Fauzan. ([Dept Ilmiah])


-----Original Message-----
From: iwan rystiono [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, December 27, 2004 9:04 PM
To: [email protected]
Subject: [assunnah] Memberi ucapan selamat natal, gimana ?




Assalamualaikum...

Kalo menurut saya pribadi, jika kita memberi ucpan
selamat natal itu tidak apa-apa. Karena hl ini kan
tidak ada hubungannya dengan ibadah. Hanya saja kalo
kita diaundang untuk merayakan natal di rumah ataupun
di mana saja, kita harus menolak karena ada larangan
mengikuti perayaan agam lain. Tetapi penolakannya juga
dengan cara yang halus. Jangan sampai mereka
tersinggung. 

Mungkin pendapat saya kurang benar ya ? Tetapi selama
ini saya selalu begitu, karena saya juga mempunyai
benyak teman non-muslim. Kebetulan saya chinese tapi
muslim, seluruh keluarga saya juga muslim taat. Apa
saya sudah benar jika bersikap seperti itu ?

Terima kasih ....

        
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
All your favorites on one personal page - Try My Yahoo!
Yahoo! Groups Links http://www.almanhaj.or.id




 








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
It is better to give....
Especially when giving to a child in poverty.
Click here to meet a child you can help.
http://us.click.yahoo.com/.haQaA/0nhJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke