--- NC3P <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamua'alaikum
> 
> Dear All
> Saya ingin bertanya tentang sejarah salafi kepada
> akhwan sekalian, bilamana akhwan tahu mohon di
> berikan pencerahan kepada saya.mohon juga di berikan
> sumber rujukan sejarahnya.
> 
> 1. Apa Benar Gerakan Salafiyyah dengan dakhwah
> salafinya adalah gerakan yang asal mulanya
> dilahirkan dan dikembangkan oleh Syeikh Muhammad bin
> Abdul Wahhab ?
> 2. adakah yang melambungkan gerakan salafiyyah
> dengan dakhwah salafinya, sebelum munculnya Syeikh
> Muhammad bin Abdul Wahhab ?
> 3. Dimanakah saya bisa menemukan perihal sejarah
> munculnya gerakan salafi ?
> 
> Terimakasih atas bantuannya
> 
> Wassalam
> ncep


Assalamu 'alaikum warah matullahi wabarakatuh. memenuhi permintaan saudara 
tentang hakekat da'wah salafiyyah, maka Alhamdulillah pada kesempatan ini saya 
bisa menukilkan apa yang ditulis oleh Syaikh Salim Al Hilali, tentang ;

MENGAPA HARUS SALAF ?

Upaya penyaringan terhadap segala hal yang bukan berasal dari ajaran Islam, 
baik dalam hal Aqidah, Ahkam (hukum) maupun Akhlaq, selayaknya terus dilakukan, 
agar Islam kembali bersih berseri, murni dalam naungan risalah sebagaimana 
risalah yang telah diturunkan kepada Muhammad Shalallahu 'alaihi wa Sallam dan 
diajarkan pada Sahabatnya, yang diteruskan oleh pengikutnya hingga hari kiamat. 
Upaya penyaringan terhadap segala hal yang bukan berasal dari ajaran Islam, 
baik dalam hal Aqidah, Ahkam (hukum) maupun Akhlaq, selayaknya terus dilakukan, 
agar Islam kembali bersih berseri, murni dalam naungan risalah sebagaimana 
risalah yang telah diturunkan kepada Muhammad Shalallahu 'alaihi wa Sallam dan 
diajarkan pada Sahabatnya, yang diteruskan oleh pengikutnya hingga hari kiamat. 
Maka untuk tujuan tersebut, maka perlu digencarkan pendidikan atas generasi 
muslim dengan Islam yang murni dengan Tarbiyah Imaniyyah (pendidikan keimanan), 
sehingga membekas di lubuk hati para kader Islam. Maka disinilah peran Dakwah 
Salafiyyah, yang berpegang dengan pemahaman Rasulullah beserta Sahabatnya, yang 
terus berupaya menegakkan tonggak Islam di atas tonggak yang mengokohkan Islam 
di masa lalu.
Menjadi suatu keharusan mutlak bagi setiap Muslim, yang menginginkan kesuksesan 
dan merindukan kehidupan yang mulia, serta kemenangan di dunia dan di akhirat, 
bahwa dalam memahami Al Qur'an dan As Sunnah yang shahih harus dengan pemahaman 
Muslimin yang terbaik (Salaful Ummah) yaitu para Sahabat Rasulullah dan Tabi'in 
(murid Sahabat), serta siapapun yang mengikuti jalan mereka dengan baik hingga 
hari kiamat.
Dipilihnya metode ini, karena tidak dapat dibandingkan (dengan siapaun, selain 
dengan Rasulullah) kelurusan, kebenarannya, dalam fikrah, pemahaman dan manhaj 
yang lebih benar dan lebih lurus dibanding pemahaman dan manhaj Salafus Shalih 
(jalannya para Salaf yakni Sahabat Rasulullah, Tabi'in dan Pengikutnya, yang 
Shalih hingga hari kiamat). 
Oleh karena itu, tidak akan pernah bisa baik kehidupan umat yang akhir ini 
kecuali dengan apa yang telah menjadikan baik generasi awal. 
Apabila kita teliti dengan seksama dalil-dalil dari Al Qur'an maupun As Sunnah 
serta ijma' dan qiyas maka bisa disimpulkan dari dalil-dalil tersebut tentang 
wajibnya memahami Al Qur'an dan As Sunnah dalam bimbingan manhaj Salafus 
Sholih, karena itu merupakan pemahaman yang disepakati kebenarannya sepanjang 
abad perjalanan dakwah ini.
Maka itu tidak dibenarkan bagi siapa saja, setinggi apapun kedudukannya, 
memahami Islam ini selain pemahaman Salafus Sholih (pemahamannya dapat dilihat 
di tafsir Al Quran karya para Sahabat, penjelasan hadits dalam kitab-kitab 
Hadist dan tulisan-tulisan para Sahabat & pengikutnya). Dan siapapun juga yang 
membenci pemahaman Salaf lalu menggantinya dengan bid'ah-bid'ah orang 
belakangan (orang-orang sesudah generasi Salaf ) yang diracuni dengan berbagai 
pemahaman yang membahayakan dan yang tidak selamat dari pemahaman asing, akan 
mengakibatkan tercerai-berainya kamu muslimin. 
Sesungguhnya Salafus Shalih Radiyallahu anhum telah nyata kebaikan mereka baik 
dalam nash maupun istinbat, Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 100. 
"Dan generasi yang terdahulu dan pertama-tama (masuk Islam) diantara kaum 
Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah 
telah ridha kepada mereka (Muhajirin & Anshar = Sahabat/Salafus Sholih) dan 
mereka ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang 
mengalir sungai-sungai di dalamnya mereka kekal didalamnya selama-lamanya. 
Itulah kemenangan yang agung. Dengan dalil ayat ini (QS At Taubah 100) dapat 
diambil pemahaman bahwa Allah Sang Pencipta telah memuji terhadap mereka yang 
mengikuti kepada sebaik-baik manusia. Telah diketahui bahwa apabila sebaik-baik 
manusia itu mengatakan suatu perkataan, kemudian ada seseorang yang mengikuti 
mereka, maka dia wajib untuk mendapatkan pujian dan berhak untuk mendapatkan 
keridhaan.
Kalau seandainnya sikap ittiba' mereka tidak membedakan dengan selain mereka 
(yang tidak ittiba') maka dia tidaklah berhak mendapatkan pujian dan keridhaan. 
Siapakah sebaik-baik manusia itu? Mereka adalah para shahabat dan orang-orang 
yang mengikuti mereka dengan baik, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an surat 
Al Bayyinah : 7 "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih 
merekalah sebaik-baik manusia". Allah berfirman dalam surat Ali Imran : 110 : 
"Kalian adalah umat terbaik yang telah ditampilkan untuk manusia, kalian telah 
beramar makruf dan bernahi munkar dan beriman kepada Allah". 

Dari sini kita mendapatkan petunjuk bahwa Allah telah memuji dan menyatakan 
keutamaan mereka (Sahabat) atas segala umat, dan apabila ingin dipuji ALLAH 
juga, maka ummat ini harus istiqamah dalam segala hal mengikuti Salafus Sholih. 
Disamping itu Salafus Sholih sesungguhnya memang tidak pernah menyimpang dari 
cahaya (petunjuk Ilmu Al Quran dan Sunnah) yang terang benderang (Al Haq) ini. 
Maka jika ada yang berkata : "Ini (gelar sebaik-baik umat, pen.) bersifat umum 
dalam umat ini, tidak hanya terbatas pada generasi Sahabat saja," saya katakan 
bahwa mereka (para sahabat) adalah obyek pembicaraan yang pertama, dan orang 
yang mengikuti mereka dengan baik tidak masuk dalam pembicaraan ayat diatas, 
kecuali kalau ada penjelasan dengan qiyas atau dalil lain sebagaimana dalam 
dalil pertama. 

Secara umum dan ini yang benar, Sahabat adalah yang pertama kali masuk dalam 
obyek pembicaraan karena merekalah yang pertama kali mengambil ilmu dan amal 
langsung dari Rasullullah Shalallahu 'alaihi wa salam tanpa perantara, dan 
merekalah yang mendapat kabar gembira dengan wahyu ini. 

Oleh karena itu, merekalah yang paling pertama masuk dalam pembicaraan ayat ini 
dibanding yang lain disebabkan sifat-sifat yang telah diberikan kecuali kepada 
mereka (para Sahabat). Pun kecocokan sifat dengan pensifatan Allah adalah 
merupakan bukti bahwa mereka lebih berhak mendapatkan pujian dari pada yang 
lain. 

Sabda Rasullullah Shalallahu 'alaihi wa salam : "Sebaik-baik manusia adalah 
generasiku (generasi Rasulullah & Shahabat), kemudian orang-orang sesudah 
mereka (Tabi'in) kemudian orang-orang sesudah mereka (Tabi'ut Tabi'in.). 
Sesudah itu akan datang kaum yang kesaksian mereka mendahului sumpahnya dan 
sumpahnya mendahului kesaksiannya." (HR. Bukhari IV/189, Muslim VII/184-185, 
Ahmad I/424 dll). Apakah kebaikan yang ditetapkan kepada para Sahabat yang 
dimaksudkan adalah dalam hal bentuk mereka? Atau jasad mereka, harta mereka, 
tempat tinggal mereka, atau ?? Tidak diragukan lagi bagi orang yang memiliki 
akal yang sempurna, memahami Al Qur'an dan As Sunnah dengan benar, bahwa bukan 
itu semua yang dimaksudkan disini, sama sekali bukan. 

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam tidaklah berbicara dengan hawa nafsunya. 
Apa saja yang berasal darinya adalah Ar-Rusyd (Al Haq) dan Al Huda (petunjuk). 
Para sahabat semuanya adil (jujur). Mereka tidak berbicara kecuali dengan jujur 
dan tidak beramal kecuali dengan haq. Demikian para sahabat. Mengikuti mereka 
akan memberi keselamatan dari kegelapan syahwat (kebrutalan hawa nafsu) dan 
subhat (bahaya pengaburan), dan siapapun yang berpaling dari pemahaman para 
sahabat maka dia berada dalam kesesatan dimana kegelapan demi kegelapan semakin 
melilitnya sehingga kalau dia mengulurkan tangannya hampir tidak akan terlihat. 
Dengan pemahaman sahabat, kita membentengi Al Qur'an dan As Sunnah dari 
berbagai bid'ah setan dari jenis manusia ataupun jin. Mereka hanya menginginkan 
timbulnya fitnah dan menghendaki takwilnya untuk merusak apa yang dimaksudkan 
Allah dan Rasul-Nya. Maka pemahaman sahabat radhiallahu anhum adalah benteng 
dari segala keburukan dan benteng dari sebab-sebab yang menimbulkannya. Kalau 
pemahaman para sahabat tidak bisa dijadikan hujjah maka mustahil pemahaman 
generasi setelah para sahabat menjaga pemahaman para sahabat dan menjadi 
benteng baginya. Apabila pengkhususan dan pembatasan ini ditolak yaitu wajibnya 
memahami Al Qur'an dan as Sunnah yang shahih dengan pemahamannya ' maka akan 
semakin jauhlah seorang muslim dari "kebenaran yang mutlak," dan (yang lebih 
buruk lagi) berbagai firqah dan partai akan menjadi terhalang untuk kembali ke 
jalan yang benar. 

Sesungguhnya Al Qur'an dan As Sunnah adalah merupakan penangkal berbagai 
pemahaman yang menyimpang seperti : Mu'tazilah, Murji'ah, Jahmiyyah, Syi'ah, 
Tasawwuf/Sufi, Khawarij, Bathiniyyah, dan selain mereka, maka tidak boleh tidak 
harus ada pemisahan.
Wallahu a'lam
-------------

Muidah2an Allah menunjuki kita semua di atas manhaj ahlussunnah yaitu di atas 
manhaj salafyyah (manhaj Rasulullah dan para sahabanya serta orang2 yang 
mengikuti mereka dengan baik), Amiiin......

Dari saudaramu

Hamba Allah



-------------
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke