Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Untuk mencari jodoh, seorang akhwat juga tidak boleh hanya berdiam diri. Ia
harus juga ada usaha / proaktif. Usaha yang bisa dilakukan oleh seorang
akhwat yang ingin mencari pendamping hidup:

1. Orang tua menawarkan putrinya atau orang yang diwalinya kepada pria
shalih
Hal ini pernah dilakukan oleh Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu 'ahu ketika
menawarkan putrinya, Hafshah kepada pria terbaik ummat ini. Seperti
diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Shahihnya. Umar menawarkan Hafshah kepada
Utsman, kemudian ditawarkan kepada Abu Bakar Ash Shiddiq. Tetapi akhirnya
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang meminangnya. (Lihat Abu Hafsh
Usamah bin Kamal bin 'Abdir Razzaq, 'Isyratun Nisaa' minal alif ilal yaa',
Darul Wathan, Saudi Arabia, terj. Ahmad Saikhu, Panduan Lengkap Nikah dari A
sampai Z, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cet. Pertama, Januari 2005, Hal. 135 -
136).

Berkata Ibnu Hajar tentang hadits Umar menawarkan Hafshah:
"Hadits ini berisi anjuran agar manusia menawarkan putrinya atau selainnya
dari wanita yang diwalinya kepada orang yang diyakini kebaikannya dan
keshalihannya, karena di dalamnya terdapat manfaat yang akan kembali kepada
wanita yang ditawarkan kepadanya. Dan tidak boleh malu mengenai hal itu."
(Idem Hal. 136).

Nasehat ini tepat sekali untuk didengar dan diketahui oleh para orang tua di
negeri kita ini. Karena kita lihat sebagian muslimah tidak kunjung menikah
dan orang tuanya juga berdiam diri atas masalah orang yang diwalinya.

2. Meminta bantuan pihak ketiga yang dipercaya
3. Menawarkan diri kepada pria yang shalih
Tsabit al Bunnani berkata,
"Aku berada di sisi Anas dan disebelahnya ada anak perempuannya. Anas
berkata, 'Seorang wanita datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam menawarkan dirinya seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah engkau
berhasrat kepadaku?' Maka anak perempuan Anas berkata, 'Alangkah sedikit
perasaan malunya. Idiih..., idiih.. 'Anas berkata, 'Dia lebih baik daripada
engkau. Dia menginginkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu menawarkan
dirinya kepada beliau." (HR. Bukhari).

Jadi, tidak apa apa bila seorang wanita menawarkan diri kepada seorang
laki-laki.

Saran saya:
Bila memutuskan untuk menawarkan diri atau setidaknya ingin bertaaruf dengan
seorang laki-laki, ukhti harus pastikan dulu bahwa dia adalah orang yang
tepat dan baik. Baik dari segi agama, akhlak, dst. Meski perlu digarisbawahi
bahwa tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Ada hal hal positif dan
ada hal hal negatif / yang kurang. Cara mengetahuinya bisa dengan melakukan
'misi pengintaian' dulu. Bisa dengan bertanya ke teman dekatnya, saudaranya,
tentang keadaan dia yang sebenarnya.

Kemudian bisa kirimkan sinyal / isyarat baik secara langsung atau lewat
orang lain yang dipercaya. TAPI perlu diingat. Ketika meniatkan diri untuk
bertaaruf, ukhti harus siap mental juga untuk ditolak. Ukhti harus siap
ditolak juga.

Satu lagi.
Ukhti harus juga siap menerima si dia apa adanya. Karena manusia itu plus
minus, ada kelebihan dan ada kekurangannya. Maka lakukan probing dengan
bertanya tentang keadaannya. Tahu kekurangannya lebih dulu tentang dia itu
lebih baik ketimbang tahu kekurangannya setelah menikah.
Kebahagiaan rumah tangga insya Allah akan tercipta bila masing-masingnya,
baik sang ikhwan dan sang akhwat memahami bahwa keduanya adalah manusia
biasa, ada kelebihan dan ada kekurangan.

Semoga bermanfaat.
May Allah helps me. Amiin.

Wassalamu'alaikum

Chandraleka
Independent IT Writer


----- Original Message -----
Date: Wed, 30 Mar 2005 08:16:02 +0700
From: "Agus Dewanto" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: Tanya : Problema Cinta


Wa'alaikumsalam warahmatullahiwabarakatuh

Bisa dengan menyampaikannya langsung/melalui perantara tentang keinginannya
untuk dinikahi. Tentunya bisa dengan isyarat tertentu.

Dengan perantara, contohnya kisah Khadijah  saat berkeinginan menikahi
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.

Secara langsung : seorang wanita dahulu pernah menawarkan diri untuk
dinikahi kepada Nabi. Sahabat berkomentar wanita tsb. "tidak tahu diri",
tapi Nabi shalallahu 'alaihi wasallam membela langkah si wanita tersebut,
tidak mempersalahkannya.

Wallahu A'lam Bishowab.

Wassalam

Dewanto


-----Original Message-----
From: Etiana Walan Yudiani [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 29 Maret 2005 21:04
To: [email protected]
Subject: [assunnah] Tanya : Problema Cinta

Assalamualaikum Bagaimana jika kita sebagai seorang muslimah yang doif,
mengharapkan cinta seorang ikhwan, hanya sebatas mengharap. tentunya untuk
jadi pasangan hidup. Sedang kita tahu bahwa menjalin hubungan non mahram
haram hukumnya, dan kita tahu bahwa saat ini belumlah tepat saatnya untuk
menikah. Jika diredam saja dengan puasa, itu berhasil, tapi untuk beberapa
saat saja. Bagaimana sikap kita sebaiknya? Apakah usaha syar'i yang boleh
dilakukan seorang muslimah untuk memberikan tanda pada seorang ikhwan agar
dia dapat mentaarufinya? Wassalamualaikum. Syukron Katsir.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke