Assalamu'alaikum Warohmbatullahi Wabarokatuhu

Kalau ana boleh menambahkan apa yang dipaparkan oleh akhi Indrawan, ana akan
tambahkan begini. Dengan adanya sekolah unggulan yang bagus dan mahal
biayanya, tentunya bisa memberikan salary yang tinggi kepada para ikhwah
yang sebetulnya punya potensi untuk membantu pengembangan pendidikan yang
bermanhaj salaf, tidak kalah dengan salary yang dia terima di mana dia
sekarang bekerja sehingga dia dapat menjadi guru di sekolah unggulan
tersebut dengan tenang karena asap dapurnya terjamin tetap mengebul. Selain
itu, keinginan menikah terpenuhi karena masyiah ada dan sangat cukup.
Dibandingkan bekerja dapat gaji tinggi, tapi keselamatan dien masih
dipertanyakan. Karena tentunya kita mafhum, yang namanya bekerja di luar,
bersama dengan kalangan awam, tidak akan mungkin lepas dari namanya
ikhtilath, atau pelanggaran syari'at lainnya yang tentunya bagi ikhwah yang
bekerja lebih tahu hal ini.

Khan, sayang, lulusan perguruan teknik terkenal di Indonesia, bahasa Arab
jago, hafalan Al-Qur'an banyak, ilmu syar'i lumayan misalnya, tapi karena
harapan orang tua supaya bekerja akhirnya harus mengalah bekerja di sebuah
perusahaan untuk mendapatkan gaji besar. Coba kalo mengajar di sebuah
sekolah unggulan dengan gaji yang gak kalah besar, banyak keuntungan yang
diperoleh.

Pertama, dengan adanya guru  dengan kompetensi seperti di atas (misal
lulusan ITB/UI/ITS, kemampuan bahasa: Inggris dan Arab aktif, hafal 
Al-Qur'an
sekian juz), itu dapat menjadi nilai jual tersendiri sekolah tersebut.

Kedua, kita membantu ikhwah yang jadi guru tersebut untuk mengamalkan dan
menyebarkan ilmunya sehingga dia dapat menggaet pahala yang banyak. Dan
tentunya, antum sekalian sudah mafhum salah satu dari tiga amal yang
pahalanya tidak putus mengalir, Ilmu yang Bermanfaat. Masak sih, kita-kita
yang ikut-ikutan merintis tidak kebagian pahalanya juga?!?

Ketiga, dengan menjadi guru, ada proses belajar dan mengajar. Otomatis ilmu
selalu terus bertambah, tidak stagnan, terutama ilmu syar'i. Bandingkan
dengan bekerja di sebuah perusahaan, cuma duduk di meja seharian, di depan
komputer. Mungkin, ilmu bisa saja bertambah, tapi yang pasti itu ilmu dunia,
belum tentu ilmu syar'i.

Dan terus terang, dunia pendidikan merupakan dunia yang selalu dinamis 
karena akan selalu banyak muncul inovasi baru, gagasan baru, metode baru dan 
seterusnya. Dan sejujurnya, setelah mengikuti beberapa seminar tentang 
pendidikan, apa yang dikoar-koarkan oleh para pembicara tentang prinsip dan 
metode pendidikan yang trend sekarang, sebetulnya kalau kita benar-benar 
menggali dari generasi salafush shaleh apa yang mereka katakan semuanya 
sudah ada. Ana gak tahu di mana letak salahnya sehingga mereka bisa seperti 
itu padahal apa yang mereka dengungkan semuanya ada di generasi salafush 
shaleh. Apa karena ngajinya kita ini masih sebatas "wacana" saja??? Wallahu 
A'lam.

Soal "sekolah subsidi silang", lagi-lagi kita ketinggalan jauh. Model 
"sekolah subsidi
silang" sudah ada diterapkan oleh sekolah kalangan atas di bilangan Jakarta.
Ana dengar langsung dari pemrakarsanya. Dia punya sekolah mahal, tapi dia 
juga
membina sekolah untuk kalangan bawah. Merancang dari mulai berdirinya sampai
berjalan. Tidak hanya SPP yang digratiskan, tapi juga seragam dan buku-buku 
hingga
ongkos angkutan umum ke sekolah. Bahkan, dia sempat menyatakan ada rencana
untuk memberikan sepeda ke masing-masing siswa.

Nah, kenapa orang lain bisa, kita tidak bisa. Jangan sampai kita berkata, 
"mereka bisa
sukses atau sampai seperti itu karena banyak melanggar syariat". Tapi 
harusnya kita
katakan, "kita bisa lebih sukses dari mereka tanpa melanggar syaria'at". 
Atau jangan
hanya bisa berkata, "mereka bisa sampai seperti itu karena manajemen mereka 
sudah
profesional". Tapi kenapa tidak kita katakan, "kapan kita bisa mempunyai 
manajemen
yang profesional sehingga kita bisa lebih sukses dari mereka."

Dan jangan sampai cuma bisa berkata, "Yang penting kan aqidahnya benar." 
tanpa ada amal
Memang betul aqidah yang benar adalah syarat untuk menggapai kesuksesan 
dunia
dan akhirat. Tapi jangan lupa, aqidah yang benar kurang lengkap tanpa amal 
yang shaleh.
Karena keberhasilan syaratnya dua, beriman dan beramal shaleh. Tidak bisa 
salah satu saja.
Dua-duanya harus dipenuhi.

Soal SPP gratis, sebetulnya di antara mahad-mahad salafy sudah ada yang 
melakukannya.
Cuma patut diingat, biasanya yang kelimpungan mahad salafy-nya. Artinya yang 
cari sumber
dana, punya badan usaha adalah mahad salafy-nya. Sejujurnya, pengembangan 
pendidikan
jangan dibebankan kepada lembaga pendidikannya saja, tapi menuntut peran 
pihak-pihak
lainnya terutama orang tua siswa sendiri. Jadi, jangan mentang-mentang SPP 
gratis, trus
ongkang-ongkang kaki tidak memperhatikan aspek lainnya. Karena sebuah 
lembaga
pendidikan pasti memerlukan banyak bantuan, dari materi hingga pemikiran. 
Banyak sekolah
yang biasa-biasa saja, bisa maju karena kolaborasi yang bagus antara pihak 
sekolah dengan
orang tua siswanya.

Jadi..., kira-kira kapan kita bisa punya Sekolah Salafy yang Mahal tapi 
Bagus, dan punya juga
Sekolah Salafy yang Murah dan Berkualitas...??

Wassalamu 'alaikum

Sulaiman Rasyid (L. 1977)

----- Original Message ----- 
From: <[EMAIL PROTECTED]>

> Setelah sekolah yang untuk kalangan atas tersebut berdiri dan establish,
> maka tentunya banyak orang dari kalangan atas yang akan menyekolahkan
> anaknya ke sekolah tersebut, dan tentu pemasukannya cukup besar. Nah
> keuntungannya inilah yang kemudian dipergunakan selain untuk pengembangan
> sekolah itu sendiri, juga untuk membangun sekolah  murah (bahasa
> singkatnya
> subsidi silang). Akan tetapi tentu ini menuntut keikhlasan dari berbagai
> pihak, terutama pihak yg dari sekolah "mahal".







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke