Haramnya Praktek Perdukunan, Mendatangi dan Membenarkan Perkataannya

1. DALIL AL QUR'AN

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? 
Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir 
(musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang 
beriman. (Q.S. An Nisaa' : 51)

2. DALIL AS SUNNAH

Diriwayatkan dari Mu'awiyah bin Al Hakam as Sulami, ia berkata : " Ketika aku 
mengerjakan shalat bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba 
ada seseorang yang bersin. Aku berkata: 'Yarhamukallaah (semoga Allah 
merahmatimu) '. Orang-orang memandang ke arahku. Aku berkata: 'Malangnya ibuku 
! Mengapa kalian memandangku seperti itu ? '. Mereka pun menepukkan tangan ke 
paha. Setelah mengerti bahwa mereka menyuruhku diam, maka aku pun diam. Setelah 
Rasulullah menyelesaikan shalat, maka demi Allah, tidak pernah aku melihat 
seorang mu'allim sebelum dan sesudahnya yang lebih baik pengajarannya daripada 
beliau. Demi Allah, beliau tidak membentakku, tidak memukulku dan tidak 
mencelaku. Beliau hanya berkata: 'Sesungguhnya ibadah shalat tidak boleh 
dicampuri percakapan manusia. Ibadah shalat hanya boleh diisi dengan ucapan 
tasbih, takbir dan bacaan Al Qur'an'. Atau sebagaimana yang dikatakan beliau. 
Aku berkata: 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja masuk Islam. Allah 
telah menurunkan dienul Islam kepada kami. Sesungguhnya di antara kami masih 
ada yang mendatangi dukun '. Beliau menjawab: 'Jangan datangi dukun ! '. ' Di 
antara kami masih ada yang suka bertathayyur* ', lanjutku. Rasulullah menjawab: 
'Itu hanyalah sesuatu yang terlintas dalam hati mereka, maka janganlah sampai 
mereka menangguhkan niat karenanya '. Kemudian aku lanjutkan: 'Sesungguhnya di 
antara kami masih ada yang mempraktekkan ilmu ramal '. Rasulullah menjawab: 
'Dahulu ada Nabi yang menggunakan ilmu ramal. Apabila yang terjadi sesuai 
dengan ramalannya, maka itu hanyalah kebetulan saja '. ............ (HR Muslim)
Tathayyur adalah anggapan sial karena melihat atau mendengar sesuatu, misalnya 
melihat burung tertentu atau mendengar suara binatang tertentu.  Tathayyur 
adalah sesuatu yang terlintas dalam hatimu, yang demikian itu bukanlah cela 
atasmu, namun yang tercela itu adalah apabila tathayyur itu menahanmu dari 
beraktifitas.

Diriwayatkan dari Shafiyyah binti Abi Ubaid radhiyallaahu 'anha, dari salah 
seorang istri Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: " 
Barangsiapa mendatangi tukang ramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu 
lalu ia membenarkannya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam 
" (HR Muslim)

3. FAWAID / KANDUNGAN BAB

a. Imam al-Baghawi berkata dalam Syarhus Sunnah: " Kahin adalah orang yang 
meramal apa yang bakal terjadi, mengaku mengetahui perkara ghaib dan menguasai 
ilmu ghaib. Dahulu, di kalangan bangsa Arab terdapat dukun-dukun yang mengaku 
mengetahui perkara ghaib. Ada yang mengaku menguasai pemimpin jin dan ada pula 
yang mengaku memiliki 'pembisik' yang menyampaikan berita-berita kepadanya. Di 
antara mereka ada yang mengaku dapat mengetahui banyak hal melalui 'kepintaran' 
yang dimilikinya. 'Arraf adalah orang yang mengaku mengetahui banyak perkara 
dengan menggunakan isyarat-isyarat untuk menunjukkan tempat barang curian atau 
barang hilang. Misalnya, ada wanita yang berzina lalu orang-orang bertanya 
kepadanya siapakah yang berzina dengannya ? Lalu ia memberitahu mereka. Dan 
beberapa perkara sejenis. Di antara mereka ada yang menyebut ahli nujum itu 
dukun ".

Saya katakan: " Termasuk perkara yang diharamkan adalah meramal dengan melempar 
kerikil, ilmu astrologi (ilmu nujum/perbintangan), ilmu ramal dengan melihat 
garis tangan, meramal dengan garis-garis, meramal dengan melihat air dalam 
mangkuk atau gelas atau sejenisnya, semua itu termasuk praktek perdukunan ". 

b. Ancaman dan hukuman yang dijatuhkan berbeda-beda, ada yang tidak diterima 
shalatnya dan ada yang dihukumi kafir. Semua itu menurut perincian berikut ini 
: Jika ia mendatangi dukun tanpa membenarkan ucapannya, maka hukumannya adalah 
tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam. Jika ia membenarkan 
perkataan dukun itu, maka ia telah kafir dan terlepas dari agama yang 
diturunkan kepada Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam. Karena tidak akan 
bertemu antara keimanan dengan membenarkan ucapan dukun (kekufuran).

c. Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab Fat-hul Baari menukil ucapan al-Khaththabi 
sebagai berikut: "Para dukun adalah orang-orang  yang punya otak yang tajam, 
hati yang jahat dan tabiat yang keras. Syaitan suka berteman dengan mereka 
karena memiliki kesamaan dalam perkara-perkara tersebut. Dan syaitan suka 
membantu mereka dengan sedaya upayanya ". 

d. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan tentang sebab 
berita-berita yang disampaikan oleh para dukun itu adakalanya benar, tujuannya 
agar orang-orang tidak tertipu dengan mereka.

Diriwayatkan dari 'Aisyah radhiyallaahu 'anha, ia berkata: "Orang-orang 
bertanya kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tentang berita-berita 
yang disampaikan para dukun ". Beliau menjawab: " Berita-berita itu bohong 
belaka ! ". Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya berita-berita yang 
mereka sampaikan itu terkadang sesuai dengan kenyataan ?". Rasulullah menjawab: 
" Itulah kebenaran yang dicuri oleh jin, lalu dibisikkannya* ke telinga 
pengikutnya, lalu ia mencampuradukkannya, dengan seratus kebohongan ". (HR 
Bukhari dan Muslim)
*Yaitu disampaikan dan dibisikkannya kepada pengikut-pengikutnya lalu didengar 
oelh syaitan, sebagaimana ayam saling berkomunikasi dengan pasangan sesamanya.


Diringkas-kutip dari ENSIKLOPEDIA LARANGAN jilid-1, Pustaka Imam Asy Syafi'i 
Mausuu'ah al-Manaahiyyiys Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyah
Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali
Daar Ibnu 'Affan Th. 1419 H




------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke