Assalamu'aikum warahmatullahi wabarakatuh
 
Subject diatas adalah komentar ana mengenai 
email dengan subject "Menggerakkan jari saat tasyahud awal/akhir"
 
Perbedaan pendapat di kalangan ulama salafiyyin mengenai 
sifat Shalat Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam memang sering terjadi
diantaranya :

1. Posisi tangan pada saat I'tidal (bangkit dari ruku')
    Ada yang berpendapat posisi tangan bersedekap
    ada yang berpendapat tidak bersedekap

2. Sifat sujud
    Ada yang berpendapat tangan menyentuh tanah terlebih dahulu
    ada yang berpendapat lutut terlebih dahulu

3. Sifat duduk Iftirasy dan Tawarruk
    Ada yang berpendapat untuk shalat dua raka'at duduk nya iftirasy
    pada saat tasyahud
    ada yang berpendapat duduk tawarruk untuk semua akhir shalat

4. Sifat tasyahud 
    Ada yang berpendapat menggerakkan jari saat tasyahud awal/akhir
    ada yang tidak.

5. dll
 
 
Semua didasarkan pada hujjah yang kuat dan melalui penelitian ilmiah.
Sehingga Tidak Perlu Bingung Menghadapi Perbedaan Pendapat ini
(mengcopy email al-akh Abu Harist)
...........
Lain dari itu, karena pada mulanya manusia adalah "bebas dari 
tanggung jawab" sehingga ada sesuatu yang mengubah status dasar ini. 

Kaidah ini berlaku bagi orang yang tidak dapat mengetahui yang haq 
dengan dirinya sendiri. 

Namun bagi yang bisa, seperti halnya thalib 'Urn (penuntut ilmu 
syar'i) yang bisa membaca pendapat-pendapat seputar masalah 
dimaksud, maka  hendaknya memilih pendapat yang dipandangnya lebih 
benar berdasarkan dalil-dalil yang ada padanya. 

Dalam hal ini ia harus meneliti dan membaca untuk mengetahui 
pendapat yang lebih benar di antara pendapat-pendapat yang 
diungkapkan oleh para ulama.
 
Yang ana ingin ketahui lebih jauh disini :

khususnya mengenai Menggerakkan jari atau tidak saat tasyahud 
awal/akhir adalah bagaimana kaidah yang digunakan oleh Syaikh Muqbil 
bin Hadi Al-Wadiy rahimahullah (guru, sekaligus yang dijadikan 
rujukan oleh Ustadz Dzulkarnain - Mudir Ma'had As-Sunnah Makassar) 
dalam menetapkah suatu hadits syadz, yang mungkin berbeda dengan
kaidah yang digunakan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani 
rahimahullah ketika beliau menshahihkan hadits yang dianggap syadz 
oleh Syaikh Muqbil.
 
Mungkin ada di antara ikhwan/alkhwat yang memiliki risalah Syaikh 
Muqbil mengenai Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam.

Mungkin bisa dikirimkan ke milis ini
 
Abu Fathimah


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke