Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
 
Ayyuhal ikhwah fiddin, semoga kita semua mendapat karunia kekuatan 
untuk tetap tegak dan tegar dalam Sunnah dengan kesabaran yang 
penuh, amin.
 
Ana katakan, salut terhadap cara apa yang ditindak oleh akhi Ahmad 
Ridha dalam menyampaikan risalah yang benar.  Semoga Allah subhana 
wata'ala selalu memberikan antum  kekuatan dan kesabaran.
 
Wallaahu 'alam, sejujurnya ana baru mengetahui akhlaq yang agung 
yang datangnya dari sumber yang hakiki para salafush-shalih dengan 
berdiskusi dalam majelis plus dengan membaca buku-buku salaf semampu 
mungkin.  Sungguh sangat mendinginkan dan mententramkan hati ana 
dalam beragama, jazakallah khairan katsiran kepada antum semua.
 
Sedikit buat akhi Ahmad Ridha, ana ada usul kalau antum tidak 
keberatan.  Diwaktu khatib menanyakan siapakah yang melemahkannya 
dan antum menjawabnya tapi sedikit ragu.  

Tapi alangkah baiknya kalau antum berusaha meminta kemudahan untuk 
saling berhubungan baik dengan email address, alamat kantor, no. 
tilpun atau apa saja sehingga bisa untuk menghubungi guna memberikan 
informasi tambahan dari sumber-sumber yang lengkap dan ilmiah.  
 
Dengan cara demikian insya-Allah da'wah antum bisa membuahkan hasil 
yang jelas, apakah beliau mau menerima kebenaran (semoga Allah 
membukakan hatinya) atau menolaknya.  Kalaulah beliau menolak maka 
selesailah tugas antum, dan semoga Allah azza wajall mengaruniakan 
antum pahala yang tak terkira, amin.
 
Afwan ya akhi, bila antum sudah menjalankannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabaraktuh,
ahmad sibil ibnu alkherid.
 

Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bismillahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Siang tadi ana shalat Jum'at di masjid al-Istiqomah (basement Telkom 
Divre 2, Jl. Gatot Subroto, Jakarta). Khatib membawakan khutbah 
dengan tema birrul walidain dan di dalamnya ia menyebutkan kisah 
yang mirip dengan kisah Alqamah, yakni tentang pemuda yang kesulitan 
menyebutkan syahadah saat sakaratul maut dan ternyata ia pernah 
memukul ibunya; ibunya tidak mau memaafkan dia lantas Rasulullah 
mengatakan akan membakar pemuda itu). Ana langsung teringat kisah 
Alqamah.

Setelah shalat, ana menjumpai Khatib tersebut sedang sendirian dan 
ana dekati untuk menanyakan tentang kisah itu. Ana sampaikan bahwa 
setahu ana kisah Alqamah itu adalah lemah. Beliau lalu mengatakan 
bahwa dirinya adalah seorang ahli hadits (kalau ana tidak salah 
dengar, magisternya di bidang hadits). Beliau juga membantah bahwa 
kisah itu adalah kisah Alqamah. Menurut beliau, kisah itu 
diriwayatkan ath-Thabrani dan derajatnya hasan (kisah Alqamah juga 
diriwayatkan oleh ath-Thabrani).

..del..

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke