Assalamu'alaykumwarahmatullahiwabarakatuh

Ini, ana ada arsip dari mailing list ini, beberapa waktu yang lalu.
Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaykumwarahmatullahiwabarakatuh

Best Regards,

Haryo Prabowo [Ikhwan, 1987]

** Archive Start **

Diambil dari mailing list [email protected]

Message: 4         
   Date: Fri, 24 Jun 2005 07:59:06 -0700 (PDT)
   From: wahyuni naning <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: tanya - hadist mengusap wajah

Antum bisa search artikel ini di www.jilbab.or.id di
bagian fiqh muslimah, fiqh. Semoga bermanfaat.....


Lemahnya Hadits Mengusap Wajah Setelah Berdoa 
Written by As-Salafy   


Hadits-hadits lemah tentang mengusap muka setelah
berdo'a Banyak orang yang mengusap muka mereka setelah
melakukan sholat ataupun berdo'a. Namun benarkah
amalan itu pernah dilakukan dan dicontohkan oleh
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para
shahabatnya? Risalah ini insya Allah akan menjelaskan
tentang lemahnya hadits-hadits mengenai mengusap
wajah.

1. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika
mengangkat kedua tangannya untuk berdo'a, tidaklah
menurunkannya kecuali beliau mengusapkannya terlebih
dahulu ke mukanya.

Hadits ini lemah. Diriwayatkan oleh At Tirmidzi
(2/244), Ibnu 'Asakir (7/12/2). Dengan sanad :Hammaad
ibn 'Isa al-Juhani dari Hanzalah ibn Abi Sufyaan
al-Jamhi dari Salim ibn 'Abdullah dari bapaknya dari
'Umar ibn al-Khatthab. At Tirmidzi berkata : ''Hadits
ini gharib, kami hanya mendapatkannya dari Hammad ibn
'Isa Al Juhani. Dan dia menyendiri dalam meriwayatkan
hadits ini. Dia hanya mempunyai (meriwayatkan)
beberapa hadits saja, tapi orang-orang meriwayatkan
darinya.'' Bagaimanapun juga hadits ini lemah,
berdasarkan pada perkataannya Al Hafidh Ibnu Hajar di
dalam At Taqrib, dimana beliau menjelaskan tentang
riwayat hidupnya dalam At Tahdzib : ''Ibnu Ma'in
berkata:'Dia adalah Syaikh yang baik', Abu Hatim
berkata:'Lemah didalam (meriwayatkan) hadits', Abu
Dawud berkata:'Lemah, dia meriwayatkan hadits-hadits
munkar'. Hakim dan Naqash berkata:'Dia meriwayatkan
hadits-hadits yang tidak kuat dari Ibnu Juraij dan
Ja'far Ash Shadiq', Dia dinyatakan lemah oleh Ad
Daraquthni, Ibnu Hibban mengatakan bahwa dia
meriwayatkan sesuatu yang salah melalui jalur Ibnu
Juraij dan Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz,
tidaklah diperbolehkan untuk menjadikannya sebagai
sandaran, Ibnu Makula berkata:'mereka semua mencap
hadits-hadits dari dia sebagai hadits lemah'''.
Terdapat hadits yang sejenis dengan hadits 1:

''Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
berdo'a dan mengangkat kedua tangannya, maka beliau
mengusap wajahnya dengannya''

Hadits ini Dha'if. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1492)
dari Ibnu Lahi'ah dari Hafsh bin Hisyam bin 'Utbah bin
Abi Waqqash dari Sa'ib bin Yazid dari ayahnya. Ini
adalah hadits dha'if berdasarkan pada Hafsh bin Hisyam
karena dia tidak dikenal (majhul) dan lemahnya Ibnu
Lahi'ah (Taqribut Tahdzib). Hadits ini tidak bisa
dikuatkan oleh dua jalur hadits berdasarkan lemahnya
hadits yang pertama.

2. ''Jika kamu berdo'a kepada Allah,kemudian angkatlah
kedua tanganmu (dengan telapak tangan diatas), dan
jangan membaliknya,dan jika sudah selesai (berdo'a)
usapkan (telapak tangan) kepada muka''.

Hadits ini lemah. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1181,
3866), Ibnu Nashr dalam Qiyaamul-Lail (hal. 137),Ath
Thabarani dalam Al-Mu'jam al-Kabir (3/98/1) & Hakim
(1/536), dari Shalih ibn Hassan dari Muhammad ibn Ka'b
dari Ibnu 'Abbas radiallaahu 'anhu (marfu'). Lemahnya
hadits ini ada pada Shalih bin Hassan, Sebagai
munkarul hadits, seperti dikatakan Al Bukhari dan
Nasa'i,''Dia tertolak dalam meriwayatkan hadits'';
Ibnu Hibban berkata:''Dia selalu menggunakan
(mendengarkan) penyanyi wanita dan mendengarkan musik,
dan dia selalu meriwayatkan riwayat yang kacau yang
didasarkan pada perawi yang terpercaya''; Ibnu Abi
Hatim berkata dalam Kitabul 'Ilal (2/351):''Aku
bertanya pada ayahku (yaitu Abu Hatim al-Razi) tentang
hadits ini, kemudian beliau berkata:'Munkar'.'' Hadits
dari Shalih bin Hasan ini diriwayatkan juga oleh jalur
lain yaitu dari Isa bin Maimun, yaitu yang
meriwayatkan dari Muhammad bin Ka'ab, seperti yang
diriwayatkan oleh Ibnu Nashr. Tapi hal ini tidaklah
merubah lemahnya hadits ini, sebab Isa bin Maimun
adalah lemah. Ibnu Hibban berkata:''Dia meriwayatkan
beberapa hadits,dan semuanya tertolak''. An Nasa'i
berkata:''Dia tidak bisa dipercaya''. Hadits dari Ibnu
Abbas ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud (1485), dan
Bayhaqi (2/212), melalui jalur 'Abdul Malik ibn
Muhammad ibn Aiman dari 'Abdullah ibn Ya'qub ibn Ishaq
dari seseorang yang meriwayatkan kepadanya dari
Muhammad ibn Ka'b, dengan matan sebagai berikut :

''Mintalah kepada Allah dengan (mengangkat) kedua
telapak tanganmu,dan minta pada-Nya dengan
membaliknya, dan jika kau selesai, maka usaplah mukamu
dengannya''.

Hadits ini sanadnya dha'if. Abdul Malik dinyatakan
lemah oleh Abu Dawud. Dalam hadits ini terdapat
Syaikhnya Abdullah bin Ya'qub yang tidak disebutkan
namanya, dan tidak dikenal - Bisa saja dia adalah
Shalih Bin Hassan atau Isa bin Maimun. Keduanya sudah
dijelaskan sebelumnya. Hadits ini juga diriwayatkan
oleh Hakim (4/270) melalui jalur Muhammad ibn
Mu'awiyah, yang berkata bahwa Mashadif ibn Ziyad
al-Madini memberitahukan padanya bahwa dia mendengar
hal ini dari Muhammad ibn Ka'b al-Qurazi. Adz Dzahabi
menyatakan bahwa Ibnu Mu'awiyah dinyatakan kadzab oleh
Daraquthni, Maka hadits ini adalah maudhu'. Abu Dawud
berkata tentang hadits ini:''hadits ini telah
diriwayatkan lebih dari satu jalur melalui Muhammad
ibn Ka'b; semuanya tertolak.''

Mengangkat kedua tangan ketika melakukan qunut memang
terdapat riwayat dari Rasulullah tentangnya, yaitu
ketika beliau berdoa terhadap kaum yang membunuh 15
pembaca Al Qur'an (Riwayat Ahmad (3/137) &
AthThabarani Al-Mu'jamus-Shaghir (hal. 111) dari Anas
dengan sanad shahih. Serupa dengan yang hadits yang
diriwaytakan dari Umar dan yang lainnya ketika
melakukan qunut pada sholat Witir. Namun mengusap muka
sesudah du'a qunut maka tidaklah pernah dicontohkan
oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, tidak
juga dari para shahabatnya, ini adalah bid'ah yang
nyata. Sedangkan mengusap muka setelah berdoa diluar
sholat berdasarkan pada dua hadits. Dan tidaklah dapat
dikatakan benar kedua hadits tersebut bisa menjadi
hasan,seperti yang dikatakan oleh Al Manawi,
berdasarkan pada lemahnya sanad yang ditemukan pada
hadits tersebut. Inilah yang menjadikan alasan Imam An
Nawawi dalam Al Majmu bahwa hal ini tidak dianjurkan,
menambahkan perkataan Ibnu 'Abdus-Salaam yang berkata
bahwa ''hanya orang yang sesat yang melakukan hal
ini''.

Bukti bahwa mengusap muka setelah berdo'a tidak penah
dicontohkan adalah dikuatkan bahwa terdapat
hadits-hadits yang tsabit yang menyatakan diangkatnya
tangan untuk berdo'a, tapi tidak ada satupun yang
menjelaskan mengusap muka setelahnya, dengan hal ini,
wallahu a'lam, hal ini tidak diterima dan tidak pernah
dicontohkan. Wallahu a'lam bish shawab

Sumber : Kitab Irwa'ul Ghalil 2/178-182. Karya Syaikh
Muhammad Nashiruddin al Albani 

--- indra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Bismillaahirrohmaanirrohiim
> Assalaamu 'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh
> 
> 
> Ana mo nanya, apakah hadist yang berhubungan dengan
> mengusap wajah 
> setelah berdo'a di bawah ini shohih/tidak ya ?
> 
> Rasulullah SAW bila menjulurkan tangannya dalam doa,
> tidak 
> melepaskannya hingga beliau mengusap wajahnya.
> diriwayatkan oleh Umar 
> bin Al-Khattab ra. 
> 
> Jazakumullaahu khoir  atas jawabannya
> 
> Assalaamu 'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh,
> 
> Indra

+++++++++++++

Message: 9         
   Date: Sat, 25 Jun 2005 17:29:05 -0700
   From: "Chandraleka" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: tanya - hadist mengusap wajah

Wa'alaikum salam warahmatullah wa barakatuh....

Mungkin hadits yang dimaksud adalah hadits berikut ini.

Telah diriwayatkan oleh Umar bin Khattab ia berkata:
"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam apabila mengangkat 
kedua
tangannya waktu berdo'a, beliau tidak turunkan kedua (tangannya) itu
sehingga beliau mengusap mukanya terlebih dahulu dengan kedua 
(telapak)
tangannya."


Berkata Ust. Abdul Hakim Abdat tentang hadits ini : Sangat Lemah. 
Riwayat
Imam Tirmidzi (Abdul Hakim bin Amir Abdat, Hadits Hadits Dlaif dan 
Maudlu 1,
Darul Qalam, Jakarta, Cet. I, 2003 M, hal. 141).

Kemudian beliau (Ust. Abdul Hakim) menjelaskan bahwa sebabnya karena 
di
sanadnya ada rawi yang bernama Hammad bin Isa Al Juhany. Ia telah 
dilemahkan
oleh imam imam, Abu Dawud, Abu Hatim, dan Daruquthni. Dan juga Imam Al 
Hakim
dan Naqasy  berkata : Ia telah meriwayatkan dari Ibnu Juraij dan 
Ja'far Ash
Shadiq hadits hadits palsu. (Idem. Hal. 141).



Wassalamu'alaikum


Chandraleka
Independent IT Writer
Visit http://come.to/digitalworks
a source for computer hobbyist

** End of Archive **


--- In [email protected], "botlemp" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> assalamualaikum
> adakah dalil untuk mengusapkan kedua tangan kemuka setelah selesai 
> berdoa? mohon dijelaskan
> jazakumullah khoir






------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke