>From: raniah zakia <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Fri Jun 3, 2005  6:59 pm 
>Subject: Tanya : Masalah bid'ah???
>assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
>afwan, saya ingin bertanya tentang masalah bid'ah. Apakah bid'ah itu?
>Sejauh mana sesuatu dapat dikatakan bid'ah? Bagaimana fatwa ulama
>mengenai hal ini? Syukron.
>JAzzakumullah khairan katsira
>wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh

Alhamdulillah, untuk pertanyaan diatas saya salinkan dari situs 
http://www.almanhaj.or.id semoga dapat diambil manfaat dan faedahnya.


PENGERTIAN BID'AH MACAM-MACAM BID'AH DAN HUKUM-HUKUMNYA

Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan


PENGERTIAN BID'AH
Bid'ah menurut bahasa, diambil dari bida' yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada 
contoh. Sebelumnya Allah berfirman.

Badiiu' as-samaawaati wal ardli
"Artinya : Allah pencipta langit dan bumi" [Al-Baqarah : 117]

Artinya adalah Allah yang mengadakannya tanpa ada contoh sebelumnya.

Juga firman Allah.

Qul maa kuntu bid'an min ar-rusuli
"Artinya : Katakanlah : 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara 
rasul-rasul". [Al-Ahqaf : 9].

Maksudnya adalah : Aku bukanlah orang yang pertama kali datang dengan 
risalah ini dari Allah Ta'ala kepada hamba-hambanya, bahkan telah banyak 
sebelumku dari para rasul yang telah mendahuluiku.

Dan dikatakan juga : "Fulan mengada-adakan bid'ah", maksudnya : memulai satu 
cara yang belum ada sebelumnya.

Dan perbuatan bid'ah itu ada dua bagian :

[1] Perbuatan bid'ah dalam adat istiadat (kebiasaan) ; seperti adanya 
penemuan-penemuan baru dibidang IPTEK (juga termasuk didalamnya 
penyingkapan-penyingkapan ilmu dengan berbagai macam-macamnya). Ini adalah 
mubah (diperbolehkan) ; karena asal dari semua adat istiadat (kebiasaan) 
adalah mubah.

[2] Perbuatan bid'ah di dalam Ad-Dien (Islam) hukumnya haram, karena yang 
ada dalam dien itu adalah tauqifi (tidak bisa dirubah-rubah) ; Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Barangsiapa yang 
mengadakan hal yang baru (berbuat yang baru) di dalam urusan kami ini yang 
bukan dari urusan tersebut, maka perbuatannya di tolak (tidak diterima)". 
Dan di dalam riwayat lain disebutkan : "Artinya : Barangsiapa yang berbuat 
suatu amalan yang bukan didasarkan urusan kami, maka perbuatannya di tolak".

MACAM-MACAM BID'AH

Bid'ah dalam Ad-Dien (Islam) ada dua macam :

[1] Bid'ah qauliyah 'itiqadiyah : Bid'ah perkataan yang keluar dari 
keyakinan, seperti ucapan-ucapan orang Jahmiyah, Mu'tazilah, dan Rafidhah 
serta semua firqah-firqah (kelompok-kelompok) yang sesat sekaligus 
keyakinan-keyakinan mereka.

[2] Bid'ah fil ibadah : Bid'ah dalam ibadah : seperti beribadah kepada Allah 
dengan apa yang tidak disyari'atkan oleh Allah : dan bid'ah dalam ibadah ini 
ada beberapa bagian yaitu :

[A]. Bid'ah yang berhubungan dengan pokok-pokok ibadah : yaitu mengadakan 
suatu ibadah yang tidak ada dasarnya dalam syari'at Allah Ta'ala, seperti 
mengerjakan shalat yang tidak disyari'atkan, shiyam yang tidak 
disyari'atkan, atau mengadakan hari-hari besar yang tidak disyariatkan 
seperti pesta ulang tahun, kelahiran dan lain sebagainya.

[B]. Bid'ah yang bentuknya menambah-nambah terhadap ibadah yang 
disyariatkan, seperti menambah rakaat kelima pada shalat Dhuhur atau shalat 
Ashar.

[C]. Bid'ah yang terdapat pada sifat pelaksanaan ibadah. Yaitu menunaikan 
ibadah yang sifatnya tidak disyari'atkan seperti membaca dzikir-dzikir yang 
disyariatkan dengan cara berjama'ah dan suara yang keras. Juga seperti 
membebani diri (memberatkan diri) dalam ibadah sampai keluar dari 
batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

[D]. Bid'ah yang bentuknya menghususkan suatu ibadah yang disari'atkan, tapi 
tidak dikhususkan oleh syari'at yang ada. Seperti menghususkan hari dan 
malam nisfu Sya'ban (tanggal 15 bulan Sya'ban) untuk shiyam dan qiyamullail. 
Memang pada dasarnya shiyam dan qiyamullail itu di syari'atkan, akan tetapi 
pengkhususannya dengan pembatasan waktu memerlukan suatu dalil.

HUKUM BID'AH DALAM AL-QUR'AN

Segala bentuk bid'ah dalam Ad-Dien hukumnya adalah haram dan sesat, 
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

"Artinya : Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, 
karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid'ah, dan setiap 
bid'ah adalah sesat". [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi ; hadits 
hasan shahih].

Dan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
"Artinya : Barangsiapa mengadakan hal yang baru yang bukan dari kami maka 
perbuatannya tertolak".

Dan dalam riwayat lain disebutkan :
"Artinya : Barangsiapa beramal suatu amalan yang tidak didasari oleh urusan 
kami maka amalannya tertolak".

Maka hadits tersebut menunjukkan bahwa segala yang diada-adakan dalam 
Ad-Dien (Islam) adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah sesat dan tertolak.

Artinya bahwa bid'ah di dalam ibadah dan aqidah itu hukumnya haram.

Tetapi pengharaman tersebut tergantung pada bentuk bid'ahnya, ada 
diantaranya yang menyebabkan kafir (kekufuran), seperti thawaf mengelilingi 
kuburan untuk mendekatkan diri kepada ahli kubur, mempersembahkan sembelihan 
dan nadzar-nadzar kepada kuburan-kuburan itu, berdo'a kepada ahli kubur dan 
minta pertolongan kepada mereka, dan seterusnya. Begitu juga bid'ah seperti 
bid'ahnya perkataan-perkataan orang-orang yang melampui batas dari golongan 
Jahmiyah dan Mu'tazilah. Ada juga bid'ah yang merupakan sarana menuju 
kesyirikan, seperti membangun bangunan di atas kubur, shalat berdo'a 
disisinya. Ada juga bid'ah yang merupakan fasiq secara aqidah sebagaimana 
halnya bid'ah Khawarij, Qadariyah dan Murji'ah dalam perkataan-perkataan 
mereka dan keyakinan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dan ada juga bid'ah yang 
merupakan maksiat seperti bid'ahnya orang yang beribadah yang keluar dari 
batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan shiyam yang 
dengan berdiri di terik matahari, juga memotong tempat sperma dengan tujuan 
menghentikan syahwat jima' (bersetubuh).

Catatan :
Orang yang membagi bid'ah menjadi bid'ah hasanah (baik) dan bid'ah syayyiah 
(jelek) adalah salah dan menyelesihi sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam : "Artinya : Sesungguhnya setiap bentuk bid'ah adalah sesat".

Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menghukumi semua 
bentuk bid'ah itu adalah sesat ; dan orang ini (yang membagi bid'ah) 
mengatakan tidak setiap bid'ah itu sesat, tapi ada bid'ah yang baik !

Al-Hafidz Ibnu Rajab mengatakan dalam kitabnya "Syarh Arba'in" mengenai 
sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Setiap bid'ah adalah 
sesat", merupakan (perkataan yang mencakup keseluruhan) tidak ada sesuatupun 
yang keluar dari kalimat tersebut dan itu merupakan dasar dari dasar 
Ad-Dien, yang senada dengan sabdanya : "Artinya : Barangsiapa mengadakan hal 
baru yang bukan dari urusan kami, maka perbuatannya ditolak". Jadi setiap 
orang yang mengada-ada sesuatu kemudian menisbahkannya kepada Ad-Dien, 
padahal tidak ada dasarnya dalam Ad-Dien sebagai rujukannya, maka orang itu 
sesat, dan Islam berlepas diri darinya ; baik pada masalah-masalah aqidah, 
perbuatan atau perkataan-perkataan, baik lahir maupun batin.

Dan mereka itu tidak mempunyai dalil atas apa yang mereka katakan bahwa 
bid'ah itu ada yang baik, kecuali perkataan sahabat Umar Radhiyallahu 'anhu 
pada shalat Tarawih : "Sebaik-baik bid'ah adalah ini", juga mereka berkata : 
"Sesungguhnya telah ada hal-hal baru (pada Islam ini)", yang tidak diingkari 
oleh ulama salaf, seperti mengumpulkan Al-Qur'an menjadi satu kitab, juga 
penulisan hadits dan penyusunannya".

Adapun jawaban terhadap mereka adalah : bahwa sesungguhnya masalah-masalah 
ini ada rujukannya dalam syari'at, jadi bukan diada-adakan. Dan ucapan Umar 
Radhiyallahu 'anhu : "Sebaik-baik bid'ah adalah ini", maksudnya adalah 
bid'ah menurut bahasa dan bukan bid'ah menurut syariat. Apa saja yang ada 
dalilnya dalam syariat sebagai rujukannya jika dikatakan "itu bid'ah" 
maksudnya adalah bid'ah menurut arti bahasa bukan menurut syari'at, karena 
bid'ah menurut syariat itu tidak ada dasarnya dalam syariat sebagai 
rujukannya.

Dan pengumpulan Al-Qur'an dalam satu kitab, ada rujukannya dalam syariat 
karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan penulisan 
Al-Qur'an, tapi penulisannya masih terpisah-pisah, maka dikumpulkan oleh 
para sahabat Radhiyallahu anhum pada satu mushaf (menjadi satu mushaf) untuk 
menjaga keutuhannya.

Juga shalat Tarawih, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah shalat 
secara berjama'ah bersama para sahabat beberapa malam, lalu pada akhirnya 
tidak bersama mereka (sahabat) khawatir kalau dijadikan sebagai satu 
kewajiban dan para sahabat terus sahalat Tarawih secara berkelompok-kelompok 
di masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam masih hidup juga setelah 
wafat beliau sampai sahabat Umar Radhiyallahu 'anhu menjadikan mereka satu 
jama'ah di belakang satu imam. Sebagaimana mereka dahulu di belakang 
(shalat) seorang dan hal ini bukan merupakan bid'ah dalam Ad-Dien.

Begitu juga halnya penulisan hadits itu ada rujukannya dalam syariat. 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk menulis 
sebagian hadits-hadist kepada sebagian sahabat karena ada permintaan kepada 
beliau dan yang dikhawatirkan pada penulisan hadits masa Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam secara umum adalah ditakutkan tercampur dengan 
penulisan Al-Qur'an. Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah 
wafat, hilanglah kekhawatiran tersebut ; sebab Al-Qur'an sudah sempurna dan 
telah disesuaikan sebelum wafat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. 
Maka setelah itu kaum muslimin mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagai usaha untuk menjaga agar supaya tidak 
hilang ; semoga Allah Ta'ala memberi balasan yang baik kepada mereka semua, 
karena mereka telah menjaga kitab Allah dan Sunnah Nabi mereka Shallallahu 
'alaihi wa sallam agar tidak kehilangan dan tidak rancu akibat ulah 
perbuatan orang-orang yang selalu tidak bertanggung jawab.


[Disalin dari buku Al-Wala & Al-Bara Tentang Siapa Yang harus Dicintai & 
Harus Dimusuhi oleh Orang Islam, oleh Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah 
Al-Fauzan, terbitan At-Tibyan Solo, hal 47-55, penerjemah Endang Saefuddin.]

sumber http://www.almanhaj.or.id

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke