Wa 'alaikumus salam

Alhamdulillah wassholatu wassalamu 'ala rasulillah wa 'ala aalihi
washohbihi ajma'in waman tabi'ahum bi-ihsan ila yaumid diin. Amma ba'du;
Ada beberapa perkecualian yang diterangkan para ulama/masyayikh mu'ashirah 
(a.l. Samahatus Syaikh Bin Bazz; al-'Allamah Syaikh Nashiruddin al-Albani; 
Fadhilatus Syaikh Utsaimin; dan Fadhilatus Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i 
rahimahumullah rahmatan wasi'ah) tentang gambar bernyawa. Yaitu antara lain : 
 
- Pada foto SIM/KTP/paspor/idenditas diri lainnya. Berdasarkan kaidah 
fiqh: "Al-Haajah qad tanzilu manzilah ad-dharurah" (Hajat/kebutuhan dapat 
menduduki kedudukan darurat). Foto pada benda2 tersebut diatas termasuk 
kebutuhan manusia yg tdk terelakkan (mimma laa budda minhu). 
 
- Majalah/Koran/Media cetak lainnya yg banyak berisi gambar2 orang ataupun 
binatang yang sudah masuk kategori "mafasid balwa" (kerusakan yg sdh tersebar 
dimana-mana). Asalkan, bukan gambar porno/jorok karena akan terkena 
ayat: "...wallaa taqrabuz zina" QS Al-Israa': 32 [Dan janganlah kamu mendekati 
zina..] Yakni zina mata. 
 
- Gambar2/alat peraga utk keperluan ilmiah/kedokteran, dengan syarat: bagian 
kepala sebisa mungkin dipotong/dihilangkan. Dalilnya: hadits shahih dari Ibnu 
Abbas radhiyallahu anhu: "as-shurah ar-ra'su faidza quthi'a ar-ra'su falaa 
shurata" (gambar bernyawa ditandai dengan kepala, jika kepalanya dipotong maka 
tidak dinamakan shurah/gambar bernyawa) Lihat Shahih al-Jami' as-Shaghir 
no.3864. 
 
- Boneka mainan anak kecil. Lihat kitab Aadaabuz Zifaaf karya al-'Allamah 
Syaikh Nashiruddin al-Albani rahimahullah. 

Sebuah Renungan
Memang, kehidupan modern yang didominasi budaya Barat telah menjauhkan ajaran 
Islam yang hanif dari para pemeluknya. Sehingga muncul tuduhan2 keji 
bhw "Islam itu mengekang kreativitas seni & sosial budaya"; "Islam itu jumud, 
ketinggalan zaman & perlu di-reaktualisasi"; "Islam hanya berkutat dalam 
masalah ibadah/akhirat, tidak mengenal perkembangan iptek" dlsb. Inna lillahi 
wa inna ilaihi raji'un. Padahal, jika mereka masih memiliki fitrah maka akan 
menyaksikan bahwa sesungguhnya ajaran Islam itu benar-benar rahmatan 
lil 'aalamin. Betapa banyak ni'mat Allah [sehingga manusia tidak sanggup 
menghitungnya meski dengan teknologi secanggih apapun!!] berupa perkara2/hal2 
yang dihalalkan oleh-Nya Azza wa Jalla tetapi justru manusia malah memilih 
hal2 yang diharamkan oleh-Nya yg jumlah sangatlah sedikit dibanding dengan yg 
dihalalkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Wallahu waliyyut taufiq.

Production Control - IND <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Assalamualaikum Wr Wb

Kalau semisal boneka bagaimana?

Wassalamualaikum Wr Wb


> -----Original Message-----
> From:      Irfan H. Al-Atsari [SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Sent:      Saturday, February 12, 2005 3:34 PM
> To:      [email protected]
> Subject:      Re: [assunnah] Tanya : Memajang Gambar Makhluk Hidup
> 
> Wa 'alaikum salam warahmatullah wabarakatuh
> 
> Alhamdulillah wassholatu wassalamu 'ala rasulillah wa 'ala aalihi
> washohbihi 
> ajma'in waman tabi'ahum bi-ihsan ila yaumid diin. Amma ba'du;
> 
> Afwan, pertanyaan antum baru sempat dijawab sekarang. Ana menemukan
> pertanyaan 
> antum yang nampaknya belum terjawab, padahal penting utk diketahui oleh
> ummat. 
> Ana telah berkomitmen jika ada pertanyaan -yang bisa & sempat dijawab- dan
> 
> belum terjawab maka ana akan usahakan menjawab semampunya. 
> 
> Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: 
> 
> �� ���� �������� ���� ��� ��� ��� ������)  ���� �������) 
> 
> "Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan
> gambar-
> gambar". HR Bukhari
> 
> Gambar-gambar yang dimaksud adalah gambar makhluk hidup (Lihat kitab
> Fathul 
> Baari syarh shahih al-Bukhari). 
> 
> Orang yang suka menggambar makhluk hidup, baik berupa lukisan ataupun 
> karikatur akan diancam adzab yang pedih. Sabda Nabi shallallahu alaihi wa 
> sallam: "Inna asyaddan naas 'adzaban yaumal qiyamah al-mushawwiruun" 
> (Sesungguhnya orang-orang yang paling pedih siksanya pada hari Kiamat
> ialah 
> orang yang suka menggambar makhluk hidup) HR Bukhari & Muslim. Na'udzu
> billah 
> min dzalik. 
> 
> Oleh karena itu, semua pajangan gambar makhluk hidup hendaknya
> dihilangkan, 
> baik itu pada lukisan, foto, kalender, dll. Atau minimal dipotong/ditutup 
> bagian kepalanya (ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu
> 'anhu 
> dengan sanad shahih). Silakan merujuk ke kitab Bahjatun Nazhirin syarh 
> Riyadhus Shalihin lil imam an-Nawawi karya Syaikh Salim al-Hilaly;
> Al-Kabaa-ir 
> karya Imam Adz-Dzahabi
>  
> 
> IMAN WALUYO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
> 
> Assalamu" alaikum Wr. Wb
> 
> Salam kenal buat semuanya, saya baru gabung di mailist ini.
> ada yang tahu artikel atau buku (dalil) mengenai tidak bolehnya memajang
> gambar hidup dirumah,
> terima kasih
> wasallammualiakum WR WB






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke