assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu,

masalah antum juga pernah jadi bahan keraguan ana,
ana juga pernah punya pertanyaan2x seperti ini :

apakah makna ikhlas itu ?
apakah arti ikhlas itu sama persis dengan kata "tulus" dalam bahasa
Indonesia ? (tanpa pamrih)
apakah jika beramal sebab mengharap pahala itu tidak ikhlas ?
apakah jika beramal sebab takut siksa itu tidak ikhlas ?

silakan antum baca terjemah dan tafsir ayat-ayat berikut dalam tafsir
Ibnu Katsir atau tafsir lain yang ditulis ulama ahlus sunnah.

QS Al Hadiid 21. 
Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan
syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi
orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah
karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan
Allah mempunyai karunia yang besar.

QS Al Muthaffifin
25.Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), 
26. laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang
berlomba-lomba. 

(bagaimana Allah meng-targhib hambaNya untuk berlomba meraih syurga
setelah disampaikan gambaran berbagai kenikmatannya, apakah teman
antum itu melarang apa yang jelas-jelas Allah telah perintahkan ? )

iseng-iseng ana pernah search software Al Qur'an, ayat-ayat yang
semakna dengan ayat-ayat di atas sangat banyak sekali di Al Qur'an.
puluhan , mungkin ratusan akhi, ana temukan dengan keyword
'takut','harap','cinta','ganjaran','ikhlas','ketakutan'.

lebih jelas lagi silakan antum baca kitab kecil yang bagus dan menurut
ana perlu dimiliki setiap thulabul 'ilmi, 'Ikhlas dan Syirik Kecil'
ditulis oleh Syaikh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdul Lathif hafidhahullah.

Di dalam kutaib itu juga mushanif mengutip pernyataan Imam Syatibi
rahimahullah, (uraian rinci dan tepatnya ana lupa,namun kira-kira
seperti berikut dalam bahasa ana) 
bahwa jika beramal dengan mengharapkan balasan-balasan ukhrawi tidak
mengurangi ikhlas, karena itu adalah perintah pembuat syari'at.

yang dimaksud dengan ikhlas adalah memurnikan keta'atan hanya kepada
Allah Ta'ala.

QS Al Bayyinah 5. 
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus,
dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang lurus. 

Adapun berharap dan takut, adalah diperintahkan oleh pembuat syariat.
bahkan beribadah dengan tiga unsur yakni cinta,harap,dan takut adalah
aqidahnya ahlus sunnah yang haq.
(silakan antum baca kitab Syahrus Sunnah - Imam Al Barbahariy
atau  kitab aqidah ahlus sunnah yang lain, pasti sama isinya.)

barang siapa yang beribadah hanya dengan cinta saja, ditakutkan dialah
zindiq (munafiq,mirip kaum sufi yang mengingkari pelaksanaan sebagian
atau seluruh syari'at).
barang siapa yang beribadah hanya dengan takut saja,ditakutkan dialah
khawariij.
meski ketiga unsur itu selalu ada dalam diri hamba, namun kadarnya
tidak harus selalu sama.
dalam keadaan aman,sejahtera,masa-masa muda belia dsb unsur takut akan
ancaman dan siksa Allah diperbesar.
dalam keadaan kesulitan,kemiskinan,sakit,masa-masa udzur,dekat
sakaratul maut dsb unsur berharap dan berbaik sangka kepada Allah
diperbesar.

sesungguhnya salah satu penyebab kemunduran ummat Islam (di segala
bidang kehidupan termasuk teknologi) diakibatkan tertanam suburnya
faham sufisme dalam masalah niat (motivasi) ini.
dan ulama ahlus sunnah bangkit dengan dakwah salaf untuk mentasfiyah
dan mentarbiyah ummat di atas aqidah yang benar.

walhamdulillaahi rabbil 'alamiin.

wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu,

Abu Muhammad 
l. 1975





--- In [email protected], Ahmad Sibil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
>  
> Afwan...
>  
> Teman ana telah mengejutkan ana bahwa, "kalau kita beramal
seharusnya kita harus berniat karena Allah, dengan cara demikian
berarti niat dan amalan kita ikhlas.  Sebaliknya kalau kita beramal
hanya karena takut masuk neraka atau menginginkan masuk surga, adalah
sia-sia, karena niat dan amalan kita bukan karena Allah, jadi tidak
ikhlas?"
>  
> Wallahul'adzim ya ikhwah... 
> Pernyataan itu membuat keraguan di hati ana, padahal ana setiap kali
berdoa dan beramal selalu berniat mengharapkan agar jangan sampai
masuk neraka dan mengharapkan masuk surga.
>  
> Begitu juga ana selalu mengajarkan anak-anak ana agar rajin bersalat
agar jangan sampai masuk neraka dan mengharapkan masuk surga.
>  
> Tolonglah ya ikhwah Assunnah...
> Berilah ana penjelasan yang bisa menghilangkan keraguan di hati ana.
>  
> Wallahu musta'an...
>  
> Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
> ahmad sibil ibn alkherid (L: 1965)
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Yahoo! Small Business - Try our new resources site!








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke