Judul Asli: Berpulangnya Penjaga Dua Kota Suci Yang Dipertuan Agung Raja Fahd 
bin Abdul Aziz Al Saud*

Penulis: Ustadz Ali Musri Semjan Putra

Segala puji bagi Allah yang di tangan-Nya seluruh kekuasaan, bila Dia 
berkehendak tiada seorang pun dari makhluk yang bisa menolaknya. Sholawat dan 
salam kepada nabi kita Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam, yang telah 
menyuruh kita untuk bersabar tatkala ditimpa musibah, berkata Anas bin Malik 
radhiallahu 'anhu, "tiada musibah yang lebih besar dari kematian Nabi 
shalallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian besar kecilnya suatu musibah yang 
menimpa umat diukur dengan besar kecilnya perjuangan yang dilakukan seseorang 
tersebut untuk agama dan umatnya." Disebutkan dalam sebuah peribahasa: "Harimau 
mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati 
meninggalkan jasa".

Pada hari senin tanggal 1 Agustus 2005 umat Islam telah kehilangan seorang yang 
menjadi kebanggaan mereka, yang telah berjasa dalam memperjuangkan agama dengan 
segala usaha dan upaya, satunya-satunya penguasa di dunia saat ini yang 
menjadikan Al Quran dan Sunnah sebagai dasar dan pandangan hidup bernegaranya 
serta menjadikan tujuan kekuasaannya untuk tegaknya bendera tauhid di seluruh 
pelosok penjuru dunia. Semoga Allah menempatkan arwah beliau di tempat yang 
layak di sisi-Nya. Amiin...

Tulisan ini tidak bertujuan untuk meratapi kepergian sang Raja yang mulia, akan 
tetapi untuk mengingatkan orang-orang yang melupakan jasa-jasa beliau atau 
pura-pura lupa akan kebaikan beliau serta sebagai sugesti dan motivasi bagi 
para penguasa dan pemimpin yang ingin mencapai kesuksesan dalam kekuasaannya. 
Apa yang harus mereka jadikan pedoman dan landasan dalam membangun masyarakat 
yang madani dan beriman untuk mencapai sebuah kemakmuran dan kesentosaan serta 
keadilan? Jawabannya hanya satu yaitu menjadikan Al Quran dan Sunnah sebagai 
landasan kehidupan bernegara dan bermasyarakat sebagaimana telah dibuktikan 
sendiri oleh sang Raja yang mulia dalam kekuasaannya. Di saat orang 
berbondong-bondong mengusung slogan-slogan yang datang dari barat, beliau 
dengan teguh mempertahankan kekuasaan beliau di atas Al Quran dan Sunnah, 
sekalipun ancaman datang dari luar dan dalam. Semoga Allah menjaga kekuasaan 
yang beliau bangun dari berbagai ancaman dan bencana serta pengkhianatan. 
Berikut ini kita ingin menyimak sekilas tentang kehidupan dan perjuangan beliau.

Biografi penjaga dua kota suci
Nama: Fahd bin Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Faishal bin Turky bin Abdullah 
bin Muhammad bin Saud, dari suku Bani Hanifah. lahir di kota Riyadh tahun 1922 
M (1338 H).

Pendidikan: sejak kecil beliau menerima pendidikan langsung dari orang tua 
beliau, ikut dalam berbagai peristiwa penting yang dialami orang tua beliau 
dalam mempersatukan jazirah arab di bawah kekuasaannya, sehingga kepribadian 
orang tua beliau sangat menonjol dalam diri beliau mulai dari sifat pemurah, 
tawadhu dan pemberani serta ketangkasan dalam mengatur kekuasaan.

Di samping itu beliau juga menerima pendidikan dari jalur resmi, pendidikan 
dasar di Sekolah Kerajaan yang bertempat di Riyadh kemudian melanjutkan ke 
Ma'had Ilmy (Lembaga Ilmu Islam) di Makkah Al Mukarramah. Kemudian beliau 
memperdalam ilmu dengan banyak membaca buku-buku ulama salaf ataupun buku-buku 
yang berbicara tentang tokoh-tokoh pemimpin dunia di samping ikut menghadiri 
berbagai pertemuan penting yang dilakukan orang tua beliau, Raja Abdul Aziz, 
begitu pula dalam kepemimpinan kakak-kakak beliau. Banyak sekali jabatan 
penting yang pernah beliau pangku sebelum dinobatkan menjadi Raja, di antaranya:

1. Pada tahun (1373 H) diangkat sebagai Menteri Pendidikan di masa kekuasaan 
kakak beliau Saud bin Abdul Aziz. Dalam masa ini beliau melakukan berbagai 
pembaharuan dalam bidang pendidikan.
2. Pada tahun (1382 H) diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri. Dalam masa ini 
beliau melakukan berbagai pembaharuan pula dalam bidang pemerintahan dan 
keamanan.
3. Ketika dinobatkannya kakak beliau Faisal sebagai Raja. Ia diangkat menjadi 
penasihat beliau.
4. Kemudian pada tahun (1387 H) diangkat sebagai wakil perdana menteri di 
samping menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.
5. Pada masa kekuasaan kakak beliau Raja Khalid tepatnya tahun (1395 H) beliau 
dinobatkan sebagai Putra Mahkota.
6. Kemudian pada tanggal 21 Sya'ban tahun (1402 H) seluruh anggota keluarga 
kerajaan dan rakyat menobatkan beliau sebagai Raja. Selama beliau menjadi raja 
banyak sekali yang beliau lakukan bukan hanya untuk rakyat Saudi semata tetapi 
untuk kaum muslim di berbagai pelosok penjuru dunia.

Dalam tulisan yang singkat ini kita mencoba mengupas sekilas tentang perjuangan 
beliau untuk kaum muslimin dalam berbagai bidang di berbagai pelosok penjuru 
dunia terlebih khusus buat saudara-saudara beliau yang seiman di nusantara. 
Adapun mengenai perjuangan beliau untuk rakyat beliau yang berada di bawah 
kekuasaan beliau langsung, tidak kita kupas karena itu sudah jelas sebagai 
kewajiban beliau dan suatu keharusan yang pasti beliau lakukan dengan penuh 
tanggung jawab, bila perhatian beliau terhadap saudara-saudara beliau yang di 
luar kekuasaan beliau sangat begitu besar apa lagi untuk rakyat beliau sendiri 
yang menjadi tanggung jawab beliau.

Kalau kita ambil saja sebagai contoh dalam bidang dakwah dan pendidikan tidak 
ada bandingnya dengan negara manapun. Pendidikan dan dakwah dari hal yang 
sekecil-sekecilnya sampai kepada hal yang sebesar-besarnya menjadi perhatian 
dan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. Contoh dalam bidang pendidikan mulai 
dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi gratis termasuk buku-buku panduan 
dibagikan secara gratis dan yang lebih istimewa lagi seluruh mahasiswa 
perguruan tinggi negeri diberi beasiswa paling sedikit 850 riyal setiap bulan. 
Untuk kegiatan dakwah yang formal seluruhnya ditanggung pemerintah mulai dari 
fasilitas dan dana. Sebagai contoh seluruh mesjid operasionalnya atas 
tanggungan pemerintah mulai dari gaji imam, muazin, kebutuhan listrik dan air. 
Begitu pula ulama dan para da'i sangat mendapat perhatian khusus dari penguasa 
dalam hal kesejahteraan mereka. Di antara nikmat yang amat besar bagi rakyatnya 
adalah bersihnya kehidupan mereka dari segala bentuk praktek kesyirikan, 
takhayul, khurafat dan bid'ah. Begitu pula badan-badan sosial yang berkecimpung 
dalam kegiatan dakwah dan kemasyarakatan selalu mendapat sumbangan dan suntikan 
dana dari pemerintah. Apa yang kita sebutkan belum secuil dari apa yang beliau 
lakukan untuk rakyat beliau.

Yang ingin kita bicarakan dalam tulisan singkat ini adalah sekilas tentang 
perjuangan dan usaha-usaha beliau dalam menegakkan agama yang benar serta 
keaktifan beliau dalam memperhatikan nasib saudara-saudara beliau yang seiman 
di berbagai pelosok belahan dunia terlebih khusus di negeri kita yang tercinta.

Kita ambil sebagai contoh dalam hal ini beberapa bidang terpenting saja:

- Bidang sosial dan dakwah:

1. Mendirikan dan membantu pembangunan mesjid dan musholla serta bantuan 
fasilitas penunjang seperti karpet dan sajadah di berbagai negara dan kota 
internasional terutama di negara-negara yang minoritas muslim. Jumlah mesjid 
yang dibangun di berbagai belahan benua menurut salah satu sumber lebih dari 
1500 mesjid. Setiap mesjid dilengkapi fasilitas penunjang seperti: tempat 
wudhu, ruang belajar, pustaka, ruang pertemuan, ruang perkantoran dan lain-lain.
Diantara mesjid tersebut adalah:
- Mesjid raya Raja Abdul Aziz di Tunisia
- Mesjid raya Raja Faishal di Tasyat
- Mesjid raya Bamako Mali
- Mesjid raya Raja Faishal di Ginia Konakre
- Mesjid raya Yawandy di Kamerun
- Mesjid raya kota Sukudy, Togo
- Mesjid raya Cina di Tibet
- Mesjid raya Raja Fahd di kota Yanovic Rusia
- Mesjid raya Utawa di Kanada
- Mesjid raya Umar bin Khatab di Los Angles

2. Mendirikan dan membantu pembangunan madrasah dan pesantren di berbagai 
negara yang terdapat di pelosok dunia.
3. Pengiriman da'i-da'i ke berbagai negara Islam terutama negara yang 
berpenduduk minoritas muslim. menurut data Kementrian Urusan Agama Arab Saudi 
jumlah Mereka mencapai 5000 orang.
4. Memberi tunjangan kepada da'i-da'i yang tersebar di berbagai negara-negara 
Islam yang sedang berkembang atau di bawah garis kemiskinan.
5. Mencetak kitab-kitab ulama kemudian membagikannya kepada para ulama dan da'i 
serta pencinta ilmu di dalam dan luar Arab Saudi. Sepeti kitab Majmu' Fatawa, 
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah yang jumlahnya 37 jilid, kitab Al Mughny karangan 
Ibnu Qudamah yang jumlah 15 jilid dan banyak lagi yang lainnya.
6. Mendirikan Pusat Kajian Islam (Maktab Jaaliyyat) di berbagai kota dan 
pelosok Saudi untuk para pendatang dari berbagai negara yang bekerja di Arab 
Saudi. Terutama di kota-kota industri dan perdagangan seperti Jeddah, Riyadh, 
Madinah, Jizan, Hail, Yanbuk, Qasim dan lain-lain.
7. Memberi bantuan kepada negara-negara Islam yang sedang ditimpa bencana alam 
dan peperangan seperti yang baru-baru ini bencana gempa yang menimpa Turki, 
Iran dan bencana Tsunami di Aceh. Begitu pula bantuan bagi rakyat Afghanistan 
dan Irak pasca gempuran Amerika.
8. Pengiriman daging kurban pada setiap musim haji ke negara-negara Islam yang 
berada di bawah garis kemiskinan.
9. Pengiriman bantuan ifthor (buka puasa) di bulan Ramadhan ke berbagai negara 
Islam serta negara yang minoritas muslim. Begitu pula di sekitar dua mesjid 
kota suci disediakan pula perbukaan bagi para penziarah (umrah). Namun pada 
akhir-akhir ini pembagian makanan tersebut berlanjut sampai pada hari-hari 
biasa sekalipun, di sekitar mesjid Nabawy sering penulis saksikan antrian 
panjang para buruh bangunan menunggu bagian Mereka masing-masing. Semua 
operasionalnya dari dana pribadi sang Raja yang telah berpulang itu.

- Bidang pendidikan:

1. Mendirikan sekolah-sekolah tinggi di berbagai negara Islam dan kota 
internasional terutama negara yang minoritas muslim, di antaranya:
a. Kuliyyah Syari'ah dan Bahasa Arab di Emirat Arab
b. Lembaga Pengetahuan Islam Dan Arab di Mauritania
c. Lembaga Pengetahuan Islam Dan Arab di Jakarta
d. Lembaga Islam Dan Arab di Jepang
e. Lembaga Islam Dan Arab di Jibuti
f. Lembaga Pengetahuan Islam Dan Arab di Washington
g. Akademi Islam di Washington berdiri pada tahun 1984
h. Akademi Raja Fahd di London berdiri pada tahun 1985
i. Akademi Raja Fahd di Moskow
j. Akademi Raja Fahd di Bond berdiri pada tahun 1995
k. Akademi Islam Behach
l. Ma'had Islami di Senegal

2. Memberikan beasiswa bagi anak-anak muslim dari berbagai negara Islam dan 
negara yang minoritas muslim untuk belajar di berbagai perguruan tinggi di Arab 
Saudi. Jumlah Universitas Saudi yang menampung siswa asing sekitar enam 
Universitas. Kita ambil sebagai contoh Universitas Islam Madinah yang merupakan 
universitas yang jumlah mahasiswa asingnya paling dominan dibanding 
universitas-universitas lainnya. Persentasenya mencapai 65% dari 140 negara. 
Mahasiswa Indonesia menempati urutan kedua setelah Nigeria. Jumlah mahasiswa 
Indonesia yang belajar di berbagai Universitas Saudi lebih kurang sekitar 200 
orang. Seluruh mahasiswa asing yang belajar di Saudi setiap libur musim panas 
diberi tiket gratis untuk pulang ke negara Mereka masing-masing. Silakan 
pembaca menghitung berapa besar biaya yang disumbangkan untuk mereka.
3. Pengiriman dosen-dosen untuk perguruan tinggi di berbagai negara Islam dan 
negara yang minoritas muslim. menurut data Kementrian Pendidikan jumlah mereka 
mencapai 2372 orang.
4. Mendirikan Pusat Kajian Islam (Islamic Centre) di berbagai negara dan kota 
besar dunia, terutama negara yang minoritas muslim. jumlahnya mencapai sekitar 
210 buah, diantaranya:
a. Islamic Centre Abuja di Nigeria
b. Islamic Centre Raja Fadh di kepulauan Mali Maldef
c. Islamic Centre Tokyo Jepang
d. Islamic Centre Seoul, Korea
e. Islamic Centre Raja Syahi Bangladesh
f. Islamic Centre Delfid Belanda
g. Islamic Centre Munich, Jerman
h. Islamic Centre Efre Prancis
i. Islamic Centre Jenef Swiss
j. Islamic Centre Madrid Spanyol
k. Islamic Centre Roma Italia
l. Islamic Centre Washington
m. Islamic Centre New York
n. Pusat Kebudayaan Islam Chicago
o. Islamic Centre Los Angles
p. Islamic Centre Ottawa Kanada
q. Islamic Centre Brasil
r. Islamic Centre Victoria Australia
s. Islamic Centre New Zeeland Australia

5. Mengirim dosen-dosen universitas ke berbagai negara Islam dan negara yang 
minoritas muslim, untuk mengadakan daurah-daurah ilmiah (Kajian Islam 
Intensif). Menurut data yang di sebutkan oleh salah satu sumber untuk 
Universitas Islam Madinah saja telah melakukan Daurah ilmiah semenjak tahun 
1419 H sampai tahun 1422 H di 29 negara. Di Indonesia diadakan sebanyak 16 
kali. Belum terhitung dauroh yang dilakukan oleh universitas-universitas Saudi 
lainnya di berbagai negara.

- Berpartisipasi aktif dalam segala persoalan yang menimpa kaum muslimin di 
seluruh belahan pelosok dunia:

1. Perhatian khusus untuk perjuangan rakyat Palestina, tidak terhitung 
pengorbanan yang beliau lakukan, baik yang bersifat moril maupun materil, tidak 
ada penguasa yang paling banyak berkorban untuk memperjuangkan kemerdekaan 
Palestina seperti yang beliau lakukan. Tidak salah kita katakan bahwa beliau 
menduduki peringkat pertama dalam hal ini di atas petinggi-petinggi arab 
lainnya.
2. Membantu perjuangan rakyat Afghanistan dalam melawan penjajahan komunis, 
dalam hal ini tidak hanya sebatas bantuan moril dan materil tetapi termasuk 
bantuan mujahidin, Raja yang bijaksana ini membuka kesempatan kepada anak muda 
negerinya untuk membantu saudara-saudaranya yang sedang berjuang melawan 
komunis, namun setelah komunis terkalahkan perjuangan berakhir dengan 
pertikaian antar kelompok yang berjuang yang akhirnya Raja yang bijak ini 
memanggil kepala setiap kelompok pejuang ke Makkah Al Mukarramah dan mengambil 
sumpah mereka dalam ka'bah agar Mereka menghentikan pertikaian antara mereka.
3. Fasilitator perdamaian Irak-Kuwait, ketika Saddam mencaplok Kuwait, saat itu 
pula Raja yang bijak ini memperlihatkan kepiawaiannya dalam mengatasi kondisi 
yang mencekam waktu itu. Yang mana Saddam akan melanjutkan agresinya untuk 
merebut kekuasaan Al Saud. Di samping beliau sibuk menampung pengungsi dari 
Kuwait beliau dihadapkan pula pada persoalan yang lebih penting yaitu 
menghadapi agresi Saddam. Seketika itu beliau meminta fatwa ulama dalam hal 
meminta bantuan kepada non muslim dalam hal mempertahankan negeri dari 
kezholiman saudara yang seagama. Setelah melalui pertimbangan yang begitu 
matang baik dari segi syar'i maupun siyasah (politik) para ulama mengeluarkan 
fatwa tentang dibolehkannya meminta bantuan kepada non muslim dalam hal 
menghentikan kezholiman yang dilakukan oleh saudara yang seagama. Apalagi 
negara tetangga Saudi Arabia waktu itu tidak satu pun yang mendukung kekuasan 
Al Saud, bahkan mereka memberi bantuan moril kepada presiden Irak yang 
nyata-nyata melakukan kezholiman saat itu. Namun sekelompok kecil dari generasi 
muda menentang kebijakan yang dilakukan Sang Raja berdasarkan fatwa para ulama 
itu. Ketika itu persoalan bertambah rumit lagi. Saat itu para generasi muda 
menyebarkan berbagai fitnah terhadap penguasa dan ulama. Namun raja yang bijak 
ini menghadapinya dengan pandangan yang jernih tidak membuatnya untuk berbuat 
sesuatu yang di luar aturan agama. Setelah Saddam kembali meninggalkan Kuwait. 
Suara-suara sumbang masih terdengar dari sekelompok generasi muda, beliau 
dituduh meminta bantuan orang kafir untuk membunuh saudara-saudara seiman. 
Padahal yang terjadi adalah sebaliknya beliau meminta bantuan orang kafir untuk 
menghentikan pembunuhan sesama muslim serta untuk melindungi kekuasaan beliau, 
satu-satunya negara yang berdasarkan Al Quran dan Sunnah sebagai simbol Islam 
yang tegak di muka bumi ini. Kenyataan yang amat mengejutkan adalah justru 
dibalik itu semua terdapat hikmah yang amat besar di antaranya adalah begitu 
banyaknya tentara Amerika yang masuk Islam. Pengakuan salah seorang komandan 
angkatan perang Arab Saudi bahwa mereka lebih sibuk menghadapi orang-orang 
Amerika yang ingin masuk Islam dari pada menghadapi kemungkinan serangan 
Saddam. Kalau saja Saddam berhasil menguasai Arab Saudi pada saat itu tentu 
akan lenyap satu-satunya kekuasaan yang berlandaskan Islam di muka bumi ini.
4. Membantu perjuangan rakyat Bosnia dari kekejaman Serbia. Saat dunia 
diguncang oleh pekikkan wanita dan bayi-bayi Bosnia yang disembelih oleh Serbia 
dengan spontan raja yang mulia ini bersama rakyatnya mengumpulkan dan 
mengirimkan segala bentuk bantuan, baik berupa uang tunai, bantuan pangan dan 
pakaian serta tenaga medis dan obat-obatan. Sebagaimana yang dilakukan oleh 
negara-negara Islam lainnya. Tetapi apa yang diberikan oleh sang Raja beserta 
rakyatnya tiada bandingannya dalam kualitas dan kuantitas.
5. Membantu pengungsi muslim Kasmir yang diusir pasukan India. Mulai dari 
bantuan pangan, pakaian serta obat-obatan dan lain-lain.

- Pelayanan kenyamanan bagi pengunjung dua kota suci:

1. Perluasan mesjid dua kota suci serta mesjid-mesjid lain yang dikunjungi kaum 
muslimin saat musim haji dan umrah seperti mesjid Quba, mesjid Qiblatain, 
mesjid Miqat Bir Ali, mesjid Namirah, mesjid Masy'aril Haram, mesjid Khaif. 
disamping bangunan yang begitu megah segala fasilitas pun tersedia. Saat kita 
berada di dua kota suci ini betapa kenyamanan amat kita rasakan sekali bahkan 
hal yang sekecil-kecilnya menjadi perhatian pemerintah. Khusus untuk Masjid 
Nabawi, air zam-zam diangkut dengan armada dari kota Makkah, tidak hanya untuk 
keperluan mesjid semata tapi masyarakat umum kota Madinah pun bisa mengambilnya 
untuk minuman mereka sehari-hari.
2. Pelayanan kenyamanan dalam berbagai tempat yang ditempuh dalam rute 
pelaksanaan haji atau tempat ziarah seperti pembangunan jalan, penerangan 
jalan, pemancar air di Arafah ketika musim panas, tersedianya WC dan tempat 
berwudhu sepanjang perjalanan dari Arafah sampai ke Mina. Pembangunan 
tenda-tenda haji yang anti api di Mina dan lain-lain.
3. Khusus pada musim haji segala kekuatan dan kemampuan dikerahkan untuk 
melayani tamu-tamu Allah mulai dari tim keamanan, kesehatan dan panduan haji. 
Di samping itu tersedia pula tim khusus untuk mengantarkan jamaah yang 
tersesat, pulang ke tempat pemondokan mereka. Ditambah lagi pembagian buku-buku 
agama secara cuma-cuma kepada seluruh tamu-tamu Allah yang diterjemahkan dalam 
berbagai bahasa. Tidak hanya sampai di situ, pembagian makanan pun dilakukan 
bagi tamu-tamu Allah langsung dibagikan ke pemondokan jamaah. Begitu pula di 
sepanjang rute perjalanan haji mulai dari pagi hari tangal 9 Dzulhijjah sampai 
tanggal 10 Dzulhijjah berjejer troli-troli membagikan berbagai bentuk minuman 
dan makanan sebagai sumbangan dari uang pribadi beliau sendiri.

- Pendirian percetakan Al Qur'an di kota Madinah
Pada tahun 1405 H selesai pembangunan kompleks percetakan Al Qur'an di kota 
Madinah yang dilengkapi dengan segala fasilitas yang mutakhir. Seluruh biaya 
mulai dari pembangunannya sampai segala bentuk operasional sehari-hari atas 
dana beliau pribadi. Pada tahun 1420 H jumlah eksemplar Al Qur'an yang dicetak 
sekitar 153 juta eksemplar dan telah dibagikan secara cuma-cuma kepada kaum 
muslimin di berbagai pelosok dunia sekitar 121 juta eksemplar. Kemudian 
Terjemahan Al Qur'an dalam berbagai bahasa dan dialek, pada tahun 1420 H telah 
diterjemahkan dalam 30 bahasa dan dialek. Jumlah Al Qur'an Terjemahan yang 
telah dibagikan kepada kaum muslimin di berbagai negara secara cuma-cuma 
sekitar 16 juta eksemplar. Percetakan Al Qur'an tidak hanya bergerak dalam 
bidang mencetak Al Qur'an dan terjemahannya semata tetapi juga bergerak dalam 
bidang mencetak kitab-kitab ulama dan bidang terjemahan buku-buku agama yang 
selanjutnya dibagikan kepada pencinta ilmu baik yang berada dalam Arab Saudi 
maupun di luar Arab Saudi.

Cuplikan Pidato Raja Yang Mulia
Melalui cuplikan pidato Raja, kita akan melihat secara dekat dan nyata 
bagaimana kepribadiannya yang sesungguhnya tentang kepahaman beliau tentang 
agama dan aqidah yang benar. Mari kita simak ketika beliau mengukuhkan 
undang-undang majelis syura tanggal 27/8/1412 H beliau menyatakan bahwa 
kerajaan yang beliau pimpin tegak di atas jalan yang jelas yaitu Islam, 
sebagaimana ungkapan beliau: "Sesungguhnya negara ini berdiri di atas jalan 
yang jelas dalam politik, hukum dan dakwah serta ikatan persatuan yaitu Islam 
baik aqidah maupun syari'ah".

Ungkapan beliau lagi pada pembukaan tahun kerja kedua majelis syura tanggal 
5/3/1419 H: "Sesungguhnya negara anda yang telah berdiri lebih dari 250 tahun 
dan bersatu lebih dari 70 tahun telah menjadikan kitabullah (Al Qur'an) dan 
Sunnah Rasulullah sebagai undang-undang dasar dan garis besar haluan negara, 
hal ini mewarnai pergaulan dan hubungan kita dengan negara-negara lain. Dan 
kita akan tetap (dengan izin Allah) berpegang teguh dengan aqidah Islam. Karena 
kita tahu bahwa dengan demikian kita akan tetap dalam kemuliaan dan kejayaan 
serta selalu mendapat pertolongan Allah, Maha Benar Allah ketika berfirman: 
"Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang selalu menolong-Nya".

Beliau ungkapkan pula dihadapan para utusan yang memberikan ucapan selamat atas 
pembebasan Kuwait tanggal 19/8/1411 H: "Semua kita tahu bagaimana umat Islam 
terjajah pada masa lampau baik di semenanjung Arab atau Afrika, ataupun Asia 
dan tempat-tempat lainnya, sebabnya adalah karena kecintaan pada kehidupan dan 
kesenangan duniawi telah mengalahkan diri kita dari berpegang kepada aqidah". 
Beliau tambahkan: "Aku berjanji pada Allah untuk menjadikan Aqidah Islam 
sebagai asas dan fondasi serta tempat bertolak, dan apa yang bertentangan 
dengannya tidak akan kita perhatikan dan tidak pula akan kita ikuti". Pada 
kesempatan yang sama beliau nyatakan dihadapan para tamu dan masyarakat beliau: 
"Kita saksikan di berbagai pelosok dunia dan di setiap tempat telah berdiri 
mesjid dan perpustakaan Islam serta tersebarnya dakwah Islam. Fenomena ini 
menurut keyakinan saya sebagai bukti bahwa dunia telah mencoba segala bentuk 
pemikiran dan undang-undang untuk mengatur kehidupan manusia baik secara umum 
maupun khusus. Dari sini orang-orang mengetahui bahwa aqidah Islam adalah 
sebaik-baik jalan. Karena di dalamnya terkumpul segala bentuk fasilitas 
kebaikan dunia dan akhirat. Barang siapa yang menginginkan kebaikan di dunia 
dan di akhirat kelak maka berpegang teguhlah dengan kitab Allah dan Sunnah 
Nabi-Nya". Demikianlah sekelumit cuplikan kalimat-kalimat beliau yang penuh 
makna.

Kesan Dan Pesan Dari Penulis
Selama penulis menumpang hidup di salah satu sudut kekuasaan Sang Raja Yang 
Bijak ini, tepatnya di kota Madinah Al Munawwarah banyak sekali kesan indah dan 
kenangan manis yang penulis rasakan sendiri maupun yang penulis saksikan. 
Betapa tidak, karena barokah yang selalu diberikan Allah bagi umat yang 
berpegang teguh dengan agamanya. Sudah lebih dari sepuluh tahun lamanya penulis 
menikmati kemakmuran di negeri orang. Mulai dari semenjak program S-1 sampai 
sekarang pada tingkat penyelesaian S-3 di Universitas Islam Madinah. Mulai dari 
awal dari keberangkatan diberi tiket gratis sampai kedatangan semuanya telah 
tersedia di kamar yang akan ditempati oleh mahasiswa baru mulai dari kasur yang 
berseprai lengkap dengan selimut ditambah lagi meja belajar dengan ruangan yang 
ber-AC. Setiap bulan kami menerima bea siswa sebanyak 850 rial. Setiap hari 
kami diantar jemput untuk ke masjid Nabawi oleh bus kampus. Setiap sekali 
setahun diberi uang pustaka yaitu berupa dana untuk membeli buku-buku kuliah 
sebanyak 800 rial. Kemudian setiap libur tahunan musim panas kami diberi tiket 
untuk berlibur ke negara masing-masing.

Jumlah Mahasiswa asing di Universitas Madinah sekitar 4000 orang ditambah 
Mahasiswa Saudi sekitar 2500 orang. Ini baru untuk satu universitas belum 
terhitung yang terdapat di universitas-universitas lain serta cabang-cabangnya 
baik di dalam Saudi maupun di luar negeri. Menurut hemat penulis di negara 
manapun tidak akan kita dapatkan perhatian seperti ini, apa lagi di negara kita 
sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari tidak kita temukan praktek kesyirikan dan bid'ah 
maupun maksiat secara terang-terangan. Karena bila diketahui akan menerima 
hukuman yang sepantasnya. Bila berobat, ke rumah sakit gratis. Di sana-sini 
sering kita mendapatkan bantuan buku-buku. Khusus di bulan Ramadhan suasana 
lebih istimewa lagi, kita akan ditarik-tarik para penyaji buka puasa di masjid 
Nabawi supaya menyantap perbukaan mereka, anak-anak kecil merayu kita untuk 
mendatangi hidangan perbukaan mereka. Tepat di sebelah kiri mesjid Nabawi arah 
timur kota Madinah di sana terbentang hidangan perbukaan atas dana pribadi sang 
raja yang telah berpulang.

Kalau kita jalan-jalan ke pasar kita akan lumrah melihat terong sebesar kepala 
anak kecil, anggur yang sebesar ibu jari, cabe yang panjangnya 20 cm. Begitu 
pula ikan yang sebesar anak berumur 5 tahun, harga untuk satu ikat ikan atau 
satu ekornya kadangkala mencapai 500 rial atau lebih, bila dirupiahkan sekitar 
satu juta lebih. Sering penulis bertanya pada diri sendiri kenapa negeriku yang 
subur tidak pernah bertemu hal seperti iniĀ…!?. Ini adalah bukti nyata dari 
firman Allah: "Jikalau penduduk suatu negeri mau beriman dan bertaqwa, Sungguh 
Kami akan bukakan pintu rezki bagi Mereka dari langit dan bumi". (Q.S Al 
A'raaf; 96).

Saat maraknya isu teroris Sang Raja tidak gegabah dalam mengambil 
kebijaksanaan. Tidak pernah ada pelarangan terhadap para da'i dan ulama dalam 
berdakwah bahkan sebaliknya justru mesjid-mesjid diramaikan dengan 
kajian-kajian tentang aqidah, seminar-seminar digalakkan di kampus-kampus 
Universitas. Karena Sang Raja memiliki ilmu agama yang cukup dalam mengkaji 
masalah tersebut. Bahkan beliau telah mengantisipasi akan hal tersebut, dengan 
mencabut kewarganegaraan Usamah bin Laden sekalipun Amerika mengkritik keras 
kebijakan Sang Raja pada saat itu. Dan pada akhirnya Amerika menuai benih yang 
Mereka tabur sendiri, terlepas dari benar atau tidaknya tentang opini yang 
diciptakan Amerika tentang Bin Laden. Lain halnya di berbagai belahan dunia 
para da'i dan pemuda muslim sering menjadi korban penculikan tanpa perlu ada 
bukti yang otentik.

Kesan yang tatkala pentingnya adalah terbuktinya kebohongan dan propaganda yang 
dibikin oleh musuh Islam dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan paham 
Ahlussunnah wal Jam'ah seperti tuduhan orang yang suka dusta dan memfitnah 
bahwa teroris diciptakan oleh negara Saudi sendiri. Begitu pula tuduhan tentang 
bahwa Saudi berpaham Wahhaby. Sudah sepersepuluh abad lebih penulis berada di 
Arab Saudi tidak pernah menemukan indikasi ke arah seperti yang dituduhkan 
tersebut. Bahkan seluruh buku-buku aqidah tidak pernah luput dari membongkar 
kesesatan teroris (Khawarij dan Mu'tazilah). Begitu pula tuduhan tentang faham 
Wahhaby bahwa mereka tidak menghormati para wali Allah atau dianggap membuat 
mazhab yang kelima. Pada kenyataannya semua buku-buku yang dipelajari dalam 
seluruh jenjang pendidikan adalah buku-buku para wali Allah dari berbagai 
mazhab.

Penulis sebutkan di sini buku-buku yang menjadi panduan di Universitas Islam 
Madinah.

- Untuk mata kuliah Aqidah:

1. kitab Syarah Aqidah Thawiyah karangan Ibnu Abdil 'Iz Al Hanafi,
2. Fathul Majiid karangan Abdurahman bin Hasan Alu Syeikh.
3. Ditambah sebagai penunjang Al Ibaanah karangan Imam Abu Hasan Al Asy'ari,
4. Al Hujjah karangan Al Ashfahany Asy Syafi'i,
5. Asy Syari'ah karangan Al Ajurry,
6. Kitab At Tauhid karangan Ibnu Khuzaimah,
7. Kitab At Tauhid karangan Ibnu Mandah dan lain-lain.

- Untuk mata kuliah Tafsir:

1. Tafsir Ibnu Katsir Asy Syafi'i,
2. Tafsir Asy Syaukany,
3. Ditambah sebagai penunjang Tafsir At Thobary,
4. Tafsir Al Qurthuby Al Maliky,
5. Tafsir Al Baghawy As Syafi'i dan lain-lain.

- Untuk mata kuliah Hadits:

1. Kutub As Sittah beserta Syarahnya
2. Fathul Baari karangan Ibnu Hajar Asy Syafi'i,
3. Syarah Shahih Muslim karangan Imam An Nawawy Asy Syafi"i, dan lain-lain

- Untuk mata kuliah Fikih:

1. Bidayatul Mujtahid karangan Ibnu Rusy Al Maliky,
2. Subulussalam karangan Ash Shan'any,
3. Ditambah sebagai penunjang: Al Majmu' karangan Imam An Nawawy Asy Syafi"i,
4. kitab Al Mughny karangan Ibnu Qudamah Al Hambaly dan lain-lain.

Kalau ingin untuk melihat lebih dekat lagi tentang kitab-kitab yang menjadi 
panduan mahasiswa di Arab Saudi silakan berkunjung ke perpustakaan Universitas 
Islam Madinah atau perpustakaan masjid Nabawi, di sana akan terbukti segala 
kebohongan dan propaganda yang dibikin oleh musuh Islam dan kelompok-kelompok 
yang berseberangan dengan paham Ahlussunnah wal Jama'ah seperti tuduhan teroris 
dan wahhaby.

Melalui tulisan singkat ini penulis ingin berpesan kepada saudara-saudaraku 
yang seiman baik sebagai penguasa maupun sebagai rakyat biasa, marilah kita 
bina kehidupan kita sehari-hari mulai dari urusan pribadi sampai kepada urusan 
negara sesuai dengan ajaran agama kita, sejauh mana kita melalaikan ajaran 
agama kita sejauh itu pula impian kebahagiaan akan jauh dari kita.

Selanjutnya sebagai tanda syukur kita kepada Allah, kita berkewajiban untuk 
mendo'akan Sanga Raja yang telah berpulang. Sebagaimana diperintahkan 
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa yang melakukan suatau 
kebaikan padamu, hendaklah kamu membalasnya, jika kamu tidak memiliki sesuatu 
untuk membalasnya maka do'akanlah orang tersebut, sampai kamu merasa sudah 
terbalas". (HR. Abu Daud no: 1672). Dalam sabda yang lain beliau katakan: 
"Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur 
kepada Allah". (HR. Tirmidzy no: 1954).

Wallahu A'lam, sholawat dan salam untuk Nabi kita Muhammad 
shollallahu'alaihiwasallam, penutup segala nabi, serta untuk para sahabat dan 
keluarganya.

- Madinah 6 Agustus 2005

Ali Musri Semjan Putra Lc., MA.


_______________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke