>From: "mpadlis" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Wed Aug 3, 2005  4:32 pm
>Subject: Tanya : Hukum bekerja di luar negeri ?
>Assalaamu 'alaikum,
>Mohon informasi dari ikhwan wa akhawat yang mengetahui fatwa atau
>dalil hukum bekerja di luar negeri (mayoritas non islam seperti :
>AS,Afsel,Rusia,dll). Baik yang status kerjanya permanen/menetap
>maupun tidak.
>Sebagai informasi, banyak pekerja muslim yang mencari rezki di
>negeri2 tsb di industri2 besar sebagai pekerja kontrak. Misalnya : 1
>tahun di Rusia kemudian ke Kazakhstan 6 bulan dst berkeliling dunia.
>Biasanya mereka melakukan ini selama 3-5 tahun kemudian balik ke
>tanah air dan berdagang.
>Bolehkah perjalanan/safar yang seperti ini dan apakah dapat
>dikategorikan sebagai perjalanan bisnis ? dapatkah di-qiyaskan 
>dengan aktifitas perdagangan kaum muslimin di masa atba'ut tabi'in 
>yang berdagang ke negeri2 jauh semisal Indochina 
>(Indonesia,Malaysia), Gujarat, dll yang pada masa itu masih dikenal 
>sebagai negeri syirik ?

Bepergian ke luar negeri (negara Kafir) mengandung bahaya besar, apakah itu 
bepergiannya untuk belajar, berdagang, bekerja, wisata dan lainnya. Dibawah 
ini aka saya salinkan nasihat dari situs http://www.almanhaj.or.id mengenai 
hukum bepergian ke negara kafir.

BEPERGIAN KE NEGARA KAFIR

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum bepergian ke 
negara kafir ? Dan apa hukum bepergian untuk maksud wisata ?

Jawaban.
Tidak boleh bepergian ke negara kafir kecuali dengan tiga syarat.

Syarat Pertama :
Memiliki ilmu yang dapat membantah keraguan

Syarat Kedua :
Memiliki pondasi agama yang kuat yang bisa melindunginya dari dorongan 
syahwat

Syarat Ketiga :
Membutuhkan kepergian tersebut.

Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, maka ia tidak boleh bepergian ke 
negara kafir karena bisa menimbulkan fitnah atau dikhawatirkan akan terkena 
fitnah, disamping hal ini merupakan penyia-nyiaan harta, karena pada 
perjalanan semacam ini biasanya seseorang mengeluarkan banyak uang, di 
samping hal ini malah menyuburkan perkenomian kaum kuffar.

Tapi jika ia memang memerlukannya, misalnya untuk berobat atau menuntut ilmu 
yang tidak tersedia di negaranya, sementara ia pun telah memiliki ilmu dan 
agama yang kuat sebagaimana kriteria yang kami sebutkan, maka tidak apa-apa.

Adapun bepergian untuk tujuan wisata ke negara-negara kafir, itu tidak 
perlu, karena ia masih bisa pergi ke negara-negara Islam yang memelihara 
penduduknya dengan symbol-simbol Islam. Negara kita ini, alhamdulillah, kini 
telah menjadi negara wisata di beberapa wilayahnya. Dengan begitu ia bisa 
bepergian ke sana dan menghabiskan masa liburnya di sana. [Al-Majmu 
Ats-Tsamin, Juz I, hal 49-50, Syaikh Ibnu Utsaimin]

BEPERGIAN KE NEGARA-NEGARA NON ISLAM

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Banyak orang yang bepergian ke luar 
negeri non Islam yang tidak memperdulikan perbuatan-perbuatan maksiat, 
terutama mereka yang bepergian untuk merayakan bulan madu. Saya mohon 
perkenan Syaikh yang mulia untuk berkenan memberikan nasehat kepada 
anak-anak dan saudara-saudara kaum muslimin serta para pengusaha untuk 
memperhatikan masalah ini.

Jawaban.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa 
dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya serta mereka 
yang meniti petunjuknya. Amma ba’du.

Tidak diragukan lagi bahwa bepergian ke negeri kafir mengandung bahaya 
besar, tidak hanya untuk saat pernikahan, atau yang disebut dengan istilah 
bulan madu, tapi juga untuk saat-saat lainnya. Seharusnya seorang mukmin 
bertaqwa kepada Allah dan mewaspadai faktor-faktor yang bisa menimbulkan 
marabahaya. Bepergian ke negara-negara yang menganut faham kebebasan mutlak 
dan yang tidak ada pengingkaran terhadap prilaku kemungkaran, mengandung 
bahaya besar yang mengancam agama dan moralnya, termasuk juga terhadap agama 
isterinya jika turut serta bersamanya.

Maka seharusnya semua pemuda kita dan semua saudara kita, tidak bepergian ke 
sana dan memalingkan angan-angan dari itu serta tetap tinggal di negeri 
mereka saat pernikahan dan lainnya. Mudah-mudahan dengan begitu Allah 
melindungi mereka dari keburukan bisikan-bisikan syetan.

Bepergian ke negara-negara yang banyak kekufuran, kesesatan, kebebasan dan 
merajalelanya kerusakan, seperti ; perzinaan, minum khamr dan berbagai macam 
kekufuran dan kesesatan lainnya, mengandung bahaya yang besar baik terhadap 
laki-laki maupun perempuan. Berapa banyak orang shalih yang bepergian ke 
sana lalu kembali menjadi orang yang rusak. Berapa banyak orang muslim yang 
kembali telah menjadi seorang kafir. Bahayanya bepergian yang demikian ini 
sungguh sangat besar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

“Artinya : Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di 
tengah-tengah kaum musyrikin” [Hadits Riwayat Abu Dawud dalam Al-Jihad 2645, 
At-Tumudzi dalam As-Sair 1604, An-Nasa’i dalam Al-Qasamah 8/36]

Dalam hadits lain beliau bersabda.

“Artinya : Allah tidak akan menerima amal dari seorang musyrik yang berbuat 
syirik setelah sebelumnya memeluk Islam sehingga ia memisahkan diri dari 
kaum musyrikin dan kembali kepada kaum muslimin” [Hadits Riwayat An-Nasa’i 
dalam Az-Zakah 5/83, Ibnu Majah dalam Al-Hudud 2536, Ahmad 5/504]

Maksud ‘sehingga ia memisahkan diri dari kaum musyrikin’ adalah, bahwa 
seharusnya ia waspada untuk tidak bepergian ke negara-negara mereka, tidak 
hanya pada saat bulan madu saja, tapi juga di saat-saat lainnya.
Para ahli ilmu telah menyatakan hal ini dengan jelas dan memperingatkannya. 
Sungguh, kecuali seseorang yang memiliki ilmu yang mantap yang boleh pergi 
ke sana untuk menyerukan dakwah ke jalan Allah dan mengeluarkan manusia dari 
kegelapan ke jalan yang terang benderang, menjelaskan kebaikan-kebaikan 
Islam kepada mereka, mengajari kaum muslimin tentang hukum-hukum agama 
mereka yang disertai dengan membimbing dan membina mereka dengan berbagai 
kebaikan.

Orang seperti itu, mudah-mudahan mendapat balasan pahala dan kebaikan yang 
besar. Biasanya, bagi orang yang seperti itu tidak membahayakannya karena ia 
telah memiliki ilmu, ketakwaan dan hujjah yang mantap. Tapi jika ia 
mengkhawatirkan terjadinya bencana terhadap agamanya, maka ia tidak boleh 
bepergian ke negera kaum musyrikin, hal ini untuk menjaga agamanya dan untuk 
menyelamatkan diri dari sebab-sebab yang bisa menimbulkan bencana dan 
kemurtadan. Adapun bepergian karena dorongan kecenderungan hawa nafsu, tentu 
mengandung bahaya besar dan akibat yang mengerikan serta bertentangan dengan 
hadits-hadits shahih yang sebagiannya telah kami tuturkan tadi.

Semoga Allah memberikan keselamatan kepada kita. Begitu pula bepergian ke 
negara musyrik untuk tujuan wisata, berniaga, mengunjungi seseorang atau 
lainnya, semua itu tidak boleh, karena mengandung bahaya besar dan 
bertentangan dengan sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang 
melarangnya.

Maka nasehat saya untuk setiap muslim, hendaklah tidak bepergian ke 
negara-negara kafir dan negara yang menganut faham kebebasan mutlak serta 
membiarkan kerusakan dan tidak dipedulikannya kemungkaran, hendaknya tetap 
tinggal di negerinya sediri yang banyak mengandung keselamatan dan sedikit 
kemungkarannya, karena yang demikian ini lebih baik dan lebih selamat 
baginya serta lebih menjaga agamanya.

Hanya Allah-lah yang kuasa memberi petunjuk ke jalan yang benar.

[Fatawa Syaikh Ibnu Baz, Juz 3, hal 1066]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min 
Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, hal 
347-349 Darul Haq]
sumber http://www.almanhaj.or.id

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hua3th8/M=364397.6958316.7892810.4764722/D=groups/S=1705076179:TM/Y=YAHOO/EXP=1123660235/A=2915264/R=0/SIG=11t7isiiv/*http://us.rd.yahoo.com/evt=34443/*http://www.yahoo.com/r/hs";>Get
 fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home 
page</a></font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke