SYARAT TINGGAL DI NEGRI KAFIR

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Bagian Terakhir dari Tiga Tulisan [3/3]


Bagi pelajar yang ingin tinggal di negeri kafir, di samping memenuhi dua 
syarat yang sudah disebutkan di atas, ia harus memenuhi syarat-syarat di 
bawah ini.

Pertama.
Seorang yang hendak belajar memiliki kematangan berfikir, bisa memisahkan 
antara yang bermanfaat dan yang mudharat serta berwawasan jauh ke depan. 
Adapun pengiriman para pemuda belia yang masih dangkal pemikirannya, maka 
hal itu sangat berbahaya bagi aqidah, akhlaq, dan moral mereka, juga 
berbahaya bagi umat Islam. Di saat mereka pulang ke negerinya, mereka akan 
menyebarkan racun pemikiran yang mereka ambil dari orang-orang kafir, 
seperti telah banyak kita saksikan. Para pelajar yang dikirim ke negeri 
kafir itu berubah sekembali mereka ke negeri masing-masing. Mereka pulang 
dalam keadaan rusak agama, akhlaq, moral serta pemikirannya, hal yang sangat 
berbahaya bagi diri mereka sendiri serta masyarakat. Itulah yang kita 
saksikan secara nyata dan riil. Pengiriman para pelajar seperti mereka ke 
negeri kafir bagaikan kita menyajikan daging segar kepada anjing yang lagi 
kelaparan.

Kedua.
Seorang yang mau belajar hendaknya memiliki ilmu syari'at yang cukup, agar 
ia mampu membedakan antara yang benar dengan yang batil, mampu mencerna dan 
menghindar dari kebatilan agar ia tidak tertipu olehnya sehingga menyangka 
bahwa hal tersebut benar, atau merasa ragu dan kabur, atau tidak mampu 
melawan kebatilan tersebut akhirnya menjadi bimbang atau hanyut oleh arus 
kebatilan.

Dalam sebuah do'a disebutkan :

"Artinya : Ya Allah perlihatkan kepadaku kebenaran sebagai suatu yang benar 
lalu berikan kepadaku kekuatan untuk mengikutnya, dan perlihatkanlah 
kepadaku kebatilan sebagai yang batil dan berikan padaku kekuatan untuk 
menghindarinya dan janganlah Engkau kaburkan sehingga saya tersesat".

Ketiga.
Hendaknya seseorang yang mau belajar memiliki agama yang kuat sehingga bisa 
membentengi diri dari kekufuran dan kefasikan. Sebab orang yang lemah 
agamanya tidak mungkin selamat untuk tinggal di negeri kafir tersebut, 
kecuali yang dikehendaki Allah. Hal itu dikarenakan kuatnya serangan dan 
pengaruh, sementara yang bersangkutan tidak mampu mengadakan perlawanan. 
Banyak sekali hal-hal yang menimbulkan kekafiran dan kefasikan. Jika orang 
tersebut lemah agamanya, tidak memiliki kekuatan untuk melawan pengaruh 
tersebut, maka dengan mudah kekufuran mempengaruhinya.

Keempat.
Ia belajar untuk mengkaji ilmu yang sangat bermanfaat bagi umat Islam yang 
tidak ditemukan di sekolah-sekolah dalam negeri mereka. Jika ilmu tersebut 
kurang bermanfaat bagi umat Islam atau bisa di dapat di sekolah-sekolah 
dalam negeri mereka, maka tidak diperbolehkan tinggal di negeri tersebut 
untuk tujuan belajar. Karena hal itu sangat berbahaya bagi agama, akhlaq, 
dan moral mereka. Juga hanya menghambur-hamburkan harta saja dengan tidak 
ada gunanya.

Kelima.
Ia tinggal di negeri kafir untuk selamanya sebagai penduduk asli, ini lebih 
bahaya dari sebelumnya, karena kerusakan akibat berbaur dengan orang-orang 
kafir. Sebagai warga negara yang disiplin ia harus mampu hidup bersama-sama 
dengan anggota masyarakat secara harmonis, saling mencintai dan tolong 
menolong di antara sesama. Ia juga memperbanyak penduduk negara kafir. Ia 
terpengaruh dengan adat kebiasaan orang kafir dalam mendidik dan mengarahkan 
keluarganya yang mungkin akan mengikuti aqidah dan cara ibadahnya.

Oleh karena itu Nabi bersabda : "Barangsiapa berkumpul dan tinggal bersama 
orang musyrik, maka ia akan seperti mereka" [1]. Hadits ini walaupun dha'if 
dalam sanad-nya tapi isinya perlu mendapat perhatian. Karena kenyataan 
berbicara, orang yang tinggal di suatu tempat dipaksa untuk menyesuaikan 
diri.

Dari Qais bin Abi Hazim, dari Jarir bin Abdullah sesungguhnya Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Saya berlepas diri dari seorang 
muslim yang tinggal bersama-sama dengan orang-orang musyrik" Mereka bertanya 
: "Kenapa wahai Rasulullah ?" Beliau menjawab : "Tidak boleh saling terlihat 
api keduanya"[2]. Hadits ini di riwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi dan 
kebanyakan para perawi meriwayatkan hadits ini secara mursal dari jalan Qais 
bin Abi Hazim dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tirmidzi berkata : 
"Saya mendengar Muhammad (yang dimaksud Al-Bukhari) berkata bahwa hadits 
Qais dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam diriwayatkan secara mursal".

Bagaimana seorang muslim merasa tenang hidup dan bertempat tinggal di negeri 
kafir yang secara terang-terangan syi'ar kekafiran itu dikumandangkan dan 
hukum yang diterapkan adalah hukum thagut yang memusuhi hukum Allah dan 
RasulNya, semua itu ia lihat dan ia dengar dengan perasaan rela. Ia merasa 
tentram tinggal di negeri tersebut layaknya hidup di negeri kaum muslimin 
dengan keluarganya, padahal ini sangat berbahaya bagi agama dan akhlak 
keluarga serta anak-anak mereka.

Demikianlah yang bisa saya paparkan tentang hukum tinggal di negeri kafir. 
Saya mohon kepada Allah agar penjelasan saya ini sesuai dengan kebenaran.

[Disalin dari buku Syrhu Tsalatsatil Ushul, edisi Indonesia Penjelasan Kitab 
Tiga Landasan Utama, oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin terbitan 
Darul Haq hal 228-231, penerjemah Zainal Abidin Syamsudin, Ainul Haris 
Arifin]
_________
Foote Note.
[1]. Diriwayatkan oleh Abu Daud, Kitabul Jihad, bab "Tinggal di Negeri 
Orang-Orang Musyrik
[2]. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Kitabul Jihad, bab "Larangan Membunuh 
Orang yang Menyelamatkan Diri Dari Bersujud", dan At-Tirmidzi, Kitabus Siar, 
bab "Makruhnya Tinggal Di Antara Orang-Orang Musyrik"
sumber http://www.almanhaj.or.id

_________________________________________________________________
Don't just search. Find. Check out the new MSN Search! 
http://search.msn.click-url.com/go/onm00200636ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke