Hukum Merayakan Hari Valentine
Jumat, 04 Februari05
Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi
hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti
berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikiran. Apalagi bila
mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal
Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti
tata cara peribadatan selain Islam, artinya,
"Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut."
(HR. At-Tirmidzi).
Valentine's Day adalah salah satu contoh hari besar di luar Islam yang
pada hari itu sebagian kaum muslimin ikut memperingatinya, terutama
kalangan ramaja dan pemuda. Padahal Valentine -menurut salah satu
versi sebuah ensiklopedi- adalah nama pendeta St. Valentine yang
dihukum mati karena menentang Kaisar Claudius II yang merlarang
pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu kiranya perlu
dijelaskan kepada kaum muslimin mengenai hukum merayakan hari
Valentine atau yang sering disebut sebagai hari kasih sayang.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, "Memberikan ucapan selamat terhadap
acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati
bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya
dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan
sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada
kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia
telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah
subhanahu wata'ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di
sisi Allah subhanahu wata'ala dan lebih dimurkai dari pada memberi
selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang
terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan
tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas
perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran. Padahal dengan itu ia telah
menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah
subhanahu wata'ala."
Abu Waqid meriwayatkan, "Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam saat
keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik
orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya
mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para
sahabat Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam berkata, "Wahai
Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka
mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah bersabda, "Maha Suci Allah,
ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan
sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di
tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang
ada sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).
Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine's Day
mengatakan, "Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena alasan
berikut:
Pertama; ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya
di dalam syari'at Islam.
Kedua; ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan
seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih
(pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka-. Maka tidak halal
melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan,
minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.
Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi
orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah
subhanahu wata'ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian
hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita
semua dengan bimbingan-Nya."
Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat
syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' (loyalitas kepada muslimin
dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah
yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang
mu'min dan membenci dan menyelisihi orang-orang kafir dalam ibadah dan
perilaku.
Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan
ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak
buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak
jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang
muslim dalam setiap raka'at shalatnya telah membaca ayat,artinya,
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang
telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka
yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)
Bagaimana mungkin ia memohon kepada Allah subhanahu wata'ala agar
ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan
darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia
sendiri justru menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.
Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka
akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan
keterikatan hati. Allah subhanahu wata'ala telah berfirman, yang artinya,
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka
adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu
termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang zhalim." (al-Maidah:51)
Di dalam ayat lainnya, artinya,
"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan
hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang
Allah dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah:22 )
Ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan
mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan
makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.
Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan
ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai
ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan
pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan
mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi
lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang
batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat
ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu
semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di
antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan
yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu
kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara,
suami dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang
dirayakan oleh orang-orang kafir.
Semoga Allah subhanahu wata'ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh
dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan
untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi
yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah
menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan
dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wata'ala berfirman yang artinya,
"Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku,
yang saling berkorban karena Aku dan yang saling mengunjungi karena
Aku." (HR. Ahmad).(fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
* Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang
di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan
dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.
* Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih
besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti
meminum minuman keras dan sebagainya.
* Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari Raya orang-orang
di luar Islam.
* Valentine's Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk
memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang
Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu
tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentin's tersebut.
--- In [email protected], Sandy Buchori <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh!
>
> Ana minta tolong dikirimkan via japri pembahasan tentang valentine.
Ana mau
> beri penjelasan& sebarkan kepada teman-teman ana di kampus. Bagi
ikhwan yang
> punya artikel tentang ini, ana mohon dikirimkan ya.
>
> Jazakumullah khairan katsiran
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/O2aXmA/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/