--- In [email protected], "kansay78" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Assalamu'alaikum wr wb

Wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh

.......
> 
> Saya pernah diberi tahu bahwa tdk ada hadits2 dari Bukhari-Muslim 
> yang membicarakan hal/masalah ini walaupun cuma satu hadits, 
padahal 
> masalah ini adalah masalah yang sangat penting.
> 
> Hadits dari turmudzi yang menyatakan atau membicarakan tentang hal 
> ini derajatnya memang shahih, tapi, katanya, patut diingat bahwa 
Imam 
> Turmudzi memiliki kualifikasi yang longgar dalam men-shahihkan 
suatu 
> hadits.
> 
> Juga saya diberitahu bahwa, yg benar2 baik derajat haditsnya hanya 
> sampai ummat Islam terbelah menjadi 73 golongan, sedangkan 
> bagian "semuanya masuk neraka kecuali satu golongan" di dhaifkan 
> beberapa ahlul hadits.
> 

Alhamdulillah telah dipostingkan oleh ikhwan lain ulasan 
ILMIAH  ttg kedudukan hadits tsb yg ternyata sanadnya 
TDK HANYA SATU dan telah disimpulkan kedudukan hadits yg
sebenarnya berdasarkan kaidah-kaidah AHLUL HADITS.

Disini, saya hanya ingin sekedar berbagi pengalaman
ttg SUBHAT yg MENDHAIFKAN hadits tsb dg alasan yg akhi
sampaikan yang itu bersumber dari buku FIQH IKHTILAF
karya Syaikh Yusuf Al-Qordhowi. Dengan harapan barangkali
ada subhat serupa yang dialami anggota milis lain sehingga
bisa di-clear-kan.
Ketika buku tsb pertama kali terbit th 88-an, kebetulan
saya sdg jadi penjual buku. Buku tsb saya baca sampai
tuntas dan sebagai org yg kagum akan karya2 Syaikh
Al-Qordhowi saat itu, semua isinya saya telan mentah-mentah.
Sampai suatu waktu (sekitar th 93-an), Alloh berikan 
hidayah melalui internet saya baca uraian (dlm bahasa inggris)
ttg hadits tsb berdasarkan kaidah-kaidah dasar ilmu hadits. 
Betul-betul saya dibuat terbelalak dengan beberapa kejanggalan
alasan Syaikh Qordhowi mendhaifkan hadits tsb. Diantaranya :

1. Dg alasan bhw tdk ada dlm shahih bukhari-muslim, maka
   keshahihannya perlu diragukan.
   --> Ini tidak dijumpai dalam kaidah ilmu hadits, bahwa
   sebuah hadits shahih HARUS ADA DALAM 2 KITAB SHAHIHAIN tsb.
   Sungguh berapa banyak hadits shahih yg kita amalkan
   tdk ada dalam 2 kitab shahihain tsb. 
   Dan, Syaikh Qordhowi sendiri telah banyak menggunakan
   hadits-hadits yg bukan dari kitab shahihain untuk
   pendalilan fatwa-fatwanya. 
   Di buku yg sama, Syaikh Qordhowi mati-matian
   membela kesahihan hadits yg TIDAK ADA ASALNYA yaitu
   "perpecahan di kalangan ummatku adalah rahmat".
   "Hadits" ini telah mafhum di kalangan penuntut ilmu
   sebagai hadits YG TDK ADA ASALNYA !!
   Sebuah kontradiksi yg saat itu membuat kekaguman saya 
   pd Syaikh mulai luntur.

2. Dlm buku Fiqh Ikhtilaf, Syaikh Qordhowi hanya menguraikan
   satu jalur sanad, padahal sebagaimana mafhum dr postingan
   ikhwan disini, jalur sanadnya tdk hanya satu.
   Saya tidak tahu entah kenapa Syaikh tidak menguraiakan
   semua jalur sanad dengan ADIL, sehingga kesimpulannya
   pun ADIL dan LEBIH ILMIAH (Cat.: makna ilmiah yg saya 
   pahami dari tulisan para ulama adalah tidaklah identik dg 
   akal semata, tapi lebih pada kesesuaiannya dengan dalil-
   dalil yg bisa dipertanggung jawabkan kaidah dan 
   kesahihannya)

Dan semakin banyak saya membaca karya-karya ulama ttg 
analisa pensahihan suatu hadits dg kaidah-kaidah ilmiah, 
semakin luntur kekaguman saya pada karya-karya Syaikh 
Qordhowi yg lain. Makanya, sungguh heran ketika dalam
buku kontroversial "Ikhwanul Muslimin Anugerah Alloh
yg terdhalimi" sang penulis buku tsb yg begitu fanatiknya
terhadap Syaikh dan IM-nya, menggelari As-Syaikh
dengan sebutan Al-Muhaddits, krn belum pernah saya 
jumpai dalam satu kitab pun yg ditulis oleh Ulama 
ahlussunnah ada kata-kata: "dishahihkan atau didhaifkan 
oleh Al-Qordhowi dalam kitab bla..bla.." ketika menerangkan
kedudukan hadits yg dipakainya.
Itulah sebuah pengalaman yang semoga dapat diambil
manfaatnya untuk anggota milis lain.
Tentunya, tulisan ini bukanlah berarti kita lebih berilmu
dari as-Syaikh, krn sebagai seorang penuntut ilmu, tentunya
kita bisa melihat kekuatan hujjah-hujjah para ulama tanpa
kita harus jadi ulama. Coba saja kita hadir dalam sebuah
konferensi ilmiah internasional, walaupun kita bukanlah
seorang pakar, tapi dg mendengar presentasi para pakar,
toh kita bisa menilai pakar A ahli di bidang ini tapi tdk
dibidang lain....

Wassalamu'alaikum,
Abu Mu'adz (1969 M)








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke