Assalamualaikum,

Kalau menurut saya panggilan itu ndak usah terlalu dipermasalahkan,
panggilan biasa juga ndak apa-apa, Mas, Cak, Sampeyan, Anda, Kamu ,
Kita, Dia, Mbak, dll.
Toh semua itu sekedar panggilan saja. Asal semua panggilan itu normal
dan wajar, artinya tidak untuk menjelek-jelekkan.
Ikhwan dan Akhwat itu panggilan dalam bahasa Arab saja. Kalau ndak
bisa bahasa Arab .... ya pake panggilan bahasa Indonesia atau bahasa
Daerah sendiri supaya lebih ber"saudara". Yang penting bukan
panggilannya tapi kesadaran untuk berakidah yang baik dengan
ber"saudara" dengan muslim yang lain.

Mohon maaf bila kurang berkenan.

Wassalam,
Yani Pitono

On 6/1/05, Chandraleka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum wa rahmatullah
> 
> Sekedar menambahkan,
> Panggilan ikhwan dan akhwat itu sebenarnya bukan cuma buat orang orang yang
> sudah mengaji saja, yang belum mengaji pun tidak apa apa dipanggil ikhwan /
> akhwat sepanjang mereka itu muslim / muslimah karena tidak keluar dari
> lingkup persaudaraan Islam.
> 
> "Sesungguhnya orang orang mu'min itu adalah bersaudara" (Al Hujurat: 10)
> 
> Tetapi sekarang ini bila kita panggil seorang laki laki muslim yang sedang
> 'nge band' atau sedang memegang gitar dengan sebutan 'ikhwan' atau 'akhi',
> tentu mereka juga akan terheran heran. Sama halnya bila kita panggil seorang
> wanita muslimah yang tidak berjilbab dengan sebutan 'akhwat' atau 'ukhti',
> tentu mereka juga bertanya tanya. Apa sebabnya? Karena belum terbiasa
> panggilan ini kepada mereka. Belum disosialisasikan ....
> 
> 
> 
> Wassalamu'alaikum
> 
> 
> 
> Chandraleka
> Independent IT Writer
> Visit http://come.to/digitalworks
> a source for computer hobbyist
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----- >
> Date: Sat, 28 May 2005 13:47:28 +0700
> >    From: "Denny Arifianto" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: Re: Ikhwan akhwat terlalu kaku
> >
> > Wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
> >
> > Mungkin perlu dibedakan antara manhaj salaf disatu sisi dengan orang
> (baca: individu/oknum) yang mengaji manhaj salaf.
> >
> > Manhaj salaf adalah manhaj yang baik dan komprehensif karena mengacu
> kepada pemahaman generasi awal dalam memahami Islam yang telah diridhai oleh
> Allah, dan mereka pun telah ridha kepada Allah.
> >
> > Jika ada seorang individu (yang kebetulan mengaji manhaj salaf) terlalu
> kaku, perlu ditabayyun kan dahulu kepada yang bersangkutan agar tidak ada
> kesan main tuduh.
> >
> > Apakah lingkungannya itu penuh dengan kemaksiatan dan kemungkaran sehingga
> untuk menjaga agama dan keluarganya harus dengan cara seperti itu, apalagi
> jika dia baru sebatas tholabul 'ilm (seperti kita-2 ini) belum punya
> kemampuan dalam berdakwah.
> >
> > Atau mungkin sudah berdakwah tapi ditolak mentah-mentah oleh lingkungan
> sekitar bahkan dikucilkan. Dan masih banyak lagi kemungkinan-2 / alternatif
> yang lainnya mengapa seseorang terkesan seperti itu. Hendaknya kita
> mengutamakan husnudzhan terhadap saudara sesama muslim.
> >
> > Kalau yang dimaksud "kaku" adalah dalam menjaga syari'at Allah agar tetap
> tegak, contoh:
> > Diundang tahlilan, isra' mi'raj, maulidan, nggak mau dateng, atau yang
> sejenis dengan itu maka ini termasuk perkara meninggalkan yang mungkar dan
> menjaga sunnah.
> >
> > Dari yang ana lihat dilingkungan ana, justru orang yang sudah paham manhaj
> salaf yang banyak menjadi motor dakwah di kampus-kampus, tempat kerja, atau
> lingkungan sekitar.
> >
> > Alhamdulillah Masjid-2 yang dahulu sepi dari kegiatan pengajian syar'i dan
> kegiatan shalat berjamaah kini menjadi ramai dan kian marak ditegakkan
> sunnah dan makin sedikitnya kegiatan yang tidak sunnah (baca: bid'ah). Tidak
> ada kamus karena isbal atau jenggot yang panjang menghalangi kita untuk
> berdakwah atau memuliakan tetangga.
> >
> > Wallahu'alam
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "aditya_kurniawan77" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[email protected]>
> > Sent: Friday, May 27, 2005 7:58 PM
> > Subject: [assunnah] Ikhwan akhwat terlalu kaku
> >
> > > Assalamu'alaikum
> > >
> > > Alhamdulillah bisa join dimilis ini. saya mau tanya, kenapa ya ikhwan
> > > /akhwat salaf terlihat kurang berbaur dengan masyarakat yang ada. Jadi
> kalau
> > > di masyarakat itu kaku sekali .... Kadang merespon satu masalah dengan
> sikap
> > > yang keras. Apa memang seharusnya begitu?
> > >
> > > Apakah panggilan ikhwan / akhwat itu hanya buat orang yang sudah ikut
> > > pengajian saja?
> > >
> > > Terima kasih ya, maaf kalau pertanyaannya kurang berkenan.
> > >
> > > Wassalamualaikum





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke