Wa'alaikum salam
Kekhawatiran orang tua sebetulnya bisa dipahami karena orang tua tidak ingin anaknya hidup menderita dengan keadaan ekonomi yang menghimpit. Ini hanya saran saja apa yang bisa dilakukan meski mungkin bukan solusi final: [1]. Berikan pemahaman kepada para orang tua bahwa rejeki itu adalah dari Allah. Dan rejeki TIDAK BISA DITEORIKAN. Tetapi harus dibarengi juga dengan usaha sang ikhwan dan juga akhwatnya untuk mandiri. Sehingga bisa meyakinkan orang tua bahwa mereka bisa mandiri dan tidak bergantung pada orang tua. Dan pernikahan mereka nantinya insya Allah tidak akan menjadi beban buat keduanya. Bagaimana orang tua akan menganggap anaknya bisa mandiri sedangkan sang akhwat / ikhwannya masih meminta nafkah dari orang tuanya dan tidak ada usaha sama sekali untuk menghidupi (meski) dirinya sendiri? Coba deh kita pahami apa yang ada di pikiran orang tua kita, bila pada kondisi ini sang ikhwan / akhwat menikah, bukankah akan memberi beban juga ke orang tua? Makanya sang ikhwan dan akhwat nya juga harus berusaha mandiri mencari nafkah. Dan bekerja itu tidak mesti di kantoran. Tunjukkan pada orang tua bahwa anda bisa. [2]. Tunjukkan bahwa anda siap dengan konsekuensi pernikahan. Saya ingin katakan bahwa pernikahan bukanlah semata mata masalah kenikmatan belaka. Ada konsekuensi dari pilihan yang kita buat. Siapkah kita dengan hal ini? Diantara konsekuensinya adalah bila pasangan / suami kita nantinya adalah dari seorang dengan penghasilan yang rendah, orang biasa biasa saja, dll. Satu konsekuensi bisa berbuntut panjang. Contohnya bila dia berpenghasilan rendah, maka mungkin cuma bisa mengontrak rumah yang sederhana sekali, makannya juga lebih sering tahu tempe, sate pun hanya setahun sekali pas Idul Adha, tanpa mesin cuci, telepon, apalagi Internet. DST. Kalo sang akhwat terbiasa dengan pola hidup yang -Alhamdulillah-kecukupan, dan kemudian ingin menikah dengan orang yang penghasilan rendah, tentu saja orang tua akan bertanya-tanya, apa bener anak saya ini siap dengan dia? Bila sang akhwat / ikhwan terbiasa dengan punya masalah sepele kemudian bertanya ke orang tua bagaimana solusinya, tentu orang tua akan berpikiran bahwa sang anak belum dewasa. Pada akhirnya kembali ke kita juga, siapkah sang ikhwan dan sang akhwat untuk menikah? Afwan, saya bukannya membela orang tua, tapi coba lah kita pahami pola pikir orang tua. Yah, masing masingnya, sang ikhwan, sang akhwat, dan orang tua juga harus introspeksi. [3]. Bersiap untuk kondisi yang terburuk untuk mendapatkan yang terbaik Pernikahan bukan juga masalah kenikmatan semata. Tidak selamanya akan dipenuhi canda dan tawa. Yang penting untuk disadari adalah KESADARAN UNTUK MEMEGANG TANGGUNG JAWAB. Sang ikhwan akan berperan sebagai kepala keluarga, berarti dia harus mencari nafkah, melindungi keluarga, membimbing, mengarahkan, dst. Dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Sang akhwat juga akan berperan sebagai seorang istri yang WAJIB melayani suami bahkan dalam perkara yang mubah akan menjadi wajib bila suami memerintahkan. Tidak boleh ada keluh kesah. Dia juga harus mengurus anak anaknya, mengurus rumah, menjaga harta suami selagi suami pergi, dst. Dan tugas ini tidaklah ringan. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab yang dipikul seseorang itu makin besar, maka makin besar juga ganjaran pahalanya. Ya, inilah pernikahan yang lebih banyak gelombangnya ketimbang kesenangan. Tapi saya punya pepatah yang mungkin berguna untuk diingat "LEBIH BAIK BERLAYAR KETIMBANG BERDIAM DI PELABUHAN" Semoga bermanfaat buat semuanya. Amiin. Wassalamu'alaikum Chandraleka Independent IT Writer ----- Original Message ----- Date: Fri, 15 Apr 2005 07:37:32 -0700 (PDT) From: nunu linda <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: Pertanyaan Buat para akhwat Assalamau'alaikum... bagaimana dengan para ortu akhwat ?? biasanya para ortulah yang tidak bisa menerima masalah pekerjaan calon suami anaknya ? bagaimana solusinya ? sebab realitanya memeng begitu...kadang ortu akhwat masih bertanya apa perkerjaannya dan mempermsalahkan gaji yang kecil ? wassalamu'alaikum.. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
