>From: clark McBean 
>To: [email protected]
>Sent: Friday, January 28, 2005 9:12 AM
>Subject: [assunnah] Tanya : Istilah Sunni/Salafi?
>Assalamu'alaikum
>Saya baca dibanyak buku (barat) dikenal istilah 'Sunni', apakah 'sunni' 
>sama dengan 'salafi'? Wassalamu'alaikum

Barangkali kutipan artikel dibawah ini, dapat membantu anda untuk memahami 
masalah yang ditanyakan, atau lebih jelas dan detailnya silakan buka situs 
http://www.almanhaj.or.id


ANTARA AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH DAN SALAFIYAH

Oleh
Syaikh Abu Usamah Salim bin 'Ied Al-Hilaaly


Banyak dari kalangan kelompok Ahlul Bid'ah dan golongan-golongan sesat yang 
menggunakan nama Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah untuk menyimpangkan orang-orang 
awam dari dari kaum muslimin dari fitrah mereka.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatwa 3/346 "Banyak 
orang-orang menyebutkan tentang golongan-golongan ini dengan hukum prasangka 
dan hawa nafsu lalu menjadikan kelompoknya dan orang yang menisbatkan 
dirinya dan memberikan loyalitas kepada tokoh pemimpin yang diikutinya 
adalah ahlus-Sunnah Wal Jama'ah dan menjadikan orang-orang yang 
mnyelisihinya sebagai Ahlul Bid'ah, hal ini merupakan kesesatan yang nyata, 
karena ahlul Haq was-Sunnah Wal Jama'ah tidak punya panutan kecuali 
Rosulullah Shalallahu 'Alaihi wasalam ".

Sebagian mereka memasukan kelompok Asyariyah sebagai bagian dari 
Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah sebagaimana yang dilakukan oleh Abdul Qahir bin 
Thoohir Al Baghdadiy wafat tahun 429 H dalam Al Farqu Bainal Firaq hal.313, 
dalam perkataannya :"Ketahuilah semoga Allah subhanuhu Wa Ta'ala memberikan 
kebahagian kepada kalian -Sesungguhnya ahlus-Sunnah Wal Jama'ah ada delapan 
kelompok :

Sekelompok mereka memiliki ilmu tentang bab-bab pembahasan tauhid dan 
nubuwah, hukum-hukum Alwa' wal Wa'id, pahala dan dosa, syarat-syarat 
ijtihad, keimamahan dan kepemimpinan dan mereka ini berjalan pada bidang 
dari ilmu ini jalannya saufatiyah (orang yang menetapkan sifat) dari 
kalangan ahlil kalam yang berlepas diri dari Tasybih dan Ta'thil dan dari 
kebida'han Rafidhoh, Khawarij, Jahmiyah dan An-Najariyah dan seluruh ahli 
hawa yang sesat.

Sebagian mutaakhirin menyangka bahwa umat Islam telah menyerahkan 
kepemimpinannya dalam masalah aqidah kepada Asy'ariyah dan Maturidiyah, 
berkata Sa'id hawa dalam kitab Jaulatun Fil Fiqhaini hal. 22, 66, 81 dan 90 
: " Dan umat ini telah menyerahkan permasalahan i'tiqad kepada dua orang 
yaitu Abul Hasan Al-Asy'ariy dan Abu Manshur Al Maturidiy" dan berkata 
Azzabidiy dalam kitab Ithaafis Saadatil Muttaqiin (2/6):" Jika disebutkan 
Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah yang dimaksud adalah Asy'ariy dan Maturidiyah..."

Akhirnya istilah Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah telah menjadi longgar yang masuk 
padanya orang-orang yang memiliki penyimpangan dalam aqidah khususnya 
masalah sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala, oleh karena itu sepatutnya 
menggunakan kata Salafiyah untuk menunjukan Al-Firqatun-Najiyah, Ath-Thoifah 
Al Manshurah, Al-Ghuraba dan Ahlil Hadits.

Sebagian Dai yang tetap terus menggunakan kata Ahlus-Sunnah Wal Jama'ah 
berkata : Apa pendapatmu jika ada beberapa kaum lalu mengaku Salafiyah 
sedang mereka dari kelompok-kelompok yang menyimpang, apakah kamu akan 
meninggalakan kata Salafiyah dan menggantinya dengan yang lain ?

Jawabannya dari beberapa sisi:

[a] Anggapan ini menghasilkan mata rantai yang tidak ada ujungnya. maka hal 
itu bathil.

[b] Ini merupakan anggapan (hipotesa) pada permasalahan yang belum terjadi 
lagi sedangkan para Salaf membenci pertanyaan tentang perkara-perkara yang 
dianggaop ada dan masalah-masalah khayalan pemikiran.

[c] Klaim (pengakuan) kelompok-kelompok ini yang belum kita lihat dan belum 
kita dengar terhadap manhaj Salaf merupakan benturan terhadap 
pemikiran-pemikiran mereka karena manhaj Salaf mengharuskan pengikutnya 
untuk mengikuti jalannya para sahabat, hal ini tampak jelas dengan 
keterangan berikut :

[d] Semua kelompok-kelompok yang menisbatkan diri kepada Ahlus-sunnah wal 
Jama'ah tidak ada yang berani mengatakan : Saya Salafiy.

Kelompok-kelompok yang terkenal dengan kebidahannya tidak ada yang mengaku 
bermadzhab Salaf dan mengikuti ajarannya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam Majmu Faatwa 4/155 : " Yang 
dimaksud disini bahwa kelompok-kelompok yang terkenal diantara Ahlus-Sunnah 
Wal Jama'ah yang memiliki kebidahan sesungguhnya tidaklah mengikuti ajaran 
Salaf, apalagi kelompok ahlul bid'ah yang termasyhur yaitu Rafidah, 
sampai-sampai orang awam tidak mengenal syiar kebidahan kecuali Rafidhah, 
sedangkan sunniy dalam istilah mereka adalah orang yang tidak syiah dan 
demikianlah karena mereka paling menyelisihi hadits-hadits nabi dan makna 
Al-Qur'an dan yang paling mencela Salaf umat ini dan para imamnya serta 
melecehkan mayoritas umat dari macam-macam kelompok, sehingga ketika mereka 
semakin jauh dari mengikuti salaf maka yang paling masyhur dalam kebid'ahan. 
Sehingga diketahui bahwa syiar ahlul bid'ah adalah tidak mengikuti ajaran 
mengikuti salaf, oleh karena itu berkata Imam Ahmad dalam Risalah Abdus bin 
Malik : Ushul As-Sunnah menurut kami adalah berpegang teguh dengan apa yang 
difahami para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Kemudian berkata lagi (4/156) : "Adapun (anggapan) ajaran salaf termasuk 
menjadi syi'ar Ahlul Bid'ah maka itu satu kebatilan karena hal itu tidak 
mungkin kecuali ketika kebodohan meraja lela dan ilmu sedikit".

Oleh karena itu kita berbahagia dari balik keterus terangan ini sebagai 
langkah awal kepada dakwah Salafiyah yang tegak diatas Al-Kitab dan 
As-Sunnah yang shahih dengan pemahaman As-Salaf Ash-Shalih untuk memasukkan 
kelompok-kelompok yang menisbatkan diri kepada imam yang empat dalam fiqih 
(Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi'i dan Ahmad (pent)) kedalam ruang lingkup 
Ahlus Sunnah Wal Jama'ah...Sedangkan yang tersembunyi biarlah sembunyi.

Kalau ada yang mengatakan : "Ini tidak terbesit dalam pikiran kami, 
sedangkan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengetahui keadaan kita".

Saya jawab : Alanglah pasnya ucapan penyair.
Jika kamu tidak tahu maka itu satu musibah

Atau kamu tahu maka musibahnya lebih besar.
Seandainya bukan karena kitab ini kitab dasar sungguh saya akan panjang 
lebarkan dalam perinciannya.


[Disalin dari Kitab Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafy, edisi Indonesia 
Mengapa Memilih Manhaj Salaf (Studi Kritis Solusi Problematika Umat) oleh 
Syaikh Abu Usamah Salim bin 'Ied Al-Hilaly, terbitan Pustaka Imam Bukhari, 
penerjemah Kholid Syamhudi]

sumber http://www.almanhaj.or.id

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It�s easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/kx_54C/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke