HUKUM PENGKAFIRAN DAN PEMBOMAN


Oleh
Haiah Kibarul Ulama Saudi Arabia
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan 2/2





Allah juga telah menjanjikan adzab yang pedih bagi siapa saja yang membunuh 
nyawa yang tidak berdosa, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang hak 
orang-orang mukmin.

"Artinya : Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka 
balasannya ialah Jahannam, keka ia didalamnya dan Allah murka kepadanya, dan 
mengutuknya serta menyediakan adzab yang besar baginya" [An-Nisa : 93]

Dan Allah Subhanahu wa Ta'la berfirman tentang orang-orang kafir �yang 
memiliki perjanjian perlindungan dalam hukum pemubunuhan tidak disengaja-

"Artinya : Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian 
(damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar 
diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan 
hamba sahaya yang mukmin" [An-Nisa : 92]

Dan jika membunuh seorang kafir yang memiliki perlindungan terhadap 
kemanannya saja dikenakan diyat dan kafarat, bagaimana jika ia (kafir) 
dibunuh secara sengaja ? Jika demikian tindakan tersebut lebih parah dan 
dosanya lebih besar.

Dan telah shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasanya 
beliau bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang membunuh orang yang dalam perjanjian maka ia 
tidak akan mencium bau surga" [Muttafaq 'alaihi dari Abdullah bin Amr] [7]

Ketiga.
Bahwasanya setelah Majelis Kibarul Ulama menjelaskan hukum mengkafirkan 
manusia tanpa didasari oleh petunjuk dari kitab Allah dan Sunnah RasulNya 
serta bahaya memutlakkan hal tersebut sehingga menimbulkan pengaruh yang 
buruk, maka diumumkan kepada dunia bahwasanya Islam berlepas diri dari orang 
yang berkeyakinan salah seperti ini, dan hal-hal yang terjadi di beberapa 
negeri seperti pertumpahan darah orang tak berdosa, peledakan perumahan dan 
kendaraan serta bangunan-bangunan milik sawasta maupun pemerintah dan 
penghancuran gedung-gedung merupakan tindakan kriminalitas dan Islam 
berlepas darinya.

Begitulah sikap seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari Akhir 
yaitu berlepas diri darinya. Sesungguhnya tindakan tersebut datang dari 
orang yang memiliki pemikiran menyimpang serta aqidah yang sesat. Ia memikul 
dosa dan kejahatannya sendiri, dan tidak dipandang perbuatannya oleh Islam 
dan kaum muslimin yang mengikuti petunjuk Islam berpegang teguh kepada 
Kitabullah dan As-Sunnah serta berpegang kepada tali Allah yang kokoh. 
Perbuatan tersebut murni tindakan kriminalitas yang ditolak oleh syari'at 
dan fitrah. Oleh sebab itu nash syariat telah mengharamkannnya sebagai 
peringatan dari berkawan dengan pelaku tindakan tersebut.

"Artinya : Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan 
dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi 
hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia 
berpaling (dari kamu) ia berjlalan di bumi untuk mengdakan kerusakan 
padanya, dan merusak tanaman-tanaman dam binatang ternak, dan Allah tidak 
menyukai kerusakan padanya , dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, 
dan Allah tidak menyukai kerusakan" [Al-Baqarah : 204-206]

Wajib bagi setiap muslimin di mana saja berada untuk saling menasehati dalam 
kebenaran, tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, memerintahkan yang 
baik dan mencegah yang mungkar dengan cara hikmah dan pelajaran yang baik 
dan berdebat dengan cara yang paling baik, seperti firman Allah Subhanahu wa 
Ta'ala.

"Artinya : Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan 
takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan 
bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya 
[Al-Maidah : 2]

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian 
mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh 
(mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, 
menunaikan zakat, dan mereka ta'at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu 
akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha 
Bijaksana" [At-Taubah : 71]

Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam 
kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan 
nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya 
menetapi kesabaran" [Al-Ashr : 1-3]

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Agama itu nasehat" (tiga 
kali), dikatakan : bagi saiapa, Ya Rasulullah ? Ia bersabda : "Bagi Allah, 
kitabNya, Rasul-RasulNya, pemimpin kaum muslimin dan manusia secara umum" 
[Telah lewat Takhrijnya]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, mengasihi, 
dan saling menyayangi, bagaikan satu tubuh apabila adal satu bagian tubuh 
yang sakit maka akan menjalar kebagian tubuh yang lain sehingga turut tidak 
bisa tidur dan merasa demam" [8]

Ayat-ayat dan hadits-hadits �yang bermakna seperti ini- banyak sekali.

Kita memohon kepada Allah dengan namaNya yang indah dan sifatNya yang 
tinggi, agar Dia mengangkat bencana dari kaum muslimin, membeerikan petunjuk 
kepada para pemimpin yang padanya kebaikan penduduk dan negeri, serta 
menumpas kerusakan beserta pelakunya, dan semoga Allah menjadikan para 
pemimpin sebagai penolong agamaNya, meningggikan kalimatNya dan semoga Allah 
memperbaiki keadaan kaum muslimin �seluruhnya- di setiap tempat dan semoga 
Allah menjadikan mereka penolong kebenaran.

Sesungguhnya Allah pemilik yang demikian itu serta berkuasa atasnya. Semoga 
shalawat dan salam tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan para 
sahabat beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam.


[Disalin dari kitab Fatawa Al-Aimmah Fil An-Nawazil Al-Mudlahimmah edisi 
Indonesia Fatwa-Fatwa Seputar Terorisme, Penyusun Muhammad bin Husain bin 
Said Ali Sufran Al-Qathani, Terbitan Pustaka At-Tazkia]
_________
Foote Note
[7] Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Al-Jizyah, bab Itsmun Man 
Qatala Muahidan Bighairi Jarmin, hadits no. 3166, saya tidak mendapat dalam 
shahih Muslim.
[8] Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari di kitab Al-Adab, bab Rahmah An Naas 
Wa Al-Bahaim hadits no 6011, dan Imam Muslim di kitab Al-Birr Wa Ash-Shilah 
bab Tarahum Al-Mukminina Wa Ta'Athufihim hadits no 2586

sumber http://www.almanhaj.or.id

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke