Bismillahirrohmaanirrohiim.

ya Akhi,
Dalil mengusap muka selepas shalat adalah lemah.
dan melakukannya bisa dikategorikan melakukan ke-
bid'ahan.

Alhamdulillah. ada artikel dari assunnah.or.id yang
dapat menjelaskan. ana salinkan dibawah ini.

Abi Hilmy


================================================
Kelemahan Hadits-Hadits
Tentang Mengusap Muka Dengan Kedua Tangan
Sesudah Selesai Berdo'a
Abdul Hakim bin Amir Abdat 


--------------------------------------------------------------------------------
PENDAHULUAN 
Sering kita melihat diantara saudara-saudara kita
apabila telah selesai berdo'a, kemudian mereka
mengusap muka mereka dengan kedua telapak tangannya.
Mereka yang mengerjakan demikian itu, ada yang sudah
mengetahui dalilnya, tapi mereka tidak mengetahui
derajat dari dalil tersebut. Apakah sah datang dari
Nabi shallallau 'alaihi wa sallam atau tidak .? Ada
juga yang mengerjakan karena ikut-ikutan (taklid)
saja. 

Oleh karena itu jika ada orang bertanya kepada saya
(Abdul Hakim bin Amir Abdat) : "Adakah dalilnya
tentang mengusap muka dengan kedua telapak tangan
sesudah selesai berdo'a, dan bagaimana derajatnya, sah
atau tidak dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ..?
Maka saya menjawab ; "Bahwa tentang dalilnya ada
beberapa riwayat yang sampai kepada kita, tapi tidak
satupun yang sah (shahih atau hasan) datangnya dari
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam". 

Untuk itu ikutilah pembahasan saya di bawah ini,
mudah-mudahan banyak membawa manfa'at bagi
saudara-saudara. 

HADIST PERTAMA 

"Artinya : Dari Ibnu Abbas, ia berkata ; "Telah
bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
Apabila engkau meminta (berdo'a) kepada Allah, maka
hendaklah engkau berdo'a dengan kedua telapak
tanganmu, dan janganlah engkau berdo'a dengan kedua
punggungnya. Maka apabila engkau telah selesai
berdo'a, maka usaplah mukamu dengan kedua telapak
tanganmu". (Riwayat Ibnu Majah No. 1181 & 3866). 
Hadits ini derajatnya sangatlah LEMAH/DLO'IF. Karena
di sanadnya ada orang (rawi) yang bernama SHALIH BIN
HASSAN AN-NADLARY. Para ahli hadits melemahkannya
sebagaimana tersebut di bawah ini : 
Kata Imam Bukhari : Munkarul Hadits (orang yang
diingkari hadits/riwayatnya). 
Kata Imam Abu Hatim : Munkarul Hadits, Dlo'if. 
Kata Imam Ahmad bin Hambal : Tidak ada apa-apanya
(maksudnya : lemah). 
Kata Imam Nasa'i : Matruk (orang yang ditinggalkan
haditsnya). 
Kata Imam Ibnu Ma'in : Dia itu Dlo'if. 
Imam Abu Dawud telah pula melemahkannya. 
[Baca : Al-Mizanul 'Itidal jilid 2 halaman 291, 292). 

Imam Abu Dawud juga meriwayatkan dari jalan Ibnu
Abbas, tapi di sanadnya ada seorang rawi yang tidak
disebut namanya (dalam istilah ilmu hadits disebut
rawi MUBHAM). sedang Imam Abu Dawud sendiri telah
berkata : "Hadits inipun telah diriwayatkan selain
dari jalan ini, dari Muhammad bin Ka'ab al-Quradziy
(tapi) SEMUANYA LEMAH. Dan ini jalan yang semisalnya,
dan ia (hadits Ibnu Abbas) juga lemah". (Baca : Sunan
Abi Dawud No. 1485). 
HADITS KEDUA 

Telah diriwayatkan oleh Saa-ib bin Yazid dari bapaknya
(Yazid) : 

"Artinya : Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam, apabila beliau berdo'a mengangkat kedua
tangannya, (setelah selesai) beliau mengusap mukanya
dengan kedua (telapak) tangannya". (Riwayat : Imam Abu
Dawud No. 1492). 
Sanad hadits inipun sangat lemah, karena di sanadnya
ada rawi-rawi : 
IBNU LAHI'AH, seorang rawi yang lemah. 
HAFSH BIN HASYIM BIN 'UTBAH BIN ABI WAQQASH, rawi yang
tidak diketahui/dikenal (majhul). 
[Baca : Mizanul 'Itidal jilid I hal. 569]. 

HADITS KETIGA 
Telah diriwayatkan oleh Umar bin Khattab, ia berkata :


"Artinya : Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam, apabila mengangkat kedua tangannya waktu
berdo'a, beliau tidak turunkan kedua (tangannya) itu
sehingga beliau mengusap mukanya lebih dahulu dengan
kedua (telapak) tangannya". (Riwayat : Imam Tirmidzi).

Hadits ini sangat lemah, karena disanadnya ada seorang
rawi bernama HAMMAD BIN ISA AL-JUHANY. 
Dia ini telah dilemahkan oleh Imam-imam : Abu Dawud,
Abu Hatim dan Daruquthni. 
Imam Al-Hakim dan Nasa'i telah berkata : Ia telah
meriwayatkan dari Ibnu Juraij dan Ja'far Ash-Shadiq
hadits-hadits palsu. 
[Baca : Al-Mizanul 'Itidal jilid I hal. 598 dan
Tahdzibut-Tahdzib jilid III hal. 18-19] 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :
"Adapun tentang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
mengangkat kedua tangannya di waktu berdo'a, maka
sesungguhnya telah datang padanya hadits-hadits yang
shahih (lagi) banyak (jumlahnya). Sedangkan tentang
beliau mengusap mukanya dengan kedua (telapak)
tangannya (sesudah berdo'a), maka tidak ada padanya
(hadits yang shahih lagi banyak), kecuali satu-dua
hadits yang tidak dapat dijadikan hujjah (alasan
tentang bolehnya) dengan keduanya".
[Baca : Fatawa Ibnu Taimiyah jilid 22 hal. 519]. 
Saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) berkata : Bahwa
perkataan Ibnu Taimiyah tentang Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam berdo'a dengan mengangkat kedua
tangannya telah datang padanya hadits-hadits yang
shahih lagi banyak, ini memang sudah betul dan tepat.
Bahkan hadits-haditsnya dapat mencapai derajat
mutawatir karena telah diriwayatkan oleh sejumlah
sahabat. 

Di bawah ini saya akan sebutkan sahabat yang
meriwayatkannya dan Imam yang mengeluarkan haditsnya :


Oleh Abu Humaid (Riwayat Bukhari & Muslim). 
Oleh Abdullah bin Amr bin Ash (Riwayat Bukhari &
Muslim). 
Oleh Anas bin Malik (Riwayat Bukhari) tentang Nabi
berdo'a di waktu perang Khaibar dengan mengangkat
kedua tangannya. 
Oleh Abu Musa Al-Asy'ari (Riwayat Bukhari dan
lain-lain). 
Oleh Ibnu Umar (Riwayat Bukhari). 
Oleh Aisyah (Riwayat Muslim). 
Oleh Abu Hurairah (Riwayat Bukhari). 
Oleh Sa'ad bin Abi Waqqash (Riwayat Abu Dawud). 
Dan lain-lain lagi shahabat yang meriwayatkan bahwa
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ada berdo'a dengan
mengangkat kedua tangannya di berbagai tempat. Semua
riwayat di atas (yaitu : tentang Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam berdo'a mengangkat kedua tangannya)
adalah merupakan FI'IL (perbuatan) Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam. Adapun yang merupakan QAUL
(perkataan/sabda) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
ada di-riwayatkan oleh Malik bin Yasar (sahabat Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam), ia berkata : Telah
bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : 
"Artinya : Apabila kamu meminta (berdo'a) kepada
Allah, maka mintalah kepada-Nya dengan telapak tangan
kamu, dan janganlah kamu meminta kepada-nya dengan
punggung (tangan)".
(Shahih Riwayat : Abu Dawud No. 1486). 
Kata Ibnu Abbas (sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam) : 
"Artinya : Permintaan (do'a) itu, yaitu : Engkau
mengangkat kedua tanganmu setentang dengan kedua
pundakmu".
(Riwayat Abu Dawud No. 1486). 
Adapun tentang tambahan "mengusap muka dengan kedua
telapak tangan sesudah selesai berdo'a" telah kita
ketahui, semua riwayatnya sangat lemah dan tidak boleh
dijadikan alasan tentang sunatnya sebagaimana
dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Jadi yang
sunahnya itu hanya mengangkat kedua telapak tangan
waktu berdoa. 
Adalagi diriwayatkan tentang mengangkat kedua tangan
waktu berdo'a. 

"Artinya :Dari Abu Hurairah, ia berkata : Telah
bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
'Wahai sekalian manusia ! Sesungguhnya Allah itu Baik,
dan Ia tidak akan menerima kecuali yang baik. Dan
sesungguhnya Allah telah perintahkan mu'minim
sebagaimana Ia telah perintahkan Rasul, Ia berfirman :
"Wahai para Rasul !.. Makanlah dari yang baik-baik,
dan kerjakanlah amal shalih, sesungguhnya Aku dengan
apa-apa yang kamu kerjakan maha mengetahui ".
(Al-Mu'minun : 51). Dan Ia telah berfirman (pula) :
"Wahai orang-orang yang beriman !. Makanlah dari yang
baik-baik apa-apa yang Kami rizkikan kepada kamu".
(Al-Baqarah : 172). Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi
wa sallam menyebutkan tentang seseorang yang
mengadakan perjalanan jauh dengan rambut kusut-masai
dan berdebu. (orang tersebut) mengangkat kedua
tangannya ke langit (berdo'a) : Ya Rabbi ! Ya Rabbi !
(Kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam selanjutnya)
: "Sedangkan makanannya haram dan minumannya haram dan
pakaiannya haram dan diberi makan dengan yang haram,
maka bagaimana dapat dikabulkan (do'a) nya itu".
(Shahih Riwayat Muslim 3/85). 
Di hadits ini ada dalil tentang bolehnya mengangkat
kedua tangan waktu berdo'a (hukumnya sunat). Ketika
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, menceritakan
tentang seseorang yang berdo'a sambil mengangkat kedua
tangannya ke langit. Orang tersebut tidak dikabulkan
do'anya karena : Makanan, minuman, pakaiannya, dan
diberi makan dari barang yang haram atau hasil yang
haram. 
KESIMPULAN 

Tidak ada satupun hadits yang shahih tentang mengusap
muka dengan kedua telapak tangan sesudah berdo'a.
Semua hadits-haditsnya sangat dlo'if dan tidak boleh
dijadikan alasan tentang sunatnya. 
Karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam, maka mengamalkannya berarti BID'AH.

Berdo'a dengan mengangkat kedua tangan hukumnya sunat
dengan mengambil fi'il dan qaul Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam yang telah sah. 
Ada lagi kebiasaan bid'ah yang dikerjakan oleh
kebanyakan saudara-saudara kita yaitu : Mengusap muka
dengan kedua telapak tangan atau satu telapak tangan
sehabis salam dari shalat. 



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke