Biografi sangat singkat Al Imam Muslim ra. Nama lengkapnya : Muslim bin Hadjdjadj bin Muslim Al Qusjairi An Naisaburi, dilahirkan pada tahun 206 H di Naisabur. Imam dari pujangga pujangga ahli hadis yang sangat ternama pada zamannya dan masa sesudahnya, sejajar dengan kedudukan Imam Bukhari dalam keahliannya dan hidup semasa pula. Bahkan menurut pujanggan Abu Zu'rah dan Abu Hatim, bahwa Imam Muslim paling utama dari sekalian pujangga hadis yang hidup di masanya. Beliau belajar di negerinya sendiri kemudian merantau keluar negeri untuk memperluas ilmunya. Dalam umur 10 tahun beliau telah hafal ribuan hadis dengan sanadnya. Gurunya antara lain : Qutaibah bin Sa'id, Ahmad bin Hambal, Abu Bakar dan Usman bin Syaibah, Syaiban bin Farrukh, Harmalah bin Yahya sahabat Imam Syafi'i, Sa'id bin Manshur, Muhammad bin Jasar, dll. Muridnya antara lain: Imam Tirmidzi, Ibrahim bin Sufyan, Muhammad bin Abdulwahab, Ishak bin Chuzaimah, Abu Bakar Al Jarudi, Al Mustamli, Nasar bin Ahmad, dll. Singkatnya, keimanan dan keahlian Muslim dalam ilmu hadis dan seluruh cabang cabangnya telah disepakati oleh ulama yang hidup semasanya dan di belakangnya. Beliau juga seorang ulama yang sangat salih, dan sangat bertaqwa. Imam Muslim wafat di Naisabur pada bulan Rajab tahun 261 dalam usia 55 tahun.
Kitab Shahih Muslim berisi 7.275 hadis, termasuk +/- 3000 hadis yg berulang. Kata Imam Muslim sendiri dalam percakapannya, bahwa jumlah 7275 hadis di kitabnya merupakan saringan dari 300.000 hadis. ----- Original Message ----- From: "Rohmat Mulyono" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, May 09, 2005 5:47 PM Subject: Re: [assunnah] tanya riwayat imam Bukhori dan imam Muslim > BIOGRAFI AL-IMAM AL-BUKHARI > > > Muhammad Ibnu Abi Hatim berkata: "Saya pernah mendengar > Al-Bukhari mengatakan: "Saya terilhami menghafal hadits ketika masih dalam > asuhan belajar." Lalu saya bertanya: "Umur berapakah anda pada waktu itu > ?" > Beliau menjawab: "Sepuluh tahun atau kurang." (Riwayat Al-Farbari dari > Muhammad Ibnu Abi Hatim, seorang juru tulis Imam Al-Bukhari). > Suatu ketika Imam Al-Bukhari tiba di Baghdad. Kehadiran beliau > di dengar oleh para ahli hadits negeri itu. Maka, berkumpullah mereka > untuk > menguji kehebatan hafalan beliau tentang hadits. Syahdan para ulama > tersebut > sengaja mengumpulkan seratus buah hadits. Susunan, urutan dan letak matan > serta sanad seratus hadits tersebut sengaja di bolak-balik. Matan dari > sebuah sanad di letakan untuk sanad lain, sementara suatu sanad dari > sebuah > matan di letakan untuk matan lain dan begitulah seterusnya. Seratus buah > hadits itu di bagikan kepada sepuluh orang tim penguji, hingga > masing-masing > mendapat bagian sepuluh buah hadits. > Maka tibalah ketetapan hari yang telah di sepakati. > Berbondong-bondonglah para ulama dan tim penguji itu, serta para ulama > dari > Khurasan dan negri-negri lain serta penduduk Baghdad menuju tempat yang > telah di tentukan. > Ketika suasana majelis telah menjadi tenang, salah seorang > dari > sepuluh tim penguji mulai memberikan ujiannya. Seorang penguji membacakan > sebuah hadits yang telah dibolak-balik matan dan sanadnya kepada Imam > Al-Bukhari. Ketika ditanyakan kepada beliau, Imam Al-Bukhari menjawab: > "Saya > tidak kenal hadits itu." Demikian seterusnya satu persatu dari kesepuluh > hadits penguji pertama itu di b bacakan, dan Imam Al-Bukhari selalu > menjawab "Saya tidak kenal hadits itu." > Beberapa ulama yang hadir saling berpandangan seraya bergumam, > "Orang ini berarti faham". Akan tetapi ada dikalangan mereka yang tidak > mengerti, hingga menyimpulkan bahwa Imam Al-Bukhari terbatas > pengetahuannya > dan lemah hafalannya. > Orang kedua maju. Beliau juga melontarkan sebuah hadits yang > telah dibolak-balik sanad dan matannya yang kemudian di jawab pula: "Saya > tidak kenal hadits itu." Begitulah, orang kedua ini pun membacakan sepuluh > hadits yang menjadi bagiannya, dan seluruhnya di jawab beliau: "Saya tidak > kenal hadits itu." > Begitulah selanjutnya orang ketiga, keempat, kelima hingga > orang kesepuluh semuanya membawakan masing-masing sepuluh hadits yang > telah > dibolak-balik sanad dan matannya. Dan Imam Al-Bukhari memberikan jawaban > tidak lebih dari pada kata-kata: "Saya tidak kenal hadits itu." > Setelah semuanya selesai menguji, beliau kemudian menghadap > orang pertama seraya berkata: "Hadits yang pertama anda katakana begini, > padahal yang benar adalah begini, lalu hadits anda yang kedua anda > katakana > begini padahal yang benar adalah seperti ini. Begitulah seterusnya hingga > hadits kesepuluh disebutkan oleh beliau kesalahan letak sanad dan > matannya, > dan kemudian dibetulkannya kesalahan itu hingga semua sanad dan matannya > menjadi benar kedudukannya. > Demikian pula seterusnya yang dilakukan oleh Imam Al-Bukhari > kepada para penguji berikutnya hingga sampai kepada penguji kesepuluh. > Maka, > orang-orang pun lantas mengakui serta menyatakan kehebatan hafalan serta > kelebihan beliau. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan: "Yang hebat > bukanlah kemampuan Al-Bukhari dalam mengembalikan kedudukan hadits-hadits > yang salah, sebab beliau memang hafal, tetapi yang hebat justru hafalnya > beliau terhadap kesalahan yang dilakukan oleh para penguji tersebut secara > berurutan satu persatu hanya dengan sekali mendengar." > > SIAPAKAH AL-IMAM AL-BUKHARI > Beliau adalah Abu Abdillah, bernama Muhammad bin Ismail bin > Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Ja'fi. Kakek moyang Bardizbah > (begitulah cara pengucapannya menurut Ibnu Hajar al-Asqalani) adalah orang > asli Persia. Bardizbah menurut penduduk Bukhara berarti petani. Sedangkan > kakek buyutnya Al-Mughirah bin Bardizbah masuk Islam di tangan Al-Yaman > Al-Ja'fi ketika beliau datang di Bukhara. Selanjutnya nama Al-Mughirah > dinisbatkan (disandarkan) kepada Al-Ja'fi sebagai tanda wala' kepadanya, > yakni dalam rangka mempraktikan pendapat yang mengatakan bahwa seseorang > yang masuk Islam maka wala'nya kepada orang yang mengislamkannya. > Adapun mengenai kakeknya, Ibrahim bin Al-Mughirah, Ibnu > Hajar > al-Asqalani mengatakan: "Kami tidak berdiri (melakukan penelitian) > sedikitpun tentang kabar beritanya." Sedangkan tentang ayahnya, Ismail bin > Ibrahim, Ibnu Hibban telah menuliskan terjemah (biografi) nya dalam > kitabnya > Ats-Tsiqat (orang yang terpercaya) dan beliau mengatakan: "Ismail bin > Ibrahim, ayahnya Imam Al-Bukhari, mengambil riwayat (hadits) dari Hammad > bin > Zaid dan Malik. Dan Ismail riwayat (hadits) nya diambil oleh ulama-ulama > Irak." Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani juga telah menyebutkan riwayat > hidup > Ismail ini di dalam Tahdzibut-Tahdzib. Ismail bin Ibrahim wafat ketika > Al-Bukhari masih kecil. > > KELAHIRAN DAN WAFATNYA > Beliau dilahirkan di Bukhara, sesudah shalat Jum'at pada > tanggal 13 Syawal 194 H. Beliau dibesarkan dalam suasana rumah tangga yang > ilmiyah, tenang, suci dan bersih dari barang barang haram. Ayahnya Ismail > bin Ibrahim, ketika wafat seperti yang di ceritakan oleh Muhammad bin Abi > Hatim, juru tulis Al-Bukhari, bahwa aku pernah mendengar Muhammad bin > Kharasy mengatakan: "Aku mendengar bahwa Ahid Hafs berkata: "Aku masuk > menjenguk Ismail, bapaknya Abu Abdillah (Al-Bukhari) ketika beliau > menjelang > wafat, beliau berkata: "Aku tidak mengenal dari hartaku barang satu dirham > pun yang haram, dan tidak pula satu dirham pun yang syubhat." > Al-Bukhari wafat di Khartank, sebuah desa di negeri > Samarkand, malam sabtu sesudah shalat Isya' bertepatan dengan malam Iedul > Fitri tahun 256 H dan dikuburkan pda hari Iedul Fitri sesudah shalat > zhuhur.Beliau wafat ketika umur 62 tahun kurang 13 hari dengan > meninggalkan > ilmu yang bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin, sebagaimana dikatakan > oleh > Ibnu Katsier dalam Al-Bidayah wan-Nihayah. > > PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGANNYA MENCARI ILMU DAN HADITS > Ketika ayahnya wafat, beliau masih kecil, sehingga beliau > besar dan dibesarkan oleh ibunya. Beliau mencari ilmu ketika masih kecil > dan > pernah menceritakan tentang dirinya seperti disebutkan oleh Al-Farbari > dari > Muhammad bin Abi Hatim yang berkata: "Aku pernah mendengar Al-Bukhari > mengatakan: "Aku di ilhami untuk menhafal hadits ketika masih dalam asuhan > mencari ilmu." Lalu aku bertanya: "Berapa umur anda pada waktu itu ?" > Beliau > menjawab: "Sepuluh tahun atau kurang ..dan seterusnya hingga perkataan > beliau: "Ketika aku menginjak umur enam belas tahun, aku telah hafal > kitab-kitabnya Ibnul Mubarak dan Waqil. Dan aku pun tahu pernyataan mereka > tentang Ashab (ahlu) ra'yu." Beliau berkata lagi: "Kemudian aku berangkat > haji bersama ibuku dan saudaraku, setelah aku menginjak usia delapan belas > tahun, aku telah menyusun kitab tentang sahabat dan tabi'in. Kemudian > menyusun kitab tarikh di Madinah di samping kuburan Nabi Shallallu 'Alaihi > wa Sallam ketika malam terang bulan." Beliau melanjutkan perkataannya: > "Dan > setiap kali ada nama dalam At-Tarikh tersebut, niscaya aku mempunyai kisah > tersendiri tentangnya, tetapi aku tidak menyukai jika kitabku terlalu > panjang." > Semenjak kecil beliau sibuk menggali ilmu dan mendengarkan > hadits dari berbagai negeri, seperti di negerinya sendiri. Dan beliau > telah > beberapa kali mengunjungi Baghdad, hingga penduduk disana mengakui > kelebihannya dan penguasaan ilmunya terhadap ilmu riwayah dan dirayah. > Begitulah, singkatnya beliau telah mengunjungi berbagi kota > di Irak dalam rangka mencari limu hadits dari tokoh-tokoh negeri itu > misalnya Bashrah, Balkh, Kufah dan lain lain. Beliau telah mendengarkan > dan > mengali hadits dari sejumlah banyak tokoh pembawa hadits. Diriwayatkan > oleh > Muhammad bin Abi Hatim, bahwasanya beliau berkata: "Aku tidak pernah > menulis > melainkan dari orang yang mengatakan bahwa Al-Iman adalah ucapan dan > tindakan." > >JUMLAH HADITS YANG DIHAFAL > Muhammad bin Hamdawaih mengatakan: "Aku mendengar > Al-Bukhari > berkata, bahwa aku hafal seratus ribu hadits shahih dan dua ratus ribu > hadits tidak shahih." > > > KITAB-KITAB YANG DISUSUN > Yang paling pokok adalah kitab Al-Jami'ush-Shahih > (Shahihul-Bukhari) yaitu kitab hadits tershahih diantara kitab hadits > lainnya. Selain itu beliau menyusun juga kitab Al-Adabul-Mufrad, Raf'ul > Yadain fish-Shalah, Al-Qira'ah Khalfal-Iman, Birrul-Walidain, At-Tarikh > Al-Kabir, At-Tarikh Al-Ausath, At-Tarikh Ash-Shagir, Khalqu Af'alil-Ibad, > Ad-Dhuafa'(hadits-hadits lemah), Al-Jami' Al-Kabir, At-Tafsir Al-Kabir, > Al-Musnad Al-Kabir, Kitabul Asyribah, Kitabul-Hibah, Asami Ash-Shahabat > (nama nama sahabat) dan lain sebagainya. > > CONTOH KEKAGUMAN ORANG TERHADAP AL-BUKHARI > Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah, merupakan barometer bagi > guru-gurunya dan manusia yang tahu dan hidup pada zamannya maupun > sesudahnya. Al Imam Al-Hafizh Adz-Dzahabi dan Al-Hafizh Ibnu Hajara > Al-Asqalani telah menyebutkan secara khusus tentang pujian dan jasa-jasa > beliau dalam kitabnya masnig-masing. Adz-Dzahabi dalam > Tadzkiratul-Haffadh, > dan Ibnu Hajar dalam Tahdzibut-Tahdzib. > Berikut ini beberapa contoh pujian dan kekaguman mereka. > Muhammad bin Abi Hatim mengatakan bahwa aku mendengar Yahya bin Ja'far > Al-Baikundi berkata: "Seandainya aku mampu menambahkan umur Al-Bukhari > dengan umurku, niscaya aku lakukan, sebab kematianku hanyalah kematian > seorang sedangkan kematiannya berarti lenyapnya ilmu. Raja' bin Raja' > mengatakan, Dia, yakni Al-Bukhari, satu ayat diantara ayat-ayat Alloh yang > berjalan diatas permukaan bumi. Abu Abdullah Al-Hakim dalam Tarikh > Naisabur > berkata :"Dia adalah Imam ahlul hadits tidak ada seorangpun diantara ahlul > naql yang mengingkarinya. > > SHAHIHUL JAMI' ATAU SHAHIH BUKHARI > Seluruh hadits yang tercantum didalamnya adalah hadits > hadits shahih yang telah tetap dari Rasullullah shallallahu 'alaihi wa > sallam. Bahkan semua mu'allaqat dalam shahih Al-Bukhari dinyatakan shahih > oleh para ulama ahlul hadits. Adapun contoh pernyataan para ulama tentang > Shahih Al-Bukhari seperti dikatakan Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah > wan-Nihayah :"Para ulama telah bersepakat menerimanya (yakni Shahih > Al-Bukhari) dan menerima keshahihan apa apa yang ada didalamnya, demikian > pula seluruh ahlul-Islam." Jadi di samping Shahih Muslim, Shahih > Al-Bukhari > adalah kitab tershahih nomor dua setelah Al-Qur'an sebagai mana disebutkan > dan disepakati oleh para ulama, diantaranya As-Subakti. > > TERUSIRNYA IMAM AL-BUKHARI DARI BUKHARA > Ghonjar mengatakan dalam Tarikhnya : "Aku mendengar Ahmad > bin Muhammad bin Umar berkata, aku mendengar Bakar bin Munir mengatakan :" > Amir Khalid bin Ahmad Adz-Dzuhail, amir penguasa Bukhara, mengirim utusan > kepada Muhammad bin Ismail yang isinya : "Bawalah padaku kitab Jami'ush > Shahih dan At-Tarikh supaya aku bisa mendengar dari kamu." Maka berkatalah > Al-Bukhari kepada utusan tersebut, "Katakanlah kepadanya bahwa > sesungguhnya > aku tidak akan merendahkan ilmu dan aku tidak akan membawa ilmuku itu > kehadapan pintu para sultan. Apabila dia butuh (jika ilmu itu dikehendaki) > maka hendaknya dia datang kepadaku di masjidku atau dirumahku. Kalau hal > ini > tidak menyenangkan wahai sultan, maka laranglah aku untuk mengadakan > majelis > ilmu, supaya pada hari kiamat aku punya alasan dihadapan Alloh bahwa aku > tidak menyembunyikan ilmu." Ghojar mengatakan, inilah yang menyebabkan > terjadinya krisis diantara keduanya. > Al-Hakim berkata: "Aku mendengar Muhammad bin Al-Abbas > Adh-Dhobby mengatakan: "Aku > mendengar Abu Bakar bin Abu Amar berkata: "Perginya Abu abdillah > Al-Bukhari > dari negeri Bukhara disebabkan Khalid bin Ahmad Khalifa bin Thahir meminta > beliau untuk hadir di rumahnya supaya membacakan kitab At-Tarikh dan Jami' > ush-Shahih kepada anak-anaknya, tetapi beliau menolak. Beliau katakan: > "Aku > tidak mempunyai waktu jika hanya orang orang khusus yang mendengarkannya > (mendengar > kan ilmuku). Maka Khalid bin Ahmad meminta tolong kepada Harits bin Abi > Al-Warqa dan lainnya dari penduduk Bukhara untuk bicara mempermasalahkan > madzhabnya. Akhirnya Khalid bin Ahmad mengusir beliau dari Bukhara. > Demikianlah tentang sekelumit Imam Bukhari, beliau juga > pernah difitnah sebagai orang yang mengatakan bahwa bacaanku terhadap > Al-Qur > 'an adalah makhluk. Padahal beliau tidak mengatakan demikian, dan bahkan > secara tegas beliau membantah bahwa orang yang membawa berita tersebut > adalah pendusta. Beliau bahkan mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah > kalamullah > bukan makhluk, sedangkan perbuatan perbuatan hamba adalah makhluk.(lihat > Hadyud Sari Muqadimah Fathul Bari bagian akhir halaman 490-491). Wallahu > A' > lam. > > > ----- Original Message ----- > From: "dwi" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Monday, May 09, 2005 4:18 PM > Subject: [assunnah] tanya riwayat imam Bukhori dan imam Muslim > > >> Assalaamu'alaykum, >> >> Adakah diantara teman-teman yang mengetahui riwayat hidup imam Bukhori >> dan imam Muslim >> >> Wassalam >> >> Dwi ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
