Salafy yang Tidak Peduli

Oleh: Abu Hanifa Al-Muhandis

Seorang kawan pernah mengatakan kepada saya: "Lihatlah..satu hari setelah tsunami melanda aceh, posko partai kami sudah ada disana..lebih cepat dari organisasi lain..."

Di milis ini (Khususnya Akhi Ananda Setyo; yang dari gaya penulisannya dapat dipastikan orang yang belum paham tentang manhaj salaf) juga menyindir dan menanyakan hal serupa yang intinya kenapa salafy seakan tidak pernah mau tahu keadaaan saudaranya sendiri imma itu di Aceh,Palestin, dan dunia Islam lainnya.

"Perumpamaan kaum mukminin di dalam saling mencintai, mengasihi dan menyayangi diantara mereka aadalah sepert tubuh. Jika mengeluh salah satu dari anggota tubuh tersebut, akan merasakan seluruh jasad baik dengan demam atau tidak bisa tidur. (HR. Bukhari X/437, Muslim-2586)

"Seorang mukmin dengan seorang mukmin lainnya adalah seperti bangunan saling menguatkan atas sebagian yang lainnya" (HR. Bukhari X/450,Muslim 2585)

Kesimpulan yang bisa kita katakan:

1. Bahwa Salaf bukan organisasi. Dia adalah Manhaj/metode dalam memahami Islam sesuai pemahaman generasi awal Islam. 

Seluruh muslim semestinya WAJIB mengerti dan mempelajari manhaj salaf. Kenapa..?Karena jalan kebenaran dan kebaikan menuju Allah hanya ada satu jalan, yaitu jalan yang pernah ditempuh oleh Rasulullah dan Shahabat, Tabi'in dan Tabiut Tabiin. Ndak butuh jalan lain...

2. Karena manhaj salaf bukan organisasi berarti dia tidak perlu di-mobilisir untuk melakukan sesuatu. Cukup dengan kesadaran dan keikhlasan masing-2 pribadi sebagai aplikasi ilmu syar'i yang telah dipelajari.

Manhaj salaf menyatu dengan kaum muslimin. Mereka yang bermanhaj salaf ini bisa berupa: Relawan mahasiswa, orang-2 PMI, orang-2 Pemda, TNI, rakyat jelata dan lain-lain.

Jadi tidak perlu relawan ke-Aceh dengan kaus dan topi bertuliskan: "Kami Relawan Salafy"...masyaAllah..bisa rusak pahala amal kita...

3. Karena Manhaj Salaf bukanlah "Harokah Salaf". Dia tidak punya organisasi struktural, tidak punya sekretariat dan kantor, tidak punya tokoh pendiri. Pemimpinnya adalah Rasulullah Muhammad.

Ikhwanul Muslimin: Didirikan di Mesir oleh Hasan Al-Banna (yang ideologinya dipakai oleh saudara kami dari Jamaah Tarbiyah. Membuat partai dengan nama PKS), Hizbut Tahrir: Didirikan di Palestin oleh Taqiyuddin An-Nabhani. Jamaah Tabligh: Didirikan oleh Muhammad Ilyas di Pakistan.

Dari situ sudah kelihatan bedanya...Manhaj Salaf...bukan harokah..bukan organisasi...

Jika sewaktu-waktu ada orang yang pingin buat "Partai Salafy Indonesia" maka dapat di pastikan dia telah terperosok kedalam Ashobiyah dengan label manhaj salaf.

4. Ustadz Abu Unaisah mengkategorikan organisasi Islam dibagi menjadi 2:

- Organisasi yang bersifat asas: Merangkul mereka-2 yang merasa se-ideologi, agar lebih rapi dan teridentifikasi personilnya. Sekaligus menafikan mereka-2 yang mengaku sebagai ikhwannya tapi tidak mau masuk kelompoknya.

Contoh: Islam Jamaah membuat organisasi bernama LDII (kalau ada yang mengaku Islam Jamaah tapi masuk Ahmadiyah berarti bukan Islam Jamaah).

Contoh (lagi): Jamaah Tarbiyah buat partai bernama PKS. Jika ada yang mengaku Ikhwan Tarbiyah tapi masuk PKB berarti dia orang NU..iya kan..?

- Organisasi sebagai sarana: Organisasi yang dibuat sebagai sarana dakwah agar kerja lebih rapi dan teratur. Lebih kecil struktur nya dan tidak mempunyai garis komando dan mobilisasi khusus dalam jumlah besar. 

Contoh: Organisasi kepanitiaan bedah buku, bakti sosial, dll.

"Dan janganlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka"(Ar-Ruum:32)

5. Setiap infaq, shodaqoh , untaian doa dan aktivitas lainnya untuk saudara-saudara kita dibelahan bumi lain yang dilakukan oleh para Ikhwan ber manhaj Salaf tentu tidak usah dipublikasikan secara berlebihan apalagi bercerita kepada orang-orang lain dan menyebut kebaikan yang telah diperbuat. Atau menyampaikannya kepada aktivis harokah hanya agar kita kelihatan lebih peduli dan tidak dibilang "Omdo" (Omong Doang) atau "NATO" (No Action Talk Only). Biarlah ganjarannya diharapkan kepada Allah saja. InsyaAllah lebih menambah ke Ikhlasan dalam ber-amal.

Wallahu a'lam

Abu Hanifa Al-Muhandis (Aktivis Kemanusiaan, Organization Development Trainer)

Untuk saudara kami Muslim Aceh: "Kami tidak akan pernah meninggalkan kalian..."

04-UI


Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. Learn more.

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke