| ï
SEGERALAH BERTAUBAT ØÙØÙØ ØÙÙ ØÙÙÙ
Asal makna taubat adalah
kembali dari kesalahan dan dosa kepada ketaâatan. Orang yang bertaubat kepada
Allah adalah orang yang kembali dari perbuatan maksiat menuju perbuatan taâat.
Seseorang dikatakan bertaubat jika ia mengakui dosa-dosanya, menyesal, berhenti
dan berusaha tidak mengulangi perbuatannya. Di antara para ulama tidak ada
perbedaan pendapat tentang wajibnya taubat. Taubat merupakan fardhu âain yang
harus dilakukan setiap muslim dan muslimah. Perintah taubat merupakan perintah
wajib yang harus segera dilaksanakan sebelum ajal tiba. Allah berfirman :
âBertaubatlah kalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu
beruntung.â (An Nur: 31) âHai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu
kepada Allah dengan taubat yang benar (ikhlas).â (At Tahrim: 8) Dari Agharr bin Yasar
Al-Muzani, ia berkata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : âWahai manusia ! bertaubatlah kalian kepada Allah dan mintalah
ampun kepada-Nya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari
sebanyak seratus kali. (HSR.
Muslim). Setiap hari manusia berbuat
dosa baik dosa kecil maupun besar, dosa kepada Khalik maupun kepada makhluk.
Setiap anggota tubuh manusia pernah melakukan kesalahan dan dosa. Mata sering
melihat yang haram. Lidah sering berbicara tidak benar, berdusta, menuduh,
ghibah, mencela dan lain-lain. Telinga suka mendengarkan musik dan lagu yang
haram. Tangan suka menyentuh perempuan yang bukan mahram, mengambil barang yang
bukan miliknya, memukul atau kejahatan lainnya. Kaki kadang melangkah kepada
tempat-tempat maksiat dan seterusnya. Setiap muslim dan muslimah
pernah berbuat salah, baik dia orang awam maupun ustadh, kyai atau ulama. Karena
itu setiap orang tidak boleh lepas dari istighfar dan selalu bertaubat
kepada-Nya, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.
Beliau setiap hari memohon ampun kepada Allah seratus kali.
Istighfar dan minta ampun
bisa dengan membaca: ( ØØØØÙØ
ØÙÙÙ ØÙÙØÙ ÙØ ØÙÙ ØÙØÙ ÙÙ ØÙØÙÙ ØÙÙÙÙÙÙ Ù ØØÙØ ØÙÙÙ) âAku
minta ampun kepada Allah, yang tiada Tuhan melainkan Dia. Yang Maha Hidup dan
Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nyaâ (H.R. Abu Daud 1517, At
Tirmidzi 3495 dan Hakim 1: 511) Jika seorang muslim atau
muslimah pernah berbuat dosa-dosa besar atau dosa-dosa yang paling besar maka
hendaknya ia segera bertaubat. Tidak ada kata terlambat dalam bertaubat,
pintu taubat selalu terbuka sampai
matahari terbit dari barat. Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam :â Sesungguhnya Allah Ta'ala selalu membuka tangan-Nya di waktu
malam untuk menerima taubat orang yang melakukan kesalahan di siang hari, dan Ia
membuka tangan-Nya di waktu siang untuk menerima taubat orang yang berbuat salah di malam
hari. Begitulah hingga matahari terbit dari arah barat.â (H.R.
Muslim) Syarat-syarat
Taubat Para ulama menjelaskan syarat-syarat taubat yang di terima Allah sebagai berikut : 1. Orang yang berbuat dosa itu harus berhenti dari perbuatan dosa dan maksiat yang selama ini ia lakukan. 2.Dia harus menyesali perbuatan tersebut. 3. Dia harus berazam
(mempunyai tekad bulat) tidak mengulangi 4. Harus ada pernyataan
bebas dari hak kawan yang dirugikan. Di samping syarat-syarat
tersebut diatas, orang yang bertaubat
dianjurkan melakukan shalat dua rakaâat. Shalat ini dikenal dengan shalat
taubat. (Dalilnya, lihat
hadist hasan riwayat At Tirmidzi, no.404, Ahmad 1: 10, Abu Daud dan Ibnu
Majah) Tingkatan manusia yang bertaubat kepada Allah
Pertama
: Orang yang istiqamah dalam taubatnya sampai akhir hayatnya.Yaitu yang
tidak berkeinginan mengulangi lagi dosanya dan berusaha membeserkan semua
urusannya yang ia pernah keliru atau salah di dalamnya, tetapi masih ada
dosa-dosa kecil yang masih kadang-kadang ia lakukan. Dan memang semua manusia
tidak bisa lepas dari dosa-dosa kecil ini. Namun ia selalu beristighfar dan
bersegera berbuat baik. Ia termasuk orang saabiqun bil khairaat (Lihat Q.S. 35 :
32), dan taubatnya dikatakan taubat nasuha yakni taubat yang benar dan ikhlas.
Sedang nafsu seperti ini disebut nafsu muthmaâinnah. Kedua : Ia
menempuh jalan orang-orang yang istiqamah dalam semua perkara ketaatan dan
menjauhkan semua dosa-dosa besar, tetapi ia sering melakukan dengan tidak
sengaja. Setiap ia melakukan dosa-dosa itu ia mencela dirinya dan menyesalinya.
Orang seperti ini akan mendapat janji baik dari Allah. (Lihat Q.S. 53: 32) Dan
nafsu yang demikian dinamakan nafsu lawwaamah. Ketiga :
Orang yang bertaubat dan istiqamah dalam taubatnya sampai satu masa, kemudian
suatu waktu ia mengerjakan lagi sebagian dosa-dosa besar karena ia dikalahkan
syawatnya, kendatipun demikian ia masih menjaga perbuatan-perbuatan baik dan
tetap taat kepada Allah, ia selalu menyiapkan dirinya untuk bertaubat dan
berkeinginan agar Allah mengampuni dosa-dosanya. Keadaan orang demikian ini
digambarkan dalam firman Allah : âDan (ada) pula orang-orang lain yang mengakui
dosa-dosa mereka, mereka mencampur-baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan
lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayangâ (Q.S. 9: 102) Nafsu yang demikian ini
disebut nafsu musawwalah (Q.S. 12: 18,83) Tingkatan ketiga ini berbahaya karena bisa jadi ia menunda taubat dan
mengakhirkannya. Kemungkinan pula sebelum ia ada kesempatan taubat Malaikat Maut
sudah diperintahkan Allah mencabut ruhnya, sedangkan amal perbuatan manusia
dihisab menurut akhir kehidupan manusia menjelang mati. Keempat :
Orang yang bertaubat, tetapi taubatnya hanya sementara waktu saja kemudian ia
kembali lagi melakukan dosa-dosa dan maksiat. Ia tidak perduli lagi terhadap
perintah-perintah dan larangan-larangan Allah serta tidak ada rasa lagi menyesal
terhadap dosa-dosanya. Nafsu syahwatnya sudah menguasai kehidupannya dan selalu
menyuruhnya berbuat yang jelek dan dosa.Bahkan ia sudah sangat benci kepada
orang-orang yang berbuat baik dan malah menjauhi mereka. Nafsu yang demikian ini
dinamakan nafsu ammaarah. (Q.S. 12: 53) Tingkatan keempat ini sangat berbahaya. Dan apabila ia mati dalam keadaan
demikian maka termasuk suâul khatimah. Seandainya orang ini mati dalam keadaan
Islam, meskipun sudah banyak dosa-dosanya, maka ia masih diharapkan masuk Surga
sesudah disiksa dengan siksaan yang pedih di dalam api Neraka. JANJI ALLAH KEPADA
ORANG-ORANG YANG BERTAUBAT DAN ISTIQAMAH DALAM TAUBATNYA 1. Taubat menghapuskan
dosa-dosa seolah-olah ia tidak berdosa
âOrang yang bertaubat dari
dosa seolah-olah ia tidak berdosaâ (H.R.Ibnu Majah, Shahih
Jamiâus Shaghir 3005) Allah berfirman : âKecuali orang-orang
bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka Allah akan ganti kejahatan
mereka dengan kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.â(Q.S. 25:
70) 2. Allah berjanji
menerima taubat mereka. Allah berfirman : â Tidakkah mereka mengetahui
bahwasanya Allah menerima taubat dari
hamba-hambaNya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat
lagi Maha Penyayang.â (Q.S. 9:
104) 3. Orang yang istiqamah dalam
taubatnya adalah sebaik-baik Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam bersabda : â Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang
yang berbuat salah adalah yang bertaubat.â (H.R.Ahmad 3: 198. Shahih Jamiâus
Shaghir 4391)
âSeandainya hamba-hamba Allah tidak berbuat
dosa, niscaya Allah akan menciptakan makhluk yang berbuat dosa kemudian âmereka
istighfarâ (minta ampun kepada Allah), lalu Allah mengampuni dosa mereka. Dan
dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.â (H.R. Hakim 4: 246) Obat Mujarab Agar Bisa
Istiqamah Dalam Taubat Setiap penyakit ada obatnya dan setiap
penyakit ada ahli yang dapat menangani untuk menyembuhkannya. Obat penyakit
badan dan tubuh bisa diserahkan kepada dokter. Tetapi penyakit hati hanya bisa
diobati dengan kembali kepada agama yang benar. Hati yang lalai merupakan pokok
segala kesalahan. Dan penyakit hati ini lebih banyak dari penyakit badan, karena
orang tersebut tidak marasa bahwa dirinya sedang sakit. Dan akibat dari penyakit
ini seolah-olah tidak tampak di dunia ini. Adapun obat mujarab bagi penyakit
hati sesudah ia kembali kepada agama yang benar ialah : 1. Mengingat ayat-ayat Allah yang
menakutkan dan mengerikan tentang siksa yang pedih
bagi orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat membaca Juz Amma dan artinya
misalnya dan sebaiknya dihafalkan. 2. Membaca hikayat nabi-nabi para
salafus shalih serta musibah- musibah yang menimpa mereka
dan umatnya akibat dosa yang mereka lakukan. 3. Selalu mengingat bahwa
setiap dosa dan maksiat mempunyai akibat jelek di dunia maupun
di akhirat. 4. Senantiasa mengingat
ayat-ayat dan hadist-hadist yang mengisahkan tentang
siksa-siksa dari satu persatu dosa, seperti dosa minum khamar, riba, zina,
ghibah dan lain-lain. 5. Membaca istighfar dan
sayyidul istighfar setiap hari. Semoga Allah memberi taufik dan hidayahNya
kepada kita, menuntun kita untuk segera bertaubat serta memberi kita kesudahan
yang baik, khusnul khatimah.
Amin Ustad Yazid Abdul Qadir
Jawas.
------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links
|
