Ruqyah yang Diajarkan oleh Rasulullah SAW

Oleh : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin*

 

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika ingin tidur, beliau menggabungkan kedua tangannya, meludah sedikit kepada keduanya, membaca Ayat Kursi, Al Mu’awwidzatain, Al Kafirun, Al Ikhlas tiga kali, kemudian beliau mengusap bagian depan tubuhnya dengan keduanya, mulai wajahnya, lehernya, dadanya, perutnya dan kedua kakinya.  Ketika beliau sakit, Aisyah yang membacakannya, meludah sedikit, dan mengusap dengan kedua tangan beliau karena mengharapkan berkahnya (HR. Bukhari no. 5748)

 

Dan diriwayatkan bahwa sebagian sahabat meruqyah orang yang digigit binatang berbisa dengan surat Al Fatihah, lalu sembuh.  Kemudian Nabi SAW bersabda,”Tahukah anda bahwa Al Fatihah adalah Ruqyah” (HR. Bukhari no. 5749)

 

Dan Beliau meruqyah dengan doa,

 

“Bismillahi arqiika min kulli syaii’ yukdziika min syarri kulli nafsin aw ‘aynin haasidin Allahu yasyfiika bismillahi arqiika” yang artinya “Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang mengganggumu, dari kejahatan setiap jiwa atau ‘ain yang dengki, Allah yang menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu” (HR. Muslim no. 2186)

 

Beliau melarang tindakan ruqyah yang mengandung syirik dan mengajarkan penggantinya,

 

“AdzHib al ba’sa rabbannaas isyfi wa antasy-syaafii laa syifaa-a illa syifaauka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa” yang artinya “Hilangkanlah penyakit, (wahai) Rabb manusia, sembuhkanlah, hanya Engkau yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan (yang berasal dari) Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan sakit yang lain” (HR. Bukhari no. 5675 dan Muslim no. 2191)

 

Dan Beliau SAW bersabda,

 

“Idzasy-taka ahadukum falyadha’ yadaHu ‘alaa mawdhi’il alami wal yaqul a’uudzu bi’izzatillahi waqudratiHi min syarri ma ajidu wa uhaadziru” yang artinya “Apabila seseorang dari kalian mengeluh (rasa sakit), maka hendaklah ia meletakan tangannya di tempat yang sakit dan membaca ‘aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang aku dapatkan dan aku takuti” (HR Muslim no. 2202)

 

Maraji’

Fatwa – fatwa terkini Jilid 3, Darul Haq, Jakarta, Cetakan Pertama, September 2004, hal. 161-163

 

Semoga bermanfaat

 

*Syaikh Abdullah bin Abdurahman Al Jibrin adalah salah satu murid dari Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, dan anggota Al Lajnah Ad Da’imah.

 

 

 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke