APAKAH IBNU SHAYYAD ITU DAJJAL YANG BESAR ITU ?

Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA
Bagian Terakhir dari Dua Tulisan 2/2


Maka ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan
pinangannya kepada saya, saya berkata, "Urusanku berada di tanganmu,
karena itu nikahkanlah saya dengan siapa saja yang engkau kehendaki."
Lalu beliau bersabda, "Pindahlah ke rumah Ummu Syarik." Dan Ummu
Syarik ini adalah seorang wanita yang kaya dari kalangan Anshar yang
suka melakukan infaq di jalan Allah dan biasa dikunjungi tamu-tamu.
Lalu saya berkata, "Akan saya laksanakan." Kemudian beliau bersabda,
"Jangan lakukan, sesungguhnya Ummu Syarik itu seorang wanita yang
sering didatangi tamu-tamu, dan aku tidak suka kerudung (jilbab)mu
terlepas atau pakaianmu terbuka dan tampak betismu, lalu dilihat oleh
kaum itu apa yang tidak engkau sukai.

Tetapi berpindahlah ke rumah putra pamanmu yaitu Abdullah bin Amr Ibnu
Ummi Maktum" (seorang lelaki dari Bani Fihr, yaitu Fihr Quraisy, yang
dari kalangan merekalah Abdullah dan Fatimah ini dilahirkan). Lalu
saya -kata Fatimah melanjutkan- pindah ke sana. Ketika masa 'iddah ku
telah habis, saya mendengar tukang seru Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam menyerukan Ash-Sholaatu Jaami 'ah (Shalatlah dengan
berjama'ah). Lalu saya pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam dan saya berada di shaf wanita yang ada
di belakang shaf laki-laki.

Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam usai melakukan shalat,
beliau duduk di atas mimbar sambil tersenyum seraya berkata,
"Hendaklah tiap-tiap orang tetap berada di tempat shalatnya." Kemudian
beliau melanjutkan, "Tahukah kamu, mengapa saya kumpulkan kamu?"
Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengerti." Beliau
bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya aku tidak mengumpulkan kalian
karena senang atau benci. Aku kumpulkan kalian karena Tamim Ad-Dari,
seorang pengikut Nasrani, telah berbai'at masuk Islam dan dia
bercerita kepadaku tentang suatu masalah yang sesuai dengan apa yang
pernah aku sampaikan kepada kalian mengenai Masih Ad-Dajjal.

la bercerita bahwa ia pernah naik perahu bersama tiga puluh orang yang
terdiri atas orang-orang yang berpenyakit kulit dan lepra. Lalu mereka
dihempas ombak selama sebulan di laut, kemudian mereka mencari
perlindungan ke sebuah pulau di tengah lautan hingga sampai di daerah
terbenamnya matahari. Lantas mereka menggunakan sampan kecil dan
memasuki pulau tersebut. Di sana mereka berjumpa seekor binatang yang
bulunya sangat lebat hingga tak kelihatan mana qubulnya dan mana
duburnya, karena lebat bulunya. Mereka berkata kepada binatang itu,
"Busyet kamu! Siapakah kamu?" Binatang itu menjawab, "Aku adalah
Al-Jassasah." Mereka bertanya, "Apakah Al-Jassasah itu?" Dia menjawab.
"Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam biara ini,
karena ia sangat merindukan berita kalian." Kata Tamim. "Ketika
binatang itu menyebut seseorang, kami menjauhinya, karena kami takut
binatang itu adalah syetan.

Lalu kami berangkat cepat-cepat hingga kami memasuki biara tersebut,
tiba-tiba di sana ada seorang laki-laki yang sangat besar tubuhnya dan
tegap, kedua tangannya dibelenggu ke kuduknya, antara kedua lututnya
dan mata kakinya dirantai dengan besi. Kami bertanya, "Siapakah engkau
ini?" Dia menjawab, "Kalian telah dapat menguak beritaku, karena itu
beritahukanlah kepadaku siapakah sebenarnya kalian ini?" Mereka
menjawab. Kami adalah orang-orang dari Arab. Kami naik perahu dan kami
terkatung-katung di laut dipermainkan ombak selama satu bulan,
kemudian kami mencari tempat berlindung ke pulaumu ini dengan menaiki
sampan kecil yang ada di sini lantas kami masuk pulau ini, dan kami
bertemu seekor binatang yang bulunya sangat lebat hingga tidak
kelihatan mana qabulnya dan mana duburnya karena lebat bulunya.

Lalu kami bertanya, "Busyet kamu, siapakah kamu?" Dia menjawab, "Aku
adalah Al-Jassasah." Kami bertanya, "Apakah Al-Jassasah itu?" Dia
menjawab, "Pergilah kepada lelaki ini di dalam biara, karena dia
sangat merindukan berita kalian." Lalu kami bergegas menemui dan
meninggalkan dia, dan kami merasa tidak aman jangan- jangan dia itu
syetan." Dia (lelaki itu) berkata, "Tolong kabarkan kepada kami
tentang desa Nakhl Baisan." Kami bertanya, "Tentang apanya?" Dia
berkata, "Tentang kurmanya, apakah berbuah?" Kami menjawab, "Ya." Dia
berkata, "Ketahuilah, sesungguhnya pohon-pohon kurmanya itu akan tidak
berbuah lagi." Dan dia bertanya lagi, "Tolong beritahukan kepadaku
tentang danau Ath-Thabariyah." Kami bertanya, "Tentang apanya?" Dia
bertanya, "Apakah ada airnya?" Kami menjawab, "Airnya banyak sekali."
Dia berkata, "Ketahuilah sesungguhnya airnya akan habis." Selanjutnya
dia berkata lagi, "Kabarkan kepadaku tentang negeri 'Ain Zughor." Kami
bertanya, "Tentang apanya?" Dia menjawab, "Apakah sumbernya masih
mengeluarkan air yang dapat digunakan penduduknya untuk menyiram
tanamannya?" Kami menjawab, "Airnya banyak sekali, dan penduduknya
menggunakannya untuk menyiram tanaman mereka." Dia berkata lagi,
"Tolong beritahukan kepadaku tentang Nabi orang ummi, apakah yang
dilakukannya?" Kami menjawab, "Beliau telah berhijrah meninggalkan
Makkah ke Yatsrib." Dia bertanya, " Apakah orang-orang Arab
memeranginya?" Kami menjawab, "Ya." Dia bertanya lagi, "Apakah yang
dilakukannya terhadap mereka?" Lalu kami beritahukan bahwa beliau
menolong orang-orang Arab yang mengikuti beliau dan mereka mematuhi
beliau." Dia bertanya, " Apakah benar demikian?" Kami menjawab,
"Benar." Dia berkata, "Ketahuilah bahwasanya Iebih baik bagi mereka
untuk mematuhinya. Dan perlu saya beritahukan kepada kalian bahwa saya
adalah Al-Masih (Ad- Dajjal), dan saya akan diizinkan keluar. yang
nantinya saya akan berkelana di muka bumi, maka tidak ada satu pun
desa melainkan saya singgahi selama empat puluh malam kecuali Makkah
dan Thaibah (Madinah), karena kedua kota ini diharamkan atas saya.
Setiap saya hendak memasuki salah satunya, saya dihadang oleh seorang
malaikat yang menghunus pedang, dan pada tiap-tiap lorongnya ada
malaikat yang menjaganya."

Fatimah berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda
sembari mencocokkan (menusukkan) tongkat kecilnya di mimbar, " inilah
Thaibah. inilah Thaibah, inilah Thaibah," yakni Madinah. "Ingatlah.
Bukankah aku telah memberi tahukan kepadamu mengenai hal itu?"
Orang-orang menjawab "ya" selanjutnya beliau bersabda, ,"Saya heran
terhadap cerita Tamim yang sesuai dengan apa yang telah saya ceritakan
kepada kalian, juga tentang kota Madinah dan Makkah. Ketahuilah bahwa
dia berada di laut Syam atau laut Yaman. Oh tidak, tetapi dia akan
datang dari arah timur... dari arah timur... dari arah timur..." dan
beliau berisyarat dengan tangan beliau menunjuk ke arah timur. Fatimah
berkata. "Maka saya hafal ini dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam." [Shahih Muslim 18: 78- 83]

Ibnu Hajar berkata, "Sebagian ulama beranggapan bahwa hadits Fatimah
binti Qais ini sebagai hadits gharib yang hanya diriwayatkan oleh
perseorangan, padahal sebenarnya tidak demikian. Hadits ini di samping
diriwayatkan dari Fatimah binti Qais juga diriwayatkan dari Abu
Hurairah, Aisyah. Dan Jabir radhiyallahu 'anhum." [Fathul-Bari 13:
328]


[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari
Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah
Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]

sumber,  http://almanhaj.or.id





------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke