ETIKA BERGAUL 2/3

Disusun oleh
Fariq bin Gasim Anuz



SIKAP-SIKAP YANG DISUKAI MANUSIA

[1]. Manusia suka kepada orang yang memberi perhatian kepada orang lain.

Diantara bentuk perhatian kepada orang lain, ialah mengucapkan salam, 
menanyakan kabarnya, menengoknya ketika sakit, memberi hadiah dan 
sebagainya. Manusia itu membutuhkan perhatian orang lain. Maka, selama tidak 
melewati batas-batas syar�I, hendaknya kita menampakkan perhatian kepada 
orang lain. seorang anak kecil bisa berprilaku nakal, karena mau mendapat 
perhatian orang dewasa. orang tua kadang lupa bahwa anak itu tidak cukup 
hanya diberi materi saja. Merekapun membutuhkan untuk diperhatikan, ditanya 
dan mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Apabila kasih sayang tidak 
didapatkan dari orang tuanya, maka anak akan mencarinya dari orang lain.

[2]. Manusia suka kepada orang yang mau mendengar ucapan mereka

Kita jangan ingin hanya ucapan kita saja yang didengar tanpa bersedia 
mendengar ucapan orang lain. kita harus  memberi waktu kepada orang lain 
untuk berbicara.

Seorang suami �misalnya-ketika pulang ke rumah dan bertemu istrinya, 
walaupun masih terasa lelah, harus mencoba menyediakan waktu untuk mendengar 
istrinya bercerita. Istrinya yang ditinggal sendiri di rumah tentu tak bisa 
berbicara dengan orang lain. Sehingga ketika sang suami pulang, ia merasa 
senang karena ada teman untuk berbincang-bincang. Oleh karena itu, suami 
harus mendengarkan dahulu perkataan istri. Jika belum siap untuk 
mendengarkannya, jelaskanlah dengan baik kepadanya, bahwa dia perlu 
istirahat dulu dan nanti ceritanya dilanjutkan lagi.

Contoh lain, yaitu ketika ketika teman kita berbicara dan salah dalam 
bicaranya itu, maka seharusnya kita tidak memotong langsung, apalagi 
membantahnya dengan kasar. kita dengarkan dulu pembicaraannya hingga 
selesai, kemudian kita jelaskan kesalahannya dengan baik.

[3]. Manusia suka kepada orang yang menjauhi debat kusir

Allah berfirman, yang artinya: �Serulah kepada jalan Rabbmu dengan hikmah, 
dan nasehat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang baik�.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dalam kasetnya, 
menerangkan tentang ayat:serulah kepada jalan Rabbmu dengan hikmah. Beliau 
berkata, �manusia tidak suka suka kepada orang yang berdiskusi dengan 
hararah (dengan panas). Karena umumnya orang hidup dengan latar 
belakang��..dan pemahaman yang berbeda dengan kita dan itu sudah mendarah 
daging��..sehinnga para penuntut ilmu, jika akan berdiskusi dengan orang 
yang fanatik terhadap madzhabnya, (maka) sebelum berdiskusi dia harus 
mengadakan pendahuluan untuk menciptakan suasana kondusif antara dia dengan 
dirinya. target pertama yang kita inginkan ialah agar orang itu mengikuti 
apa yang kita yakini kebenarannya, tetapi hal itu tidaklah mudah. Umumnya 
disebabkan fanatik madzhab, mereka tidak siap mengikuti kebenaran. target 
kedua, minimalnya dia tidak menjadi musuh bagi kita. Karena sebelumnya 
tercipta suasana yang kondusif antara kita dengan dirinya. Sehingga ketika 
kita menyampaikan yang haq, dia tidak akan memusuhi kita disebabkan ucapan 
yang haq tersebut. Sedangkan apabila ada orang lain yang ada yang berdiskusi 
dalam permasalahan yang sama, namun belum tercipta suasana kondusif antara 
dia dengan dirinya, tentu akan berbeda tanggapannya.

[4]. Manusia suka kepada orang yang memberikan penghargaan dan penghormatan 
kepada orang lain

Nabi mengatakan, bahwa orang yang lebih muda harus menghormati orang yang 
lebih tua, dan yang lebih tua harus menyayangi yang lebih muda.

Permasalahan ini kelihatannya sepele. Ketika kita shalat di masjid��namun 
menjadikan seseorang tersinggung karena dibelakangi. Hal ini kadang tidak 
sengaja kita lakukan. Oleh karena itu, dari pengalaman kita dan orang lain, 
kita harus belajar dan mengambil faidah. Sehingga bisa memperbaiki diri 
dalam hal menghormati orang lain. Hal-hal yang membuat diri kita 
tersinggung, jangan kita lakukan kepada orang lain. Bentuk-bentuk sikap 
tidak hormat dan pelecehan, harus kita kenali dan hindarkan.

Misalnya, ketika berjabat tangan tanpa melihat wajah yang diajaknya. Hal 
seperti itu
jarang kita lakukan kepada orang lain. Apabila kita diperlakukan kurang 
hormat, maka kita sebisa mungkin memakluminya. Karena-mungkin-orang lain 
belum mengerti atau tidak menyadarinya. Ketika kita memberi salam kepada 
orang lain, namun orang tersebut tidak menjawab, maka kita jangan langsung 
menuduh orang itu menganggap kita ahli bid�ah atau kafir. Bisa jadi, ketika 
itu dia sedang menghadapi banyak persoalan sehingga tidak sadar ada yang 
memberi salam kepadanya, dan ada kemungkinan-kemungkinan lainnya. Kalau 
perlu didatangi dengan baik dan ditanyakan,agar persoalannya jelas. Dalam 
hal ini kita dianjurkan untuk banyak memaafkan orang lain.

Allah berfirman,yang artinya: �Terimalah apa yang mudah dari akhlaq mereka 
dan perintahkanlah orang lain mengerjakan yang ma�ruf serta berpalinglah 
dari orang-orang yang bodoh.�(QS Al-A�raaf 199).

[5].Manusia suka kepada orang yang memberi kesempatan kepada orang lain 
untuk maju

Sebagai seorang muslim,seharusnya senang jika saudara kita maju, berhasil 
atau mendapatkan kenikmatan, walaupun secara naluri manusia itu tidak suka, 
jika ada orang lain yang melebihi dirinya. Naluri seperti ini harus kita 
kekang dan dikikis sedikit demi sedikit. Misalnya, bagi mahasiswa. Jika di 
kampus ada teman muslim yang lebih pandai daripada kita. Maka kita harus 
senang. Jika kita ingin seperti dia, maka harus berikhtiar dengan rajin 
belajar dan tidak bermalas-malasan. Berbeda dengan orang yang dengki, tidak 
suka jika temannya lebih pandai dari dirinya. Malahan karena dengkinya itu 
dia bisa-bisa memboikot temannya dengan mencuri catatan pelajarannya dan 
sebagainya.

[6]. Manusia suka kepada orang yang tahu berterima kasih atau suka membalas 
kebaikan

Hal ini bukan berarti dibolehkan mengharapkan ucapan terima kasih atau 
balasan dari manusia jika kita berbuat kebaikan terhadap mereka. Akan tetapi 
hendaklah tidak segan-segan untuk mengucapkan terima kasih dan membalas 
kebaikan yang diberikan orang lain kepada kita.

[7]. Manusia suka kepada orang yang memperbaiki kesalahan orang lain tanpa 
melukai perasaannya

Kita perlu melatih diri untuk menyampaikan ungkapan kata-kata yamg tidak 
menyakiti perasaan orang lain dan tetapSampai kepada tujuan yang diinginkan. 
Dalam sebuah buku diceritakan, ada seorang suami yang memberikan ceramah 
dalam suatu majelis dengan bahasa yang cukup tinggi, sehingga tidak bisa 
dipahami oleh yang mengikuti majelis tersebut. Ketika pulang, dia menanyakan 
pendapat istrinya tentang ceramahnya. Istrinya menjawab dengan mengatakan, 
bahwa jika ceramah tersebut disampaikan di hadapan para dosen, maka tentunya 
akan tepat sekali.

Ucapan itu merupakan sindiran halus, bahwa ceramah itu tidak tepat 
disampaikan di hadapan hadirin saat itu, dengan tanpa mengucapkan perkataan 
demikian. Hal ini bukan berarti kita harus banyak berbasa-basi atau bahkan 
membohongi orang lain. Namun hal ini agar tidak melukai perasaan orang, 
tanpa kehilangan maksud untuk memperbaikinya.

Sumber  : Majalah As-Sunnah edisi 03 � 04/ V11/ 1424/ 2003 M.

_________________________________________________________________
FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! 
http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke