Assalamualaikum wrt wb.

Memang susah utk menjelaskan persoalan kuburan para nabi ,karena
bid'ah sangatlah sudah taqlid di-mana2,para raja2 pun seperti Yordania
dan Marocco ana lihat lewat acara teve di kuburkan special yg di dalam
mesjid dan tidak sedikit orang2 awam yg tidak mengerti dan yg mengerti
tapi menganggap hal itu benar karena Rasululloh pun kuburannya berada
dlm mesjid.

Tapi alhamdulillah raja Saudi dan beberapa Emirat lainnya tidak
mengikuti Yordania dan Marocco,Saudi raja Faisal almarhum di kubur
biasa2 saja tanpa nama batu nisannya,sampai2  diplomat2 yg hadir,
sepulangnya kenegri masing2 tercengang dibuatnya berkomentar saluut
kesederhanaan makam tsb. Kalau di lihat kekuasaan dan kekayaan raja
itu semasa hidupnya,tapi tak berarti bila telah pulang kerahmatulloh
begitu penjelasannya utk para diplomat asing.

Wassalam wr wb.
Bani Murro.
=============================================================================================
2005/6/1, Yani Pitono <[EMAIL PROTECTED]>:
> Assalamualaikum,
> 
> Sebenarnya ada penjelasan yang lebih menarik, cuman saya agak lupa
> tulisannya, yakni dikaitkan dengan :
> 1. bahwa kuburan para nabi adalah lokasi dimana saat itu beliau
> meninggal. Jadi tidak boleh dipindah-pindah.
> 2. Ada kebiasaan jahiliyah hampir terulang sebelum munculnya gerakan
> salafiyah dimana terjadi thawaf mengelilingi kuburan, Saat itu kuburan
> nabi pun dijadikan thawaf.
> 3.  Ada kejadian hampir terjadi pencurian kubur nabi oleh seorang
> yahudi, namun berhasil digagalkan oleh pemerintah.
> 4. Sehingga pada saat perluasan masjid Nabawi, kuburan nabi dimasukkan
> dalam lingkup masjid untuk menjaga agar tidak dijadikan thawaf dan
> terhindar dari pencurian. Namun tetap difatwakan oleh ulama untuk
> tidak boleh sholat dan berdoa menghadap kubur nabi. Dan di sana dijaga
> ketat oleh polisi agama untuk menghindari kegiatan kufur tsb.
> 
> Demikian mohon maaf bila penjelasan saya salah.
> 
> Wassalam,
> Yani Pitono
> 
>> > -----Original Message-----
> > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> > Behalf Of Naufal
> > Sent: Tuesday, May 31, 2005 9:24 AM
> > To: [email protected]
> > Subject: Re: [assunnah] Nanya Bantahan Syubhat kuburan Nabi SAW ?
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "ibnu_oban" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[email protected]>
> > Sent: Saturday, May 28, 2005 1:44 PM
> > Subject: [assunnah] Nanya Bantahan Syubhat kuburan Nabi SAW ?
> > > Assamu'alaikum
> > > Ikhwah ... ana mau minta bantuan nih. Tolong kirimkan bantahan
> > >Ulama2 tentang nyatunya kuburan Nabi SAW dgn masjid Nabawi di Madinah,
> > >karena ada teman ana dari kelompok lain yg kelompok2 itu masjid2nya
> > >banyak kuburan, padahal dalam syar'i itu hukumnya haram. Teman ana itu
> > >ber-dalil bahwa, di Madinah aja kuburan Nabi SAW berada dalam daerah
> > >masjid.
> > > Tolong ana yah ... dgn sumber2 dalil2-nya
> > >
> > > Jazakalloh khoir
> > >
> > > Wassamu'alaikum
> >
> > wa`alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
> >
> >
> > "Kuburan Nabi saw ada di dalam Masjid beliau, yang dapat disaksikan
> > hingga saat ini. Kalau memang hal ini dilarang, lalu mengapa beliau
> > dikuburkan disitu ?
> >
> > Jawabannya:
> > Keadaan yang kita saksikan pada jaman sekarang ini tidak seperti yang
> > terjadi pada jaman sahabat.  Setelah beliau wafat,  mereka
> > menguburkannya didalam biliknya yang letaknya bersebelahan dengan
> > masjid, dipisahkan oleh dinding yang ada pintunya. Beliau biasa masuk
> > masjid lewat pintu itu.
> >
> > Hal ini telah disepakati oleh semua ulama, dan tidak ada pertentangan
> > diantara mereka. Para sahabat mengubur jasad beliau didalam biliknya,
> > agar nantinya orang-orang sesudah mereka tidak menggunakan kuburan
> > beliau sebagai tempat untuk shalat, seperti yang sudah kita terangkan
> > dalam hadits 'Aisyah dibagian muka. Tapi apa yang terjadi dikemudian
> > hari di luar perhitungan mereka. Pada tahun
> > 88 Hijriah, Al Walid bin Abdul Malik merehab masjid Nabi dan memperluas
> > masjid hingga kekamar 'Aisyah. Berarti kuburan beliau masuk ke dalam
> > area masjid. Sementara pada saat itu sudah tidak ada satu sahabatpun
> > yang masih hidup, sehingga dapat menentang tindakan Al Walid ini seperti
> > yang diragukan oleh sebagian manusia.
> >
> > Al Hafizh Muhamad Abdul-Hady menjelaskan didalam bukunya Ash- Sharimul
> > Manky: "Bilik Rasulullah masuk dalam masjid pada jaman Al Walid bin
> > Abdul Malik, setelah semua sahabat beliau di Madinah meninggal. Sahabat
> > terakhir yang meninggal adalah Jabir bin Abdullah.
> > Ia meninggal pada jaman Abdul Malik, yang meninggal pada tahun 78
> > Hijriah. Sementara Al Walid menjadi khalifah pada tahun 86 Hijriah, dan
> > meninggal pada tahun 96 Hijriah. Rehabilitasi masjid dan memasukkan
> > bilik beliau kedalam masjid, dilakukan antara tahun-tahun itu.
> >
> > Abu Zaid Umar bin Syabbah An Numairy berkata di dalam buku karangannya
> > Akhbarul-Madinah: "Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi gubernur Madinah
> > pada tahun 91 Hijriah, ia meribohkan masjid lalu membangunnya lagi
> > dengan menggunakan batu-batu yang diukir, atapnya terbuat dari jenis
> > kayu yang bagus. Bilik istri-istri Nabi saw dirobohkan pula lalu
> > dimasukkan kedalam masjid. Berarti kuburan beliau juga masuk kedalam
> > masjid."
> >
> > Dari penjelasan ini jelaslah sudah bahwa kuburan beliau masuk menjadi
> > bagian dari masjid nabawi, ketika di Madinah sudah tidak ada seorang
> > sahabatpun. Hal ini ternyata berlainan dengan tujuan saat mereka
> > menguburkan jasad Rasulullah di dalam biliknya.
> >
> > Maka setiap orang muslim yang mengetahui hakikat ini, tidak boleh
> > berhujjah dengan sesuatu yang terjadi sesudah meninggalnya para sahabat.
> > Sebab hal ini bertentangan dengan hadits-hadits shahih dan pengertian
> > yang diserap para sahabat serta pendapat para imam.
> > Hal ini juga bertentangan dengan apa yang dilakukan Umar dan Utsman
> > ketika meluaskan masjid Nabawi tersebut. Mereka berdua tidak memasukkan
> > kuburan beliau ke dalam masjid.
> >
> > Maka dapat kita putuskan, perbuatan Al Walid adalah salah. Kalaupun ia
> > terdesak untuk meluaskan masjid Nabawi, toh ia bisa meluaskan dari sisi
> > lain sehingga tidak mengusik kuburan beliau. Umat bin Khattab pernah
> > mengisyaratkan segi kesalahan semacam ini. Ketika meluaskan masjid, ia
> > mengadakan perluasan di sisi lain dan tidak mengusik kuburan beliau. Ia
> > berkata: "Tidak ada alasan untuk berbuat seperti itu." Umar memberi
> > peringatan agar tidak merobohkan masjid, lalu memasukkan kuburan beliau
> > ke dalam masjid.
> >
> > Karena tidak ingin bertentangan dengan hadits dan kebiasaan
> > khulafa'urrasyidin, maka orang-orang Islam sesudah itu sangat
> > berhati-hati dalam meluaskan masjid Nabawi. Mereka mengurangi
> > kontroversi sebisa mungkin. Dalam hal ini An-Nawawi menjelaskan di dalam
> > Syarh Muslim: "Ketika para sahabat yang masih hidup dan tabi'in merasa
> > perlu untuk meluaskan masjid Nabawi karena banyaknya jumlah kaum
> > muslimin, maka perkuasan masjid itu mencapai rumah Ummahatul-Mukminin,
> > termasuk bilik 'Aisyah, tempat dikuburkannya Rasulullah dan juga kuburan
> > dua sahabat beliau, Abubakar dan Umar.
> > Mereka membuat dinding pemisah yang tinggi disekeliling kuburan,
> > bentuknya melingkar. Sehingga kuburan tidak langsung nampak sebagai
> > bagian dari masjid. Dan orang-orangpun tidak shalat ke arah kuburan itu,
> > sehingga merekapun tidak terseret pada hal-hal yang dilarang.
> >
> > Ibnu Taimiah dan Ibnu Rajab yang menukil dari Al-Qurthuby,
> > menjelaskan: "Ketika bilik beliau masuk ke dalam masjid, maka pintunya
> > di kunci, lalu disekelilingnya dibangun pagar tembok yang tinggi. Hal
> > ini dimaksudkan untuk menjaga agar rumah beliau tidak dipergunakan untuk
> > acara-acara peringatan dan kuburan beliau dijadikan patung sesembahan."
> >
> > Dapat kami katakan: Memang sangat disayangkan bangunan tersebut sudah
> > didirikan sejak berabad-abad di atas kuburan Nabi saw. Disana ada kubah
> > menjulang tinggi berwarna hijau, kuburan beliau dikelilingi
> > jendela-jendela yang terbuat dari bahan tembaga, berbagai hiasan dan
> > tabir. Padahal semua itu tidak diridhai oleh orang yang dikuburkan
> > disitu, yaitu Rasulullah saw. Bahkan ketika kami berkunjung kesana, kami
> > lihat disamping tembok sebelah utara terdapat mihrab kecil. Ini
> > merupakan isyarat bahwa tempat itu dikhususkan untuk shalat dibelakang
> > kuburan . Kami benar-benar heran. Bagaimana bisa terjadi paganisme yang
> > sangat mencolok ini dibiarkan begitu saja oleh suatu negara yang
> > mengagung-agungkan masalah tauhid ?
> >
> > Namun begitu kami mengakui secara jujur, selama disana kami tidak
> > meliahat seorangpun mendirikan shalat didalam mihrab itu. Para penjaga
> > yang sudah ditugaskan disana mengawasi secara ketat agar mencegah
> > manusia yang datang kesana dan melakukan suatu yang bertentangan dengan
> > syariat disekitar kuburan Nabi saw. Ini merupakan suatu yang perlu
> > disyukuri atas sikap pemerintah Saudi.
> > Tetapi ini belum cukup dan tidak memberikan jalan keluar yang tuntas.
> > Tentang hal ini  sudah lama kami katakan di dalam buku Ahkamul Jana' iz
> > wa Bida'uha: "Seharusnya masjid Nabawi dikembalikan ke jamannya semula,
> > yaitu dengan membuat tabir pemisah antara kuburan dengan masjid, berupa
> > tembok yang membentang dari uatara ke selatan. Sehingga setiap orang
> > yang masuk ke masjid tidak dikejar oleh macam-macam pertentangan yang
> > tidak diridhai pendirinya. Kami merasa yakin, ini merupakan kewajiban
> > pemerintah Saudi, kalau ia masih ingin menjaga tauhid yang benar.
> > Andaikata ada rencana perluasan kembali, maka bisa melebar kesebelah
> > barat atau sisi lainnya. Tapi ketika diadakan perbaikan lagi, ternyata
> > masjid Nabawi tidak dikembalikan ke bentuknya yang pertama pada jaman
> > sahabat."
> >
> > [Oleh Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, diambil dari uku
> > "Peringatan !  Menggunakan Kuburan Sebagai Masjid" Bab. IV/Hal.
> > 50-83]




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke