Hadits-Hadits Lemah Tentang Mengusap Muka Setelah Berdoa

oleh
Syaikh Al Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah



[1]. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika mengangkat kedua 
tangannya untuk berdo'a,tidaklah menurunkannya kecuali beliau 
mengusapkannya terlebih dahulu ke mukanya.

Hadits ini lemah.Diriwayatkan oleh At Tirmidzi (2/244), Ibnu 'Asakir 
(7/12/2). Dengan sanad : Hammaad ibn 'Isa al-Juhani dari Hanzalah 
ibn Abi Sufyaan al-Jamhi dari Saalim ibn 'Abdullaah dari 
bapaknya dari 'Umar ibn al-Khatthaab.

At Tirmidzi berkata : "Hadits ini gharib, kami hanya mendapatkannya 
dari Hammad ibn 'Isa Al Juhani. Dan dia menyendiri dalam 
meriwayatkan hadits ini. Dia hanya mempunyai (meriwayatkan) beberapa
hadits saja, tapi orang-orang meriwayatkan darinya."

Bagaimanapun juga hadits ini lemah, berdasarkan pada perkataannya Al 
Hafidh Ibnu Hajar di dalam At Taqrib, dimana beliau menjelaskan 
tentang riwayat hidupnya dalam At Tahdzib : "Ibnu Ma'in berkata:'Dia 
adalah Syaikh yang baik', Abu Hatim berkata:'Lemah didalam 
(meriwayatkan) hadits',Abu Dawud berkata:'Lemah, dia meriwayatkan 
hadits-hadits munkar', Hakim dan Naqash berkata:'Dia meeriwayatkan 
hadits-hadits yang tidak kuat dari Ibnu Juraij dan ja'far Ash 
Shadiq', Dia dinyatakan lemah oleh Ad Daraquthni, Ibnu Hibban 
mengatakan bahwa dia meriwayatkan sesuatu yang salah melalui jalur 
Ibnu Juraij dan Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz, tidaklah 
diperbolehkan untuk menjadikannya sebagai sandaran, Ibnu Makula 
berkata:'mereka semua mencap hadits-hadits dari dia sebagai hadits 
lemah'".

Terdapat hadits yang sejenis dengan hadits 1:

"Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdo'a dan 
mengangkat kedua tangannya, maka beliau mengusap wajahnya dengannya"

Dha'if. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1492) dari Ibnu Lahi'ah dari 
Hafsh bin Hisyam bin 'Utbah bin Abi Waqqash dari Sa'ib bin Yazid 
dari ayahnya.

Ini adalah hadits dha'if berdasarkan pada Hafsh bin Hisyam karena 
dia tidak dikenal (majhul) dan lemahnya Ibnu Lahi'ah (Taqribut 
Tahdzib).

Hadits ini tidak bisa dikuatkan oleh dua jalur hadits berdasarkan 
lemahnya hadits yang pertama.

[2]. "jika kamu berdo'a kepada Allah,kemudian angkatlah kedua 
tanganmu (dengan telapak tangan diatas),dan jangan membaliknya,dan 
jika sudah selesai (berdo'a) usapkan (telapak tangan) kepada
muka"

Hadits ini lemah. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1181, 3866), Ibnu 
Nashr dalam Qiyaamul-Lail (hal.137), Thabrani dalam Al-Mu'jam al-
Kabir (3/98/1) & Hakim (1/536), dari Shalih ibn Hassan dari
Muhammad ibn Ka'b dari Ibnu 'Abbas radiallaahu 'anhu (marfu').

Lemahnya hadits ini ada pada Shalih ibn Hassan, Sebagai munkarul 
hadits, seperti dikatakan Al Bukhari dan Nasaa'i,"Dia tertolak dalam 
meriwayatkan hadits"; Ibnu Hibban berkata:"Dia selalu menggunakan
(mendebgarkan) penyanyi wanita dan mendengarkan musik, dan dia selau 
meriwayatkan riwayat yang kacau yang didasarkan pada perawi yang 
terpercaya"; Ibnu Abi Hatim berkata dalam Kitabul 'Ilal (2/351):"Aku 
bertanya pada ayahku (yaitu Abu Hatim al-Razi) tentang hadits 
ini,kemudian beliau berkata:'Munkar'."

Hadits dari Shalih bin Hasan ini diriwayatkan juga oleh jalur lain 
yaitu dari Isa bin Maimun,yaitu yang meriwayatkan dari Muhammad bin 
Ka'ab,seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Nashr. Tapi hal ini
tidaklah merubah lemahnya hadits ini, sebab Isa bin maimun adalah 
lemah. Ibnu Hibban berkata:"Dia meriwayatkan beberapa hadits,dan 
semuanya tertolak". An Nasa'i berkata:"Dia tidak bisa dipercaya".

Hadits dari Ibnu Abbas ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud (1485), 
dan Bayhaqi (2/212), melalui jalur 'Abdul Malik ibn Muhammad ibn 
Aiman dari 'Abdullah ibn Ya'qub ibn Ishaq dari seseorang yang
meriwayatkan kepadanya dari Muhammad ibn Ka'b, dengan matan sbb :

"Mintalah kepada Allah dengan (mengangkat) kedua telapak 
tanganmu,dan minta pada-Nya dengan membaliknya, dan jika kau 
selesai, maka usaplah mukamu dengannya"

Hadits ini sanadnya dha'if. Abdul Malik dinyatakan lemah oleh Abu 
Dawud. Dalam hadits ini terdapat Syaikhnya Abdullah bin Ya'qub yang 
tidak disebutkan namanya, dan tidak dikenal - Bisa saja dia adalah
Shalih Bin Hassan atau Isa bin Maimun.Keduanya sudah dijelaskan 
sebelumnya.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Hakim (4/270) melalui jalur 
Muhammad ibn Mu'awiyah, yang berkata bahwa Mashadif ibn Ziyad al-
Madini memberitahukan padanya bahwa dia mendengar hal ini dari
Muhammad ibn Ka'b al-Qurazi. Adz Dzahabi menyatakan bahwa Ibnu 
Mu'awiyah dinyatakan kadzab oleh Daraquthni, Maka hadits ini adalah 
maudhu'.

Abu Dawud berkata tentang hadits ini:"hadits ini telah diriwayatkan 
lebih dari satu jalur melalui Muhammad ibn Ka'b; semuanya tertolak."

Mengangkat kedua tangan ketika melakukan qunut memang terdapat 
riwayat dari Rasulullah tentangnya, yaitu ketika beliau berdoa 
terhadap kaum yang membunuh 15 pembaca Al Qur'an (Riwayat Ahmad 
(3/137) & Thabrani Al-Mu'jamus-Shaghir (hal. 111) dari Anas 
dengan sanad shahih. Serupa dengan yang hadits yang diriwaytakan 
dari Umar dan yang lainnya ketika melakukan qunut pada sholat witir. 
Namun mengusap muka sesudah du'a qunut maka tidaklah pernah
dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam ,tidak juga 
daripara shahabatnya, ini adalah bid'ah yang nyata.

Sedangkan mengusap muka setelah berdoa diluar sholat berdasarkan 
pada dua hadits. Dan tidaklah dapat dikatakan benar kedua hadits 
tersebut bisa menjadi hasan,seperti yang dikatakan oleh Al
Manawi, berdasarkan pada lemahnya sanad yang ditemukan pada hadits 
tersebut.Inilah yang menjadikan alasan Imam An Nawawi dalam Al Majmu 
bahwa hal ini tidak  dianjurkan, menambahkan perkataan Ibnu 'Abdus-
Salaam yang berkata bahwa "hanya orang yang sesat yang
melakukan hal ini".

Bukti bahwa mengusap muka setelah berdo'a tidak penah dicontohkan 
adalah  dikuatkan bahwa terdapat hadits-hadits yang tsabit yang 
menyatakan diangkatnya tangan untuk berdo'a, tapi tidak
ada satupun yang menjelaskan mengsuap muka setelahnya, dengan hal 
ini,wallahu a'lam, hal ini tidak diterima dan tidak pernah 
dicontohkan.

Wallahu a'lam bish shawab

[sumber : Irwa'ul Ghalil 2/178-182 Oleh Syaikh Al Imam Muhammad 
Nashiruddin Al Albani rahimahullah. Ibnu Mahfudz <[EMAIL PROTECTED]> 
Date: Sat Sep 28, 2002]

_________________________________________________________________
Download today it's FREE! http://www.almanhaj.or.id





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke