|
Permasalahan semacam ini tidak hanya antum saja yang mengalami. Hal ini terjadi karena saat ini banyak sekali aliran-aliran sesat beserta kebid'ahannya. Sedangkan sebagian besar aliran-aliran sesat tersebut "memanfaatkan" sikap masyarakat umum yang melazimkan fanatisme ulama (pemimpin agama/kyai), padahal fanatisme mahzab merupakan titik awal hilangnya sunnah-sunnah Rasulullah Saw. plus munculnya syariat-syariat baru (baca: bid'ah). Sehingga orangtua terutama agak khawatir kalau anaknya masuk ke aliran sesat tersebut. Pertanyaan nomor 1 dan 2 seharusnya tidak menjadi masalah apapun bagi seorang ahlus sunnah, karena tiap perbuatan memiliki hujjah (dalil). Jadi tidak ada alasan untuk berbohong, biarkan keluarga tahu apa yang sedang kita lakukan. Bahkan tidak mustahil kita bisa berdakwah dalam keluarga. Orang tua saya dahulu juga sempat khawatir kepada saya ketika pertama kali mendalami ilmu agama dengan serius. Sampai saat ini saya belum menceritakan apa itu salaf, apa itu ahlus sunnah, tapi saya katakan bahwa saya melakukan ini karena dalil ini dalam Al-Qur'an surat ini, diperkuat dengan hadits shahih ini, dst... Insya Allah apabila segala amal dijalankan dengan mendalami ilmunya terlebih dahulu, maka tidak ada alasan untuk tidak setuju. Kemukakan hujjah antum, jika mereka tidak setuju tanyakan apa hujjah mereka. Namun, satu hal yang perlu dijaga adalah kewajiban untuk tetap bersikap baik kepada orang tua, termasuk tidak berbohong, Tunjukkan bahwa sikap dan perkataan seorang ahlus sunnah bisa dipercaya dan bisa dipertanggungjawabkan. Waktu itu pertama kali saya hanya menggunakan kitab Ringkasan Shahih Al-Bukhari untuk mengeluarkan dalil-dalil. Ketika orang tua saya ragu, saya cukup mengatakan: cobalah tanya kepada setiap ulama yang ada, apakah mereka meragukan keshahihan Al-Bukhari dalam periwayatan hadits? Kemudian saya berkata: jika di kemudian hari, aktivitas saya dalam mendalami ilmu agama dipandang orangtua berpengaruh buruk pada diri saya, silakan mengingatkan dan mengoreksi. Sampai saat ini saya sendiri belum memperoleh kesempatan mengikuti kajian resmi di ma'had2. Namun, alhamdulillah berkat sahabat-sahabat ahlus sunnah yang konsisten dalam mengemban sunnah, dan mau membantu saya dalam proses belajar, saya masih tetap bertahan dalam manhaj ini, bahkan yang dulunya masih agak ragu-ragu, sekarang makin mantap. . Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antaraSemoga bermanfaat. Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh wulandari_02 wrote: Assalaamu'alaikum Warohmatullohi Wababarokatuh! Ana baru setahun yang lalu mengenal salaf...ana tinggal di daerah Daan Mogot Tangerang.Ana tidak tahu dimanakah kajian2 salaf itu ada selain di Senen Masjid Al-Furqon dan Bintaro. Ana menemui kesulitan untuk mengenalkan salaf di dalam keluarga, mereka tidak setuju dengan perubahan ana ini, karena mereka menganggap itu tidak benar. Ana terpaksa berbohong pada mereka apabila ana ingin mengikuti kajian2 salaf ataupun yang berkaitan dengan salaf. Yang ingin ana tanyakan disini: 1. Berdosakah ana jika harus berbohong terus menerus untuk mengkaji syariat Islam yang ana telah temukan ini dengan mengikuti kajian2 yang ada? Namun dalam hati ana selalu tidak tenang, ana tidak bisa jika untuk berbohong. 2. Bagaimanakah ana dapat meyakinkan mereka tentang kebenaran itu pada keluarga? 3. Dimanakah di daerah Tangerang biasanya terdapat kajian salaf? Terima kasih atas penerangan yang telah diberikan. Semoga ALLAH selalu melimpahkan rahmat dan kemualiaanNya bagi kita semua.Amin! Wassalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh! ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
| ||||||||||||||||||||||||
- Re: [assunnah] Tanya : Bolehkah berbohong Untuk Ikut Pe... Novareza Klifartha
