--assalamu alaikum wr ,wb ikhwan fillah, saya kagum sekali dengan pertanyaan akhi sudarmaji, pertanyaan yang sangat menggetarkan setiap umat islam, saya berani katakan begitu karena, tak lah mungkin pertanyaan yg sedemikan rupa akan terpikirkan oleh seorang hamba yang tidak sayang dan cinta kepada sang nabinya. wallohi akhi "alfu mabruk ana ucapkan buat akhi", semoga kita semua di berikan kepahaman bagaimana raanya cinta terhadap nabi, seperti yang akhi rasakan sekarang ini.
akhi...... pertanyaan akhi ttg, apakah perbedaaan budaya dan sunnah nabi,?. perti yang pernah saya pelajari di bangku kuliah, alhamdulillah ana sekarang masih tercatat sebagai mahasiswa fakultas teologi, al azhar cairo, ingin mencoba berbagi pengalamn, ttg budaya arab yang tentunya kalau tidah langsung hidup bersama dengan arab kita tak akan tahu, bagaimana sebenarnya kebiasaan dan kebudayaan mereka. Budaya arab dengan sunnah nabi, sangat lah jauh berbeda. karena asal usul sebuah budaya tidaklah timbul karena adanya nabi di lahirkan, budaya tersebut sudah ada tahunan, bahkan ratuan tahun silam, hingga datang lah nabi dengan menghdapi budaya seperti itu. jadi budaya yang datang seblum nabi lahir, dan nabi tidak merubahnya dengan hadisnya ataupun nash2 alqurn, maka sedemikian itu bukanlah syariat islam, yang tidaklah wajib bagi diri kita untk mengikutinya. sebuah budaya boleh jadi dikatakan "baik dan sopan" di suatu daerah seperti yang telah akhi contohkan, bisa juga menjdi suatu yang "tabu" di daerah lain. hal ini timbul akibat perbedaan kebiasaan nenek moyang kita, dan perbedaan dalam berpikir mereka. contoh budaya yg akhi contohkan, bagaimana sebaiknya sikap kita sebagai umat muhammad, dalam tatacara makan, apakah kita harus meninggalkan sendok di kala makan...? dengan selau menggunakan jari2 kita < jari manis telunjuk dan ibu jari > dalam mengambil makanan kita...? hal itu terjadi di karenakan bahan makanan kita ekarang dengan makanan di jaman nabi, sangatlah jauh berbeda. misalkan orang2 arab biasanaya memakan tidak memakai nasi sebagai bahan pokok mereka, tidak seprti kita di indoneia. mereka makan "iiiis" ia adlh akanana seperti roti, yang tak memungkinkan memakannya dengan menggunakan sendok, karena hanya bisa di sobek dengan tangan. coba kita bayangkan kalo nasi yang kita makan tidak menggunakan sendok <hanya menggunakan 3 jari seperti yang telah di lakukan rosul> sungguh lama sekali kita menghabiskan makanan kita.. dan hal ini akan sangat membuang waktu kita, sedangkan menyia2 kan waktu adalah hal yang tidk di syariatkan dan di ajarkan oleh islam. hal itu dpt kita lihat di nash 2 alquran dan hadits nabi. innal mubaddzirin ikhwanassayaa thin...... begitu pula kita menyikapi masalah azan. bia kita kiyaskan dengan cara makan tadi. azan yang di jalankan di negeri arab sudah tidak lagi menggunakan menara ebagai tempat untuk mengumandangkan azan. sebagaimana menurut kitab "tarikh tasyri'" kitab yg mebahas ttg sejarah pensyariatan sebuah hukum, dan berbagai kitab hadi tetg asbabul wurd..... azan sengaja di kumandangkan adalah untuk mengumpulkan muslimin untuk berkumpul dalam suatu tempat yg ekarang di kenal dengan masjd, guna melakukan sholat dan mengadakan muyawarah penting. yng hal itu gk mungkin bia maksimal jika tidak menggunakan menara yang tinggi. di jaman sekarang tujuan tersebut bisa di penuhi dengana adanya pembesar suara pembesar. sekian dulu alam dari ana, kaau ada yang tidak pa ana minta teguran sapa dari ikhwan semulim, karena ana juga maih dalam tahap belajar, wassalam,,,,,,ila liqo' - In [email protected], "Sudarmaji" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ass. Wr. Wb, > > Ikhwah fillah, ana ingin tanggapan mengenai pemahaman ummat atas > Sunnah dan Budaya yang berlaku pada zaman nabi dan zaman kita > sekarang. Misalnya: > > 1. Cara makan bersama dalam satu wadah dengan menggunakan tangan > dan tidak menyisakan makanan walau sedikitpun (dengan cara > menjilat sisa makanan di tangan). Ketika itu Rasul mengajarkan > cara makan demikian pada orang-orang Arab pedalaman (Badui) karena > cara ini bagi mereka adalah cara yang sopan. Ketika saat ini hal > tersebut sangat jarang dilakukan sebagian besar ummat ini karena > memakai sendok dsbnya dianggap lebih sopan dan sehat. Apakah dengan > cara memakai alat makan ini bisa dikatakan tidak mengikuti Sunnah > Rasul sekalipun dilakukan tetap dengan tidak menyisakan sedikitpun > makanan karena adanya berkah pada makanan yang sisa? Bagaimana > kalau seandainya pada zaman Rasul sudah ada alat makan seperti > sendok, apakah tentunya Rasul mengajarkan dengan pakai sendok? Yang > mana sunnah Rasul yang murni dan mana yang bagian budaya, apakah > mengikuti cara makannya atau hakekatnya yakni tidak menyisakan > makanan yang bersisa karena adanya berkah pada makanan itu? > > 2. Hal yang sama tentang cara azan. Dahulu azan dilakukan di luar > masjid dan di menara dengan tujuan agar dapat didengar oleh > masyarakat luas mengingat saat itu belum ada alat pengeras suara, > namun kini dilakukan di dalam masjid dengan menggunakan alat > pengeras suara. Apakah cara sekarang merupakan bida'h? Masih ada > beberapa ummat ini kini menyarankan azan dilakukan di luar masjid. > Apakah ini sesuai dengan hakekat tujuan azan yang disunnahkan Rasul? > > Wassalamualaikum wr.Wb > > Sudarmaji ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
