Ass.Wr.Wb.
Saya ingin berbagi berdasarkan yang pernah kami alami dan lagi dipikirkan
jalan keluarnya saat ini. Pak Sugiyarto tidak menjelaskan apakah kebaktian
itu baru pertama kali, kesekian kali atau bagaimana. Beberapa hal yang perlu
saya sampaikan adalah sebagaimana di bawah ini. Soal teknisnya bisa
dilakukan oleh Ketua RT atau Ketua RW atau Ketua DKM/Takmir Masjid.
1. Jika yang pertama kali, tegurlah yang punya rumah : (1). sebaiknya ijin
dulu sama RT; (2). apa hajat yang dilakukan; (3). kalau kegiatan itu
termasuk kebaktian rutin, maka akan diserahkan urusannya kepada warga apakah
menyetujuinya mengingat jumlah jamaatnya yang amat-sangat sedikit.
2. Jika akan menjadi kegiatan rutin, maka tegaskan bahwa kegiatan itu tidak
boleh menetap pada satu rumah/tempat tapi harus digilir tempatnya pada tiap
kegiatannya.
3. Jangan beri toleransi bahwa "urusan ibadat" adalah urusan pribadi, tapi
sampaikan bahwa rumah tinggal tidak boleh dialih-fungsikan sebagai "tempat
ibadah".
4. Jika kegiatan itu diulang di tempat yang sama, lakukan sikap tegas/keras
untuk "MELARANG" dilakukan di rumah yang sama secara rutin. Jangan lupa,
mereka punya trik untuk mengelabui antara lain kegiatannya "dibedakan" untuk
menghindari klaim melakukan kegiatan yang sama, misal : hari ini kebaktian
(dengan nyanyi), besok sekolah minggu (dengan nyanyi), besoknya lagi arisan
kelompok (dengan nyanyi pula) dsb. dsb.
5. Lakukan teguran secara terkoordinasi, antara lain :
- Teguran pertama oleh Ketua RT;
- Teguran kedua oleh Ketua RT, Ketua RW dan kalau mungkin Ketua
DKM/Takmir.
- Teguran ketiga oleh Ketua RT, Ketua RW dan Ketua Kelurahan dengan
membawa Bukti Keberatan Warga berupa pengumpulan Tanda Tangan.
6. Teguran dilakukan dengan kepala dingin sedingin-dinginnya karena yang
dihadapi termasuk orang yang "berdarah dingin".
7. Jangan membiarkan permasalahan "digantung" berlarut-larut, ambil sikap
tegas untuk melarangnya.
8. DAN, INI YANG PALING PENTING:
Jika kita tidak rela tempat tinggal kita dijadikan tempat kebaktian,
maka UBAH SEKARANG JUGA untuk menjadikan tempat kita menjadi TEMPAT DAKWAH
sebanyak-banyaknya / segencar-gencarnya. Dengan lisan : pengajian-pengajian;
dengan perbuatan: kegiatan-kegiatan sosial; dengan tulisan: buat Buletin
Masjid, buat website/milis masjid dsb.dsb.
Pengalaman kami, jika DAKWAH kita lakukan segencar-gencarnya, maka mereka
juga mikir-mikir bahwa kita adalah komunitas yang tangguh yang tidak akan
terpengaruh banyak dengan "hanya" nyanyian-nyanyian mereka.
Semoga sedikit membantu, insya Allah.
Wassalam / Jaerony.-
----- Original Message -----
From: "Sugiyarto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, March 15, 2005 3:03 PM
Subject: [assunnah] Acara kebaktian di rumah tetangga (Mohon saran untuk
menentukan sikap)
> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
>
> Saudara-saudaraku seiman anggota millist Assunnah yang mudah-mudahan
dirahmati Allah Subhanahuwata 'ala. Saya tinggal di salah satu perumahan di
wilayah Cibitung, dalam satu blok kami ada 120-an warga dan hanya 3 orang
saja adalah non muslim, mereka selama ini begitu baik dalam bermuamalah
dengan warga sekitarnya sehingga banyak warga muslim yg berlemah lembut
terhadap mereka. Pada Sabtu malam Minggu kemarin terjadi hal yang sangat
mengagetkan saya dan beberapa rekan saya, di salah satu rumah non muslin tsb
didatangi beberapa orang dari luar dan mereka mengadakan acara nyanyian2
(mungkin itu yg namanya kebaktian kali) dan sebagian besar warga kami tidak
bereaksi apa-apa, hanya beberapa warga saja yang meresahkan kejadian itu dan
kami melaporkan ke ketua RT setempat. Dia berjanji akan menanyakan tentang
acara tsb keesokan harinya pada orang yg ketempatan dan kalo acara ini
adalah peribadatan mereka dan akan diadakan lagi (secara rutin) dia akan
menegur dan melarangnya. Jadi sikap yang kami ambil bersama beberapa teman
baru sekedar itu saja, dan saya mohon saran saudara-saudaraku disini,
bagaimana seharusnya kita bersikap dan bertindak dalam masalah ini. Dan
bagaimana argumen yg tepat dalam melarang kegiatan tsb berdasarkan hukum
syari' dan hukum pemerintah disini untuk menjelaskan kepada non muslim tsb
dan juga kepada warga Muslim yg tidak tahu harus bersikap apa.
>
> Demikian masalah ini saya sampaikan, saya mohon ampun kepada Allah Ta'ala
atas kebodohan saya dan saya tunggu pencerahan saudara-saudaraku segera.
Terima kasih dan jazzakumullahi khoir.
>
> Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
>
> Abu 'Afif (L.1972M)
> di Cibitung
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/